Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Jajang C Noer Dukung Terus Perfilman Nasional

Written By RajaBlog on Saturday, October 19, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Aktris senior Jajang C. Noer tetap terus mendukung film Indonesia ke depannya, meskipun banyak kritik terkait maju mundurnya perfilman nasional.


Menurut wanita 61 tahun itu, masyarakat perlu mendapat edukasi terkait film. Karya itu merupakan hasil pemikiran dan kreativitas pembuat film (filmmaker) yang harus mempunyai jalan guna karyanya dapat disebarluaskan kepada khalayak luas.


”Bagi saya, film bagian yang tak dapat dipisahkan. Saya sangat senang dan tertarik dengan film dan apapun itu yang berkaitan film,” ucap Jajang yang telah memainkan deretan judul film saat jumpa pers Apresiasi Film Indonesia 2013 di Kemendikbud, Jakarta.


Ketika dirinya diajak menjadi salah satu dewan juri Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013, Jajang pun langsung semangat dan menerimanya. Ia mengaku senang karena apresiasi film Indonesia ini adalah bukti apresiasi bagi para pembuat film yang akhirnya lebih diperhatikan oleh pemerintah.


Bersama dewan juri lainnya seperti Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale dan Wahyu Hidayat, mereka siap memberikan yang terbaik bagi insan film nasional.


”Saya akui semangat generasi muda akan kepedulian film masih ada. Industri film terus berlanjut hingga sekarang. Mulai dari era awal perfilman Indonesia pada dekade 40-an sampai kini. Sekarang tinggal memberikan wadah, kesempatan dan apresiasi saja pada mereka agar lebih bisa menghasilkan karya-karya yang bagus,” ungkap dia.


Namun sayangnya, bioskop sebagai salah satu media penyebaran film tidak terdapat di seluruh kota. Banyak kota kecil yang belum mempunyai bioskop. Maka Jajang pun banyak bercerita lewat akun twitternya sebagai media edukasi film nasional.


”Saat ada film Indonesia yang sedang rilis misalnya, ada banyak tuh tanggapan di akun Twitter,” jelas wanita yang juga berprofesi sebagai sutradara.


Selain itu, bagi Jajang, AFI 2013 dapat dijadikan masyarakat untuk menilai festival film mana saja yang baik, karena saat ini banyak sekali acara mengenai perfilman nasional.


"Semoga dengan adanya AFI ini menjadi ajang untuk para pembuat film agar film yang diciptakan menjadi lebih baik lagi. Sementara bagi masyarakat, janganlah hanya menonton tetapi ayo membuat film karena orang Indonesia itu kreatif,” ajak perempuan kelahiran Paris, 28 Juni 1952 itu. 


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi \"Endus\" Pejabat Sudin yang \"Enggak Bener\"






JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo geram atas banyaknya pegawai negeri sipil di Suku Dinas Pemerintah Kota Jakarta yang kinerjanya jauh dari harapan. Tidak main-main, Jokowi akan mencopot pejabat yang telah "diciumnya" memiliki kinerja tidak baik tersebut.

Ditemui di sela acara pribadinya di Jakarta,Sabtu (19/10/2013) siang, Jokowi mengaku telah mencium adanya kebobrokan kinerja pejabat di berbagai suku dinas (sudin) di Jakarta. Dia pun mengaku paham mengapa para PNS itu bertindak demikian.

"Banyak sudin yang enggak bener. Kebanyakan itu mereka merasa jauh dari kontrol saya dan merasa jauh dari pengawasan, sehingga kerjanya tidak serius," ujarnya.

Jokowi mengatakan, pejabat suku dinas yang tak bekerja dengan baik tersebar merata di lima wali kota dan satu kabupaten kota di Jakarta. Namun, Jokowi enggan menyebutkannya secara detail.

Satu jabatan yang paling ketahuan yakni Sudin Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan Jakarta Timur, instansi yang kena amuk Jokowi saat melakukan sidak, Jumat(18/10/2013) lalu. Orang nomor satu di Jakarta itu pun melontarkan candaan terkait nasib pejabat yang dimaksud. "Siapa yang bilang mau dicopot? Mau tak ganti," ujar Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, amarah Gubernur DKI Joko Widodo memuncak saat ia mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (18/10/2013) siang. Ia mendapati kepala Suku Dinas UMKMP Jakarta Timur beserta stafnya tak berada di meja saat jam kerja.

Jokowi yang kala itu berlaku layaknya masyarakat yang ingin mengurus izin pun marah. Sebundel data yang dia pegang dilempar ke salah satu meja pejabat itu hingga mengagetkan semua yang ada di ruangan.

Tak hanya itu, tanpa berkomentar, dia melenggang keluar ruangan ke mobilnya sambil membanting pintu mobilnya dengan wajah dingin.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko


















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Partai Demokrat: Jangan Tanya Presiden soal Bunda Putri






JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga kini sosok Bunda Putri masih misterius. Padahal, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah meminta kepolisian dan intelijen untuk mencari tahu identitas Bunda Putri.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf mengatakan mengenai sosok Bunda Putri jangan lagi ditanyakan pada Presiden. Sebab, Presiden sudah dengan tegas mengatakan tidak kenal dengan Bunda Putri.

"Ada apa dengan Bunda Putri? Bukan dipertanyakan kepada Presiden, tapi justru pada LHI (Luthfi Hasan Ishaaq)," kata Nurhayati di Jakarta, Sabtu (19/10/2013).

Luthfi yang merupakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu memang orang yang pertama kali menyebut SBY dekat dengan Bunda Putri. Hal itu disampaikan Luthfi ketika bersaksi di persidangan kasus dugaan suap impor daging sapi dan pencucian uang dengan terdakwa Ahmad Fathanah.

Mengenai sosok Bunda Putri yang belum terungkap, Nurhayati meminta publik bersabar. "Kan sudah diserahkan ke Kapolri kalau tidak salah. Sabar, dong. Presiden bicara semua dikomentari. Hargailah. Kita belajar menghargai siapa saja pimpinan kita, apalagi Presiden," katanya.

Foto seorang wanita yang disebut sebagai Bunda Putri dengan para pejabat juga telah beredar di dunia maya. Salah satunya foto dengan Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng.

Nurhayati meminta publik tak langsung menyimpulkan bahwa para pejabat tersebut kenal dengan Bunda Putri. Menurutnya, banyak orang yang suka meminta foto bersama dengan pejabat.

"Kalau ada foto yang ngaku-ngaku itu, kan biasa. Saya biasa foto di konstituen, sering orang minta foto bareng saya. Apa saya keberatan foto sama rakyat?" kata Nurhayati.

Hingga kini Luthfi mengaku tak tahu identitas asli Bunda Putri. Dia pertama kali mengenal Bunda Putri di rumah Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin. Luthfi juga pernah mendatangi rumah Bunda Putri di Pondok Indah.

Luthfi datang setelah mendapat kabar rekannya Ahmad Fathanah ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Saat itu, ia mendengar kabar melalui pemberitaan bahwa KPK juga menangkap seorang sopir menteri.

Tujuan Luthfi ke rumah Bunda Putri untuk menanyakan kebijakan reshuffle kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Luthfi khawatir penangkapan oleh KPK bermuatan politis dan hanya untuk menggeser menteri yang menjadi jatah PKS.

Luthfi mengetahui Bunda Putri sebagai orang yang sangat dekat dengan SBY. Pernyataan Luthfi itu langsung membuat SBY geram. SBY menyebut Luthfi bohong 1.000 persen. Bunda Putri juga diketahuinya sebagai anak salah satu pendiri Partai Golkar.

Sementara itu, jaksa pernah memutar rekaman pembicaraan antara Luthfi dan Bunda Putri melalui ponsel Ridwan. Pada rekaman itu, Luthfi menyebut Bunda Putri bisa mengondisikan decision maker atau pengambil keputusan.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko
















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Subhan Aksa Optimistis Raih Podium WRC-2

- Pereli Indonesia binaan Bosowa Fastron Rally Team (BFRT), Subhan "Ubang" Aksa, akan kembali bersaing di RACC Rally de Espana. Kali ini, Ubang akan bertarung di kelas WRC-2 yang menjadi gerbang terakhir menuju kancah tertinggi WRC. Ubang akan berangkat ke Spanyol pada Minggu (20/10/2013) untuk survei cuaca dan lintasan.


Ubang mengungkapkan, kesempatan untuk naik ke podium tetap ada. Namun persaingan yang ketat membuat pereli Indonesia tersebut menjawab, "Fifty-fifty, karena dalam reli banyak hal yang tak bisa diduga. Tetapi, saya optimistis bisa podium," katanya saat memberikan keterangan pers di Sudirman, Sabtu (19/10/2013).

Ubang menjelaskan, rivalitas di WRC-2 jauh lebih ketat dibandingka PWRC tahun lalu, kontestannya pun hampir dua kali lebih banyak. Para pereli profesional seperti mantan pebalap F1 asal Polandia Robert Kubica, pereli Jerman Sepp Wiegan, dan pereli Inggris Elfyn Evans, juga akan turun untuk bertanding.

"Mereka itu yang bakal jadi lawan berat di antara 14 peserta WRC-2 yang turun di Spanyol berdasarkan entry list saat ini. Semuanya sudah pernah kami hadapi di seri-seri sebelumnya. Sejauh ini ada saat kami menang dan kalah dari mereka," ujar Ubang yang menjadi pereli pertama yang mematahkan dominasi Kubica di Rally Yunani 2013.

Kala itu Kubica memborong kemenangan SS1 hingga SS9. Setelah sempat menempel ketat pada SS9, Ubang pun menjuarai SS10 dengan selisih waktu 2,5 detik atas Kubica. Sejak saat itu, Kubica lebih bermain aman dan empat SS berikutnya menjadi milik Youri Protasov (Ukraina). Ubang terhenti di SS11 karena kecelakaan dalam posisi empat besar secara keseluruhan.

"Saya percaya pada nasib dan yang bisa kita lakukan hanya berdoa. Dari segi performa, kami sesungguhnya bisa bersaing dengan pereli papan atas WRC-2 meski belum sampai pada tahap perebutan gelar juara. Untuk sampai ke level itu, saya masih memerlukan lebih banyak jam terbang," tambah Ubang.

Ubang tak ingin terbebani dengan mematok target podium seperti musim lalu. Ia memastikan akan berjuang maksimal untuk hasil akhir yang maksimal.

"Jika hasilnya podium lagi ya Alhamdulillah. Yang pasti, kami ingin jalani reli dengan kondisi normal dan coba bertarung ke level lebih tinggi seperti di Yunani dan Jerman. Insya Allah kali ini perjuangan kami juga dibarengi keberuntungan," tutup Ubang.

3:01 PM | 0 komentar | Read More

Alasan Dewi Perssik Rela Hirup Udara Lumpur Sidoarjo

Written By RajaBlog on Friday, October 18, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Artis Dewi Perssik rela tubuh seksinya harus dilumuri lumpur dari atas hingga bawah yang terbuat dari kanji serta tepung warna. Hal itu dilakoninya demi film layar lebar horor terbaru bertajuk "Bangkit dari Lumpur".


"Iya, aku syuting di Surabaya dengan latar belakang lokasi bencana lumpur Sidoarjo. Syutingnya sekitar 16 hari dan harus dilumuri lumpur ya. Ya, semuanya jadi sampai lengket dan nggak disuruh mandi semalaman," ujarnya saat berbagi pengalaman seru pada press junket film "Bangkit dari Lumpur" di Cafe Demang, Sarinah, Jakarta, Kamis (17/10).


Penyanyi yang terkenal lewat goyang gergajinya itu ternyata memang harus profesional dalam berakting. Demi menghasilkan karya terbaiknya dari arahan sutradara Sridhar Jetty dan Irwan Ibon, wanita yang akrab disapa Depe itu pun harus melewati banyak rintangan.


Mulai dari adegan pole dance, striptease, serta adegan ciuman yang diulang-ulang. Hingga, menghirup udara kotor dari kawasan lumpur Sidoarjo.


"Aku itu punya sinus dan saat syuting ya kita nggak boleh pakai masker. Tapi aku nggak kenapa-kenapa. Tapi yang membuat aku harus adalah aku bisa bertemu dengan korban lumpur Lapindo dan banyak mendengar curhatan dari mereka. Itu yang membuat aku menjadi semangat," ucap bintang film "Pantai Selatan" itu.


Film 'Bangkit Dari Lumpur' juga dibintangi oleh Febriani, Harry Chan, dan lainnya. Film produksi Sentra Film ini rencananya akan tayang di bioskop mulai 31 Oktober 2013.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi: Cabut Pentil Hanya Pemanasan Saja






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo mengungkapkan, penindakan hukum bagi pengendara yang parkir sembarangan dengan cabut pentil ban merupakan aksi pemanasan saja.


Selanjutnya, sanksi bagi mereka yang masih membandel parkir sembarangan adalah pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). "Arahnya ke memblokir STNK. Ini (cabut pentil) hanya pemanasan saja, biar kapok," ujar Jokowi di sela blusukannya, Jumat (18/10/2013) pagi.


Jokowi mengatakan, cabut pentil ban seperti itu cukup ampuh dalam menghukum pengendara kendaraan bermotor yang parkir sembarangan. Itu terbukti, meski penegakannya tidak merata, di beberapa tempat telah bersih dari para pengendara kendaraan yang membandel.


"Pokoknya kita tertibkan sampai tertib hukum dan tertib sosial. Supaya enggak parkir sembarangan sehingga enggak perlu cabut-cabut pentil itu," lanjut Jokowi.


Sebelumnya, penegakan hukum bagi motor yang parkir di sembarang tempat dengan mencabut pentil bannya telah berlangsung lebih dari satu minggu. Setidaknya ada lebih dari 3.000 unit kendaraan roda dua dan roda empat di lima wilayah di Jakarta telah ditindak dalam aksi itu.


Di beberapa tempat masyarakat ada yang melawan. Mereka menolak dicabut pentil ban dengan berbagai alasan. Meski demikian, petugas tak surut nyali. Mereka tetap ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

PDI-P: Tak Ada Skenario Duetkan Jokowi-Prananda






JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo membantah pihaknya memiliki skenario menduetkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan putra Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo. Tjahjo menegaskan, keputusan PDI Perjuangan menentukan calon presidennya masih menunggu hasil pemilihan legislatif tahun depan.

"Tidak ada skenario apa-apa soal Jokowi-Prananda," kata Tjahjo, saat dihubungi, Jumat (18/10/2013).



Tjahjo menuturkan, sesuai hasil rapat kerja nasional PDI Perjuangan pada September lalu, penentuan calon presiden sepenuhnya menjadi kewenangan Megawati sebagai Ketua Umum partai berlambang banteng tersebut. Selain menunggu hasil pemilihan legislatif, PDI Perjuangan juga akan mencermati dinamika politik nasional sebelum menentukan seseorang yang dijagokan sebagai calon presiden.

"Bagaimana momentumnya (menentukan calon presiden), kita tunggu hasil pemilu legislatif, mencermati dinamika politik yang ada secara nasional dan gelagat para capres dari parpol lain," ujarnya.

Untuk diketahui, nama Prananda digadang-gadang dipasangkan dengan Jokowi pada Pilpres 2014. Meski begitu, masih banyak nama yang juga bakal meramaikan, seperti Pramono Anung, Puan Maharani, Mahfud MD, Prabowo Subianto, dan Pramono Edhie Wibowo.

Jokowi dan Prananda pernah tampil di hadapan publik secara mengejutkan pada Sabtu (5/10/2013) lalu. Bersama Megawati, keduanya menyantap siang bersama di Warteg Ma'Djen di Pulomas, Jakarta Timur. Hal itu menimbulkan spekulasi bahwa kedua sosok tersebut bakal diduetkan dalam Pilpres 2014.




Editor : Caroline Damanik


















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Kejutan Remaja 17 Tahun di Turnamen Kremlin Cup





KREMLIN, KOMPAS.com - Saat 29 pemain berusia di atas 30 tahun berada dalam daftar 100 petenis putra teratas ranking dunia, rasanya menyegarkan melihat ada petenis belasan tahun yang membuat gebrakan di turnamen ATP. Dia adalah Karen Khachanov, petenis Rusia berusia 17 tahun.

Khachanov baru saja lulus sekolah menengah atas, Mei lalu. Dengan tinggi 198 sentimeter, dia memang cukup menarik perhatian. Apalagi, dia sudah membuat beberapa kejutan saat turun pada turnamen Kremlin Cup di Moskow, Rusia, pekan ini.

Khachanov lolos ke perempat final, setelah menumbangkan Albert Ramos, 6-2, 3-6, 6-4 di babak pertama, lalu menumbangkan unggulan ketiga, Janko Tipsarevic, dengan dua set langsung, 6-4, 6-4. Di perempat final, dia akan menghadapi Ivo Karlovic, hari ini, Jumat (18/10/2013).

Kremlin Cup adalah turnamen ATP keduanya dan yang ketiga di level senior. Pekan lalu, dia kalah di babak kedua St Petersburg Open, dengan mengalahkan Victor Hanescu dan kalah dari Lukas Rosol. Petenis berusia 17 tahun terakhir yang berhasil lolos ke babak delapan besar turnamen ATP adalah Kei Nishikori pada Juli 2007, di Indianapolis.

"Ini adalah bonus yang bagus bagi saya, melihat saya bertanding melawan para pemain profesional," kata Khachanov. "Ini memberi saya rasa percaya diri dan kesempatan untuk bermain lebih baik. Di St Petersburg, saya tidak terlalu merasakan tekanan. Minggu ini, karena pertandingan yang sudah saya mainkan, saya jadi lebih percaya diri."

Mantan petenis nomor satu dunia, Yevgeny Kafelnikov, yang juga manajer turnamen Kremlin Cup, merupakan salah satu yang memuji penampilan Khachanov. "Dia akan berada di 20 besar dunia pada akhir 2015, itu prediksi saya."

"Saya melihat dia bertanding kemarin (melawan Tipsarevic) dan saya tidak mengatakan ini pada banyak orang, tapi anak ini sungguh hebat. Dia tidak bermain seperti pemain yunior lagi dan tahu persis apa yang dia lakukan di lapangan... dan itu sangat hebat."




Editor : Pipit Puspita Rini















3:01 PM | 0 komentar | Read More

AFI 2013 Siap Digelar

Written By RajaBlog on Thursday, October 17, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013 untuk kali kedua siap digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Penghargaan bagi setiap karya film dan setiap aspeknya ini akan diadakan pada 4 November 2013. Nantinya penilaian pemenang di ajang ini akan dinilai berdasarkan aspek nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan pembangunan karakter bangsa.


"Industri film kita berkembang seiring meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kuantitas. Kemendikbud jelas mendorong film-film serupa ini, terutama yang berkarakter Indonesia. Sehingga ke depannya, film tidak hanya menjadi tontonan, tapi juga tuntunan," ucap Kacung Marijan, Direktur Jenderal Kebudayaan, saat acara Konferensi Pers AFI 2013 di Jakarta, Kamis(17/10).


Kemendikbud bekerjasama dengan tim ahli yang terdiri dari paktisi pendidikan, kebudayaan, perfilman, dan komunikasi akhirnya mengusung 18 kategori penghargaan. Bahkan sebagian besar dari kategori penghargaan tersebut merupakan kategori yang belum pernah ada dalam di ajang festival film mana pun, diantaranya adalah Apresiasi Festival Film, Apresiasi Komunitas, dan Apresiasi Film Independen untuk pelajar dan mahasiswa.


"Dari 18 kategori tersebut terdapat 7 kategori utama, yang keseluruhannya akan menilai film sebagai karya yang utuh," ujar Ichwan Persada, Ketua Tim Ahli AFI 2013, di acara yang sama.


Pada ketujuh kategori tersebut dewan juri AFI 2013 tidak melakukan penilaian terhadap komponen-komponen yang bersifat teknis, seperti pemeran, penyutradaraan, penyuntingan, dan sebagainya. Sebaliknya, film dinilai sebagai karya budaya yang berkualitas, digarap dengan baik, dan memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi masyarakat.


Dewan Juri untuk ajang yang akan mengabiskan dana sebesar Rp 4,4 miliar ini akan diketuai Toto Indrarto dengan beranggotakan Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C. Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan terakhir Wahyu Aditya.


"Kita ingin orang melihat AFI ini secara utuh, bukan cuma dari segi penghargaan atau kompetisinya," jelas Totot.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Gaji Pokok Gatot di BPK Sebesar Rp 4 Juta






JAKARTA, KOMPAS.com -
Gatot Supiartono, auditor senior di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menjadi tersangka otak pembunuhan istri sirinya, Holly Angelia, di Apartemen Kalibata City, akan tetap menerima gaji pokok meski kelak dinonaktifkan dari jabatannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).  Disebutkan, sebagai auditor senior, Gatot hanya memiliki gaji pokok sebesar Rp 4 juta.

Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristriawan mengatakan, jika nantinya BPK sudah menerima surat resmi dari kepolisian perihal penahanan Gatot, maka Gatot akan dinonaktifkan dari jabatannya. Meski begitu, Gatot tetap akan menerima gaji pokok, namun hanya sebesar 50 persen.


"Kalau mengacu pada peraturan, PNS yang dibebas-tugaskan menerima 50 persen dari gaji pokok. 50 persennya dari Rp 4 Juta, tunjangan tidak diberikan," kata Hendar di Gedung BPK RI, Kamis (17/10/2013).


Namun, Hendar tidak merinci berapa tunjangan yang diterima oleh Gatot selama ini. Gatot sendiri bertugas sebagai auditor di beberapa institusi, seperti di Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Polri dan TNI.


Berdasarkan penyidikan polisi, Gatot menjadi dalang pembunuhan terhadap istri sirinya, Holly Angelia (38) karena tidak tahan dengan desakan istrinya yang banyak menuntut macam-macam, dari mulai minta dibelikan apartemen, mobil dan terakhir meminta Gatot menceraikan istri sahnya.


Gatot mulai ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (16/10/2013) malam. Namun sampai siang ini, pihak BPK belum menerima secara resmi surat penahanan Gatot dari kepolisian.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















3:52 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger