Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Alasan Rian d'Masiv Sulit Jauh dari Anak

Written By RajaBlog on Saturday, October 26, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Di usianya yang baru menginjak tujuh bulan, putri pertama Rian d'Masiv, Euralia Kasyidi Rian, ternyata mulai memperlihatkan ketertarikannya pada dunia musik. Saat diajak menghadiri press conference Guinness Arthur's Day di Hotel Four Seasons, Jakarta, belum lama ini, Euralia yang saat itu berada di gendongan ibunya nampak girang sambil menggerak-gerakkan badannya saat suara musik mulai diputar.


"Sejak kecil, dia memang sudah dibiasakan mendengarkan musik sama papanya. Biasanya sambil main gitar. Makanya kalau dengar musik langsung gerak-gerak seperti orang joget," kata Sri Ayu Murtisari, istri Rian.


Kebiasaan lucu lainnya, Euralia tidak akan mau tidur bila kedua orang tuanya belum terlelap. "Sejak usia empat bulan, tidur malamnya sebetulnya sudah teratur. Tapi kalau kita belum tidur, dia biasanya akan terus melek karena mengiranya kita masih ajak dia bercanda," cerita vokalis d'Masiv itu.


Tingkah-tingkah lucu semacam inilah yang membuat Rian enggan berjauhan terlalu lama dari anaknya. Jadi ketika harus tampil di Dublin, Irlandia dalam pertunjukan musik Guinness Arthur's Day akhir September 2013 lalu, setiap harinya Rian selalu memantau perkembangan anaknya itu lewat Skype.


"Kalau kondisinya memungkinkan, misalnya manggung di Jakarta atau Bandung, saya juga biasa bawa istri dan anak supaya tetap berdekatan," ujar pemilik nama lengkap Rian Ekky Pradipta ini.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Warga Temukan Mayat dengan Penuh Luka Bacok di Tebet





JAKARTA, KOMPAS.com - Mayat pria tanpa identitas ditemukan warga di saluran air Jalan Tebet Timur Dalam XI, RT 03 RW 06, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2013) sekitar pukul 10.30 WIB. Pria  tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.


Kepala Kepolisian Sektor Tebet Komisaris I Ketut Sudharma menuturkan korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar, yang kebetulan melintasi lokasi tersebut. Dari tubuh korban ditemukan banyak luka sayat yang diduga berasal dari senjata tajam.


"Untuk sementara diduga kasus pembunuhan. Masih dalam penyelidikan. Penanganan selanjutnya dilakukan Reskrim Polsek Tebet," kata Sudharma, Sabtu (26/10/2013).


Sudharma mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya korban diperkirakan berusia 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru, baju kaos lengan pendek berwarna coklat, mengenakan kaos kaki coklat, serta memiliki ciri fisik berambut pendek lurus dan berkulit putih.


"Korban juga mengenakan cicin logam putih bermata batu biru," ujar Sudharma.


Sementara itu, korban diperkirakan tewas akibat banyaknya luka pada sejumlah anggota tubuh. Luka yang diduga berasal dari sabetan senjata tajam itu meliputi pada bagian lengan, telapak tangan kanan, leher depan dan belakang hampir putus, punggung kiri luka bacok, kepala belakang kanan.


Selain itu, pipi kiri dan dagu korban juga ditemukan luka sayat. "Dilaporkan masyarakat pukul 10.00 WIB," ujar Sudharma.


Tim identifikasi Polsek Tebet pun mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah selesai melakukan identifikasi, selanjutkan petugas membawa korban ke RSCM. Kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Tebet, Jakarta Selatan.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

SBY: Demokrat Tak Punya Uang Berlimpah Ruah






JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Majelis Tinggi yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim bahwa partainya tidak mampu membiayai kampanye besar-besaran untuk menghadapi pemilu 2014. Menurutnya, Demokrat tidak seperti parpol lain yang berlimpah modal.


Hal itu dikatakan SBY saat membuka acara Temu Kader dan Perayaan HUT Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).


Awalnya, SBY bercerita ketika dirinya berkeliling ke beberapa provinsi belakangan ini dalam rangka kunjungan kerja sebagai Presiden. Menurutnya, sangat sedikit atribut kampanye yang dipasang Demokrat seperti bendera, baliho, billboard.


"Kalah jauh dibandingkan partai lain. Saya tidak salahkan siapa-siapa karena memang kita tidak punya kemampuan melimpah ruah untuk membiayai semua kegiatan itu," kata SBY.


Lantaran merasa tidak punya modal banyak, SBY mengajak para kader bergotong royong menyumbangkan uang semampunya. Gotong royong itu, menurut SBY, sudah dilakukan ketika membiayai kongres luar biasa (KLB) di Bali beberapa waktu lalu.


"Saya senang sekali, saya trenyuh, waktu kita melaksanakan kongres luar biasa di bali, kita iuran kencrengan. Ada yang Rp 100 ribu, Rp 1 juta, Rp 5 juta. Gerakan kencrengan ini baik, halal, sah, dan menunjukkan bahwa meski kita tidak ada konglomerat, tapi kita mengumpulkan kencrengan demi membiayai kegiatan partai kita," kata SBY.


"Tolong kalau memang tidak mudah berbicara di media massa, rajinlah berbicara dengan sadara-saudara kita di desa-desa, di kampung-kampung dan sebagainya. Kita tidak mungkin pasang iklan besar-besar, itu ratusan miliyar rupiah, bahkan kalau (dipasang) 2-3 tahun itu triliunan rupiah biayanya. Kita tidak mampu," tambah SBY kemudian.





Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











3:39 PM | 0 komentar | Read More

LeBron James Sambut Greg Oden yang Kembali Setelah Cedera Panjang





MIAMI, KOMPAS.com - Greg Oden akan memulai debutnya secara penuh bersama Miami Heat pada pertandingan pertama musim reguler NBA melawan Chicago Bulls, Selasa (29/10/2013) mendatang. Sebelumnya, dia turun selama empat menit terakhir saat Heat melawan New Orleans Pelicans, Rabu (23/10/2013) malam, pada laga pramusim.

Oden menunjukkan kemajuan pesat usai pemulihan jangka panjang atas cedera lutut kronis yang didapatnya pada 5 Desember 2009. "Sudah cukup lama," ujar Oden. "Ini merupakan perjalanan panjang bagi saya untuk dapat kembali. Saya senang bisa kembali ke lapangan, dan mengetahui bahwa saya dapat bermain lagi."

LeBron James mengaku senang melihat Oden akhirnya kembali di ke lapangan. "Ini adalah momen yang sangat spesial. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya tiga tahun lebih  jauh dari permainan. Rasanya seperti momen membanggakan. Saya turut bahagia untuknya ketika kembali ke lapangan," kata James.

"Saya hanya bisa membayangkan betapa gembiranya ia ketika kembali. Mungkin saya akan ikut bersulang untuknya. Saya bukan seorang peminum, namun saya akan tetap bersulang dengannya, karena ini adalah momen yang luar biasa," tambah James.

Pelatih Heat, Erik Spoelstra mengatakan bahwa Oden akan mendapatkan gilirannya untuk bermain, sebagai imbalan atas ketekunannya menjalani rehabilitasi sejak masuk Heat, musim panas lalu. Operasi lututnya dilakukan pada 2012, di tahun yang sama saat ia keluar dari Portland Trail Blazers .

"Kami turut senang untuknya," ujar Spoelstra. "Rasanya luar biasa dapat melihat ia melakukan sesuatu yang ia senangi. Sesuatu yang dicuri darinya selama empat tahun. Kami hanya bisa terus bersabar, dan membuat kemajuan yang stabil dari sekarang."

"Saya tahu orang-orang yang turut senang untuk saya. Saya merasa dicintai. Dan saya senang bahwa mereka ada di sini untuk saya," aku Oden yang merasa terharu.




Editor : Pipit Puspita Rini















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Naik Haji Diundang Pemerintah Saudi, Bella Saphira Senang

Written By RajaBlog on Friday, October 25, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Kepergian artis Bella Saphira dan suaminya Mayjen Agus Surya Bakti ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, adalah atas undangan khusus dari pemerintah Arab Saudi. Hal itu diungkapkan oleh Tena, salah satu kerabat Bella Saphira, saat ditemui usai pengajian di kediaman Bella di Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (24/10) malam.


"Kepergiaan Bella dan suami ke Tanah Suci ini merupakan undangan langsung dari Arab Saudi. Kami juga nggak tahu pertimbangannya apa," ujar Tena.


Lantaran mendapat undangan khusus itulah, Bella hanya mengajak suaminya untuk menunaikan ibadah haji, terhitung sejak 10 Oktober lalu. "Bella dan suami hanya 12 hari di sana (Tanah Suci), dan kepergiannya hanya berdua saja," tambah Tena.


Diakui Tena, mendapat kesempatan pergi ke Tanah Suci, tentunya membuat Bella yang baru saja menjadi mualaf itu bahagia. "Yang pasti, Bella senang. Karena ini pengalaman yang pertama. Banyak yang harus dia pelajari. Sejauh ini, dia senang di sana," lanjutnya.


Usai menunaikan ibadah haji tersebut, Bella dan suaminya pun langsung menggelar pengajian di kediamannya. Sayangnya, pengajian yang digelar Bella dan keluarganya itu berlangsung tertutup, hanya dihadiri tamu undangan. Di antaranya terlihat, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH Ali Mustafa Yaqub, turut hadir dalam pengajian itu.



3:55 PM | 0 komentar | Read More

Kasus Video Asusila, Kepala SMP 4 Tidak Dipidana





JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, Kepala SMP Negeri 4 Jakarta Pusat tidak dapat dipidana dalam kasus video asusila yang direkam oleh pelajar sekolah tersebut. Kalaupun pengurus sekolah dianggap lalai dalam kasus tersebut, proses penindakannya diserahkan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Rikwanto mengatakan, sejauh ini polisi hanya memeriksa kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai saksi. Menurut dia, tanggung jawab kepala sekolah bergantung pada kewenangan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.


"Kepala sekolah tidak dipidana. Sejauh mana dia 'lengah' atau mungkin pembiaran, biarkan itu wilayah sana (Dinas Pendidikan) yang bekerja," ujar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/10/2013).


Rikwanto mengatakan, sejauh ini penyidik telah memeriksa 17 orang saksi. Sepuluh orang di antaranya merupakan siswa yang melihat kejadian itu. Empat orang saksi merupakan pejabat sekolah SMP 4, yakni Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru Bimbingan dan Penyuluhan, serta wali kelas. Adapun tiga orang lainnya merupakan penjaga sekolah tersebut.


Setelah memeriksa barang bukti, polisi tidak menemukan adanya unsur paksaan pada video asusila yang dilakukan siswa SMP Negeri 4 itu. Polisi menyebutkan, mereka yang terlibat di dalamnya sudah melakukan perekaman video asusila di sekolahnya sebanyak tiga kali.


Kasus ini terungkap setelah orangtua siswi SMP 4 melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut sengaja direkam dengan telepon genggam temannya yang lain.


Peristiwa itu terjadi pada Jumat (13/9/2013) pukul 11.50. Saat itu, seorang siswi AE tengah turun dari kelasnya setelah jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar, teman korban berinisial A mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya, yakni CN, CD, DN, IV, dan WW. Ketika korban masuk, selain ada teman-teman yang disebut tadi, ternyata sudah ada seorang pria yang merupakan adik kelas mereka, FP. Di ruangan itu, A menyuruh AE untuk berhubungan intim dengan FP. Teman-temannya yang lain merekam dengan menggunakan telepon genggam.


Menurut orangtua AE, A mengancam AE dengan menggunakan pisau dan akan melukainya jika tidak melakukan apa yang ia suruh. A juga mengancam AE akan menyebar video yang telah direkam teman-temannya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Kerja Sama Pemda-FPI Bertentangan dengan Keinginan Publik






JAKARTA, KOMPAS.com - Imbauan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk bekerja sama dengan Front Pembela Islam (FPI) dinilai bertentangan dengan keinginan masyarakat. Selama ini, masyarakat ingin pemerintah menindak tegas organsiasi yang kerap melakukan kekerasan.

"Ini mengecewakan, karena sebenarnya masyarakat ingin pemererintah menindak tegas organisasi yang melakukan kekerasan, bukan menjalin kerja sama," kata Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Riza Ul Haq di Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Ia mengatakan, dalam menggandeng masyarakat yang diajak bekerja sama, pemerintah harus lebih selektif. Pasalnya, ada ormas-ormas yang justru kontraproduktif terhadap kinerja pemerintahan karena kerap melakukan kekerasan.

“Mendagri seharusnya lebih berhati-hati dalam menyarankan kerja sama dengan organisasi yang selama ini dipandang masyarakat sering melakukan kekerasan dan tidak sportif,” tuturnya.

Soal pernyataan Gamawan yang mengatakan bahwa FPI adalah aset bangsa, menurut Fajar semua ormas memang aset bagi kemajuan bangsa. Tetapi, kata dia, Mendagri semestinya melihat secara komprehensif apakah selama ini FPI lebih banyak berkontribusi positif bagi bangsa atau sebaliknya.

Sebelumnya, Gamawan mengimbau kepala daerah menjalin kerja sama dengan FPI. Dalam pembangunan daerah, kata Gamawan, kepala daerah seharusnya tidak alergi dengan ormas. Menurutnya, kerja sama bisa dilakukan untuk program-program yang baik.

"Kalau perlu dengan FPI juga kerja sama untuk hal-hal tertentu. Iya kan? Kerja sama untuk hal-hal yang baik," ujar Gamawan di Jakarta, Kamis (24/10/2013).




Editor : Hindra Liauw
















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Vettel Kuasai Sesi Latihan Berkabut di India





NEW DELHI, KOMPAS.com - Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas satu GP India yang berlangsung di Sirkuit Buddh Internasional, Jumat (25/10/2013). Sesi ini terganggu dengan kabut yang menaungi lintasan.

Dua pebalap Williams, Valtteri Bottas dan Pastor Maldonado jadi yang pertama turun ke lintasan. Max Chilton turun pada menit berikutnya, diikuti Jean-Eric Vergne pada menit keempat. Cuaca berkabut membuat kebanyakan pebalap tidak turun pada menit-menit awal.

Sergio Perez yang baru turun ke lintasan pada menit ke-23 mencatat waktu tercepat pertama dengan 1 menit 30,953 detik pada menit 27. Perez dua kali mempertajam catatan waktunya pada menit 28 dan 33. Jenson Button yang baru bergabung pada menit 40 langsung menggeser Perez dari posisi puncak dengan mencatat waktu 1 menit 27,995 detik.

Pebalap Ferrari, Felipe Massa bergabung ke lintasan beberapa menit kemudian. Sayangnya, pebalap Brasil ini melakukan sedikit kesalahan yang membuatnya keluar lintasan pada tikungan 14.

Setelah melakukan beberapa kali putaran, Nico Rosberg menjadi yang tercepat dengan 1 menit 27,937 detik pada menit 49. Selang tiga menit, ia memperbaikinya menjadi 1 menit 27,217 detik. Sempat tergeser oleh Vettel pada menit 55, Rosberg kembali berkuasa setelah mencatat 1 menit 26,899 detik.

Rosberg hanya bertahan tiga menit di posisi teratas. Vettel yang tergeser ke posisi dua, mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 26,683 detik dan kembali memimpin.

Fernando Alonso mengalami masalah pada persneling yang memaksanya kembali ke pit pada menit 60. Tak lama berselang, Maldonado kehilangan kontrol hingga mobilnya melintir pada tikungan 13 ke 14. Lewis Hamilton yang sedang melaju di tikungan satu juga sempat keluar lintasan sebelum lanjut memacu mobilnya.

Hingga sesi ini berakhir, Vettel tetap berkuasa dengan menempati posisi satu. Mark Webber menyempurnakan sukses Red Bull dengan mencatat waktu tercepat kedua. Rosberg menyusul di posisi tiga, diikuti Romain Grosjean dan Hamilton di posisi empat dan lima.

Sebelumnya, GP India akhir pekan ini sempat terancam batal karena pihak penyelenggara belum membayar pajak hiburan tahun lalu. Pemilik Sirkuit Buddh Internasional, Jaypee, telah mengatasi masalah tersebut hingga GP India tetap berlangsung sesuai jadwal.

Hasil sesi latihan bebas satu:
1. Sebastian Vettel Germany Red Bull-Renault 1m 26.683s
2. Mark Webber Australia Red Bull-Renault 1m 26.871s
3. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes 1m 26.899s
4. Romain Grosjean France Lotus-Renault 1m 26.990s
5. Lewis Hamilton Britain Mercedes-Mercedes 1m 27.227s
6. Jenson Button Britain McLaren-Mercedes 1m 27.335s
7. Sergio Perez Mexico McLaren-Mercedes 1m 27.416s
8. Felipe Massa Brazil Ferrari-Ferrari 1m 27.692s
9. Nico Hulkenberg Germany Sauber-Ferrari 1m 27.770s
10. Valtteri Bottas Finland Williams-Renault 1m 27.800s
11. Jean-Eric Vergne France Toro Rosso-Ferrari 1m 28.035s
12. Fernando Alonso Spain Ferrari-Ferrari 1m 28.214s
13. Daniel Ricciardo Australia Toro Rosso-Ferrari 1m 28.336s
14. Pastor Maldonado Venezuela Williams-Renault 1m 28.342s
15. Adrian Sutil Germany Force India-Mercedes 1m 28.468s
16. Esteban Gutierrez Mexico Sauber-Ferrari 1m 28.538s
17. Kimi Raikkonen Finand Lotus-Renault 1m 28.730s
18. James Calado Britain Force India-Mercedes 1m 29.197s
19. Giedo van der Garde Holland Caterham-Renault 1m 29.413s
20. Jules Bianchi France Marussia-Cosworth 1m 29.560s
21. Charles Pic France Caterham-Renault 1m 30.026s
22. Max Chilton Britain Marussia-Cosworth 1m 30.471s




Editor : Pipit Puspita Rini















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Ingin Lebih Intim dengan Penonton, Melly Gelar Konser Berbeda

Written By RajaBlog on Thursday, October 24, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Mellyana Goeslaw Hoed yang populer dengan nama Melly Goeslaw akan mengadakan sebuah konser yang berjudul 'The Queen Of Soundtrack' akan mengambil tempat di Skeeno Hall Gandaria City Jakarta, 11 Desember 2013 mendatang.


"Aku merasa sebagai seniman ada kebutuhan untuk membuat suatu konser yang bisa memberikan aku tempat untuk menuangkan ide-ide aku disana dan sekarang merupakan waktu yang tepat untuk itu," ujar Melly saat jumpa pers pengumuman konsernya di Jakarta, Kamis (24/10).


Nantinya akan banyak perbedaan yang akan diberikan Melly terhadap konsernya kali ini, yang terutama adalah niatan dirinya untuk lebih intim dengan penonton yang ada hadir disana. "Di konser kali ini ada yang bagian yang bernama Melly Insight, dimana penonton dapat melihat bagaimana seorang Melly melihat cerita dan mengubahnya menjadi sebuah lagu," jelasnya.


Ia mengatakan, nantinya ada empat sequences pada konser tersebut dan keempatnya juga akan memiliki tema yang berbeda 180 derajat.


Penonton akan diajak untuk menikmati lagu-lagu soundtrack Melly dari sudut yang berbeda dan memiliki pemahaman yang baru tentang lagu soundtrack yang pernah dibuat tersebut. Yang terpenting katanya adalah penonton akan diajak untuk memahami Melly secara personal lebih mendalam.


Selain itu, pelantun lagu Ada Apa Dengan Cinta ini akan berkolaborasi dengan beberapa musisi yang belum pernah bekerjasama dengannya. Sederetan artis seperti Andien, Astrid, Bondan Prakoso, Coboy Junior, dan SM*SH. "Aku memilih mereka karena ingin memiliki perwakilan dari beberapa titik musik Indonesia seperti Jazz, boyband, dan segmen anak-anak juga untuk lebih bersinergi dengan semua jenis musik yang ada," jelas Melly kepada wartawan.


Anto Hoed, yang juga suami serta komposer Melly mengatakan bahwa dirinya juga akan kali pertama membuat sebuah orkestra pada konser ini.


"Sekarang ini saya melihat konser ini sebagai sebuah tantangan yang baru buat saya," Ujar Anto. Ia mengaku, saat ini sedang mengatur meng-compose beberapa lagu Melly yang nantinya akan dibawakan oleh para penyanyi lainnya sesuai dengan karakter menyanyi mereka masing-masing.


Untuk busana, rencanya Melly akan mengenakan empat kostum yang berbeda dari empat desainer yang berbeda pula. Konser yang akan dimulai pada pukul 19.00 WIB ini bekerja sama dengan Cyrus. "Kolaborasi Cyrus Chat dan Melly Goeslaw ini bisa menjadi inspirasi khususnya bagi anak-anak muda Indonesia dan pecinta film ataupun musik Indonesia," jelas Hiro Whardana selaku Digital Business Director Cyrus.


Tiket konser ini akan mulai dijual di beberapa tiket box antara lain Rajakarcis.com, Ina Concert, Dwidaya Tour, Ibu Dibyo, Daily Concert, Smailing Tours, dan Lazada.com. Khusus untuk Lazada.com akan menjadi tempat pertama penjualan tiket VVIP sebanyak 100 tiket terhitung mulai tanggal 7-14 November 2013 di jalur Electronic e-Shop Channel, kemudian ditambah 100 tiket VIP yang akan didistribusikan serempak.


Konser ini akan dibanderol dengan harga Rp 600.000 untuk kelas festival, Rp 1.500.000 untuk kelas VIP, dan Rp 1.700.000 untuk kelas VVIP.


Melly berharap konsernya kali ini dapat menjadi referensi buat adik-adik seniman dan juga akan memberi angin segar bagi industri perfilman dan musik Indonesia. Konser akan berlangsung selama dua jam dan juga akan menyediakan bagi 3.500 penggemar Melly yang ingin menyaksikannya secara langsung.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Jakarta Jadi Target Barometer \"Zero Corruption\"





JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi target barometer provinsi bebas korupsi atau zero corruption. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Pemprov DKI telah membangun komitmen dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Kejaksaan Agung untuk mewujudkan program tersebut.


"BPK, BPKP, KPK, PPATK, dan Kejaksaan sudah berkomitmen membuat Jakarta zero korupsi," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (24/10/2013).


Menurut Basuki, Jakarta selalu menjadi barometer dan semua lembaga tersebut mengharapkan agar Ibu Kota dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain. Lembaga-lembaga pemeriksa pengawas keuangan kini telah masuk ke dalam pengawasan anggaran Pemprov DKI. Selain itu, Basuki mengklaim bahwa lembaga-lembaga pengawas keuangan itu mau bekerja sama karena Jakarta dipimpin oleh pemimpin yang mendukung antikorupsi. Hal itu antara lain ditunjukkan dengan tidak adanya praktik politik uang dalam pencalonan Joko Widodo dan Basuki sebagai Gubernur dan Wagub DKI pada pemilihan kepala daerah tahun lalu.


"Ya, mereka bikin targetnya seperti itu. Sejak kita naik, mereka mengharapkan Jakarta jadi model tidak ada korupsi," kata Basuki.


Untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan anggaran, Pemprov DKI akan menerapkan sistem e-budgeting mulai tahun depan. Dengan e-budgeting, hanya Gubernur DKI dan pemegang otoritas tertentu yang memiliki password yang memiliki kewenangan mengubah anggaran. Apabila ada yang tidak setuju dengan sistem itu, maka dapat dicurigai sebagai "pemain anggaran". Namun, kata Basuki, hingga saat ini DPRD DKI masih enggan membahas sistem e-budgeting.


Bersama BPK, Pemprov DKI pun telah menciptakan sistem transaksi keuangan yang transparan yang dinamakan NCT (Non-Cash Transaction). Sistem tersebut dapat menutup celah korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di tubuh Pemprov DKI. Melalui sistem tersebut, transaksi antara Pemprov DKI dan rekanan atau pihak ketiga tidak lagi dilakukan secara langsung, tetapi wajib bertransaksi dari bank ke bank. Hal ini juga berlaku bagi pihak ketiga yang membelanjakan uang itu.


Selain akan mengaudit dan mengawasi transaksi keuangan di tubuh Pemprov DKI, sistem itu juga akan mengawasi pengelolaan keuangan oleh badan usaha milik daerah DKI Jakarta. Melalui sistem itu, akan diketahui siapa saja yang melakukan tindak korupsi. Transaksi keuangan itu akan diaudit oleh auditor yang telah terakreditasi dengan dibantu oleh BPKP.





Editor : Laksono Hari Wiwoho







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











3:52 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger