Powered by Blogger.

Popular Posts Today

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By RajaBlog on Saturday, September 14, 2013 | 3:55 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













3:55 PM | 0 komentar | Read More

Depan Stasiun Tanah Abang Jadi Pasar Tiap Senin dan Kamis





JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu lahan parkir di depan Stasiun Tanah Abang masih terlihat menjadi lokasi pedagang untuk menggelar dagangan. Mereka yang berdagang di sana karena tidak mendapat tempat kios di Blok G yang hanya diperuntukkan pedagang ber-KTP DKI Jakarta.


Seorang penjaga lahan parkir, Insan (57), membenarkan ada pedagang yang menjajakan dagangannya di area parkir kendaraan bermotor di seberang stasiun. Namun, aktivitas tersebut tidak dilakukan setiap hari.

"Di sini kalau Senin dan Kamis memang ada yang jualan, tetapi bukan dari PKL. Mereka semua dari Bandung dan Tasik," ujar Insan di tempat parkir motor dan mobil depan Stasiun Tanah Abang, Jumat (13/09/2013) kemarin.


Insan menuturkan, para pedagang di lokasi ini sudah lama berjualan di area parkir yang biasa dikenal dengan Pasar Tasik. Pasar Tasik merupakan sebutan untuk pasar yang pedagangnya berasal dari Tasik, Bandung, dan wilayah lain di Jawa Barat.


"Kalau di Pasar Tasik sudah ada jadwal, yaitu hanya Senin dan Kamis mulai jam enam pagi sampai jam satu atau jam dua siang," kata Insan.


Ia menambahkan, Pasar Tasik sudah lama beroperasi di depan Stasiun Pasar Tanah Abang dan sudah mendapat izin berjualan.

"Sekitar delapan tahun lebih, Pasar Tasik itu bukan orang-orang yang pernah dagang di depan Pasar Tanah Abang. Mereka sudah lama berdagang di sini," kata Insan.


Di tempat yang sama, Heri (32), yang bekerja sebagai ojek di depan Stasiun Tanah Abang, juga berpendapat hal yang sama terkait penggunaan lahan parkir selama dua hari, diperuntukkan untuk pedagang Pasar Tasik.

"Kalau di sini enggak sembarangan masuk. Bukan orang-orang kaki lima, tetapi ini emang sudah lama," katanya.





Editor : Tri Wahono







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











3:52 PM | 0 komentar | Read More

Polri: Kasus Briptu Ruslan Bukan untuk Pengaburan





JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Ronny Sompie menegaskan, kasus penembakan terhadap Briptu Ruslan di Cimanggis, Depok, murni kasus kriminal pencurian kendaraan bermotor. Ia membantah kasus ini adalah upaya pengaburan yang dilakukan pelaku penembakan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

"Pasalnya 365 KUHP. Saya lihat ini murni pencurian kendaraan bermotor, bukan pengaburan. Daerah Cimanggis memang rawan pencurian bermotor karena itu harus ditingkatkan," ujar Ronny usai diskusi di Jakarta, Sabtu (14/9/2013).

Ronny mengatakan, pelaku penembakan terhadap Ruslan berbeda dengan pelaku yang menembak Aipda Sukardi di depan Gedung KPK. Menurutnya, pelaku penembakan Ruslan adalah komplotan curanmor yang selalu beraksi di kawasan Cimanggis. Polisi pun, kata Ronny, sudah mengetahui identitas pelaku.

"Itu mudah dikenali Polres Depok. Pasalnya, di daerah sana sudah diketahui kelompok curanmor yang beroperasi," ujarnya.

Seperti diberitakan, penembakan kembali terjadi pada Jumat (13/9/2013) malam. Korban ialah Briptu Ruslan yang bertugas di Satuan Sabhara Mabes Polri. Ketika itu, Ruslan tengah berada di tempat pencucian motor Arema Car Wash, perumahan Bhakti ABRI, Cimanggis, Depok. Ruslan saat itu baru saja selesai mencuci sepeda motor miliknya, Kawasaki Ninja 250 cc.

Tiba-tiba, Ruslan yang masih dalam kondisi duduk diminta untuk menyerahkan kunci sepeda motor miliknya kepada pelaku. Tak sekadar meminta, pelaku pun menembak lutut kaki Ruslan. Pelaku kemudian merampas motor Ruslan dan melarikan diri menggunakan dua sepeda motor Honda Beat warna hitam dan putih menuju arah Tapos, Bogor. Ruslan kini dirawat di RS Polri Kramatjati.




Editor : Hindra Liauw


















3:39 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By RajaBlog on Friday, September 13, 2013 | 3:56 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













3:56 PM | 0 komentar | Read More

Pak Raden dan Capres Idolanya






JAKARTA, KOMPAS.com — Sambil menunggu bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Pak Raden di serial Si Unyil, Drs Suyadi, berbagi cerita terkait capres yang akan didukungnya kelak.

"Saya pilih tokoh politik yang luhur dan bijaksana untuk menjadi capres," kata Pak Raden di Balaikota Jakarta, Jumat (13/9/2013).

Pak Raden kemudian menyanyikan lagu khas Jawa berjudul "Sekar Pucung". Lagu itu, kata dia, menggambarkan kriteria pemimpin Indonesia yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia.

"Sopo wae. Sing penting budine luhur, biso momong rakyat, wicaksono sarto adil. Kang pun pilih memimpin negoro kito," begitu lirik yang dilantunkan oleh Pak Raden. Lirik tersebut berarti "Siapa saja, yang penting berbudi berbudi luhur, mampu membimbing rakyat, bijaksana, serta adil. Dialah yang saya pilih memimpin negara kita."

Kendati demikian, Pak Raden enggan menyebutkan nama tokoh nasional jagoannya untuk menjadi orang nomor satu di Ibu Kota.

Saat menyambangi Balaikota Jakarta, Pak Raden menggunakan beskap berwarna merah. Apakah itu berarti ia akan memilih capres yang diusung oleh partai yang didominasi warna merah, yaitu PDI-Perjuangan, ia tertawa. "Sehari-hari, saya pakai baju hitam. Kalau sekarang pakai baju merah, ya iseng saja," ucapnya.

Selain menceritakan tentang tokoh capres idealnya, Pak Raden juga menceritakan tokoh-tokoh idolanya sejak ia kecil, seperti Walt Disney, pengarang dongeng terkenal Hans Christian Andersen, dan pedalang Ki Narto Sapto.

Kedatangannya ke Balaikota Jakarta adalah untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Pak Raden ingin menjual karyanya, berupa lukisan, yang berjudul "Perang Kembang". Pria berkumis tebal itu akan menjual lukisan itu seharga Rp 60 juta kepada Jokowi.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

AS: Pasukan Indonesia Kuat Hadapi Terorisme






JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat menilai Indonesia memiliki pasukan yang cukup kuat dan solid untuk memberantas aksi terorisme.

Hal tersebut disampaikan Deputy Assistant Secretary of Defense for Special Operation, William F Wechsler, dalam acara penutupan Pelatihan Penanggulangan Terorisme Se-Asean, di Sentul, Bogor, Jumat (13/9/2013).

"Saya melihat Indonesia adalah negara yang memiliki pasukan yang solid, kepemimpinan yang kuat, dan tentunya mampu memerangi terorisme," kata Wechsler.

William memberikan penilaiannya tersebut berdasarkan pelatihan penanggulangan terorisme yang diikuti pasukannya selama lima hari di Indonesia. Selain mempunyai pasukan yang solid, William juga menilai Indonesia memiliki fasilitas dan peralatan tempur yang lengkap.

"Hari ini kita sudah melihat hasil pelatihan bersama yang kita lakukan. Saya harap ini hanya permulaan. Ke depannya, kita bisa terus berkonsolidasi untuk memberantas masalah terorisme ini," lanjut Wechsler.

Latihan Bersama Counter Terrorism Exercise (CTx) atau Pelatihan Penanggulangan Terorisme diikuti 10 negara ASEAN dan 8 negara partner ASEAN. Latihan bersama ini berada di dalam payung ADMM Plus. Semua negara anggota sepakat bahwa terorisme adalah musuh bersama.




Editor : Hindra Liauw
















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Anang Siap Dipanggil Kejaksaan Negeri Jember

Written By RajaBlog on Thursday, September 12, 2013 | 3:56 PM


Jakarta - Artis dan penyanyi Anang Hermansyah menanggapi santai dugaan penggunaan dana APBD Jember, Jawa Timur sebesar Rp 6,5 miliar. Dana tersebut kabarnya digunakan untuk acara "ngunduh mantu" mewah 2012 lalu yang menjadi bagian penyelanggaraan BBJ (Bulan Berkunjung Jember).


"Aku bilang ini sudah ada di ranah hukum, buat aku tunggu perkembangan, kelanjutannya," ungkap mantan suami Krisdayanti ini saat ditemui Rabu malam di RSPI usai menjenguk Dul.


Anang sampai saat ini masih terus menunggu proses hukum. Kasusnya sendiri tengah diselidiki oleh pihak Kejaksaan Negeri Jember.


"Buat omong itu bukan waktu yang tepat sekarang. Makanya nanti, aku bilang lebih baik tunggu prosesnya saja. Untuk lebih jauh itu biar kakakku yang jelaskan," ujar ayah dua anak itu.


Anang pun mengaku siap bila nantinya dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Jember untuk diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana Rp 6,5 milliar itu.


"Untuk hukum aku siap," tegasnya singkat.


3:56 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













3:55 PM | 0 komentar | Read More

Polisi Olah TKP, Museum Nasional Tetap Dibuka






JAKARTA, KOMPAS.com -
Hilangnya empat artefak yang terbuat dari emas rupanya tak memengaruhi aktivitas rutin di Museum Nasional Republik Indonesia (RI) atau sering disebut Museum Gajah di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2013). Pihak pengelola memilih untuk tetap memberi kesempatan kepada pengunjung agar bisa melihat benda-benda peninggalan bersejarah di lokasi tersebut.


Sejumlah pengunjung yang didominasi turis asing masih terlihat lalu lalang menikmati beragam koleksi benda-benda peninggalan di lokasi tersebut, di tengah upaya kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Tidak ada peringatan atau pun garis polisi yang di pasang di dalam dan luar museum. Hanya saja, pihak keamanan musium terlihat memenuhi lobi utama museum untuk berjaga-jaga agar para pewarta yang hendak meliput tidak naik ke lantai dua.


Seorang pengunjung mengaku baru mengetahui bahwa sejumlah koleksi di museum tersebut telah hilang. "Saya tidak tahu. Baru tahu karena banyak media di sini. Di seluruh penjuru dunia memang sering terjadi hal seperti ini," kata Ventzeslav Sabev, pengunjung asal Bulgaria, Kamis (12/9/2013).


Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat artefak emas yang berada di lokasi museum tersebut hilang. Belum diketahui pasti sejak kapan benda koleksi itu raib dari tempatnya.


"Ada empat artefak emas yang hilang," ujar Kanit Reskrim Polsek Gambir, Kompol Joko Waluyo ketika dihubungi oleh wartawan di museum nasional.


Menurut Joko pihak museum nasional baru akan memberikan konferensi pers pada pukul 16.00 wib. "Nanti ada konferensi pers dengan dirjen. Pihak museum belum laporan jadi kami belum tahu," tuntasnya.


Sementara itu, menurut keterangan dari seorang petugas kebersihan yang tidak ingin disebutkan namanya bahwa artefak emas itu disimpan lantai 2 dan lantai 4.


Kalau artefak dilantai 2 adalah tempat penyimpanan artefak emas yang berukuran kecil, sedangkan lantai 4 tempat penyimpanan artefak dengan ukuran besar.


"Ruang artefak yang lantai dua itu nama gedungnya ruang emas yang menyimpan artefak emas," katanya.






Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Konvensi Capres Demokrat Ditaksir Habiskan Rp 40 Miliar






JAKARTA, KOMPAS.com - Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Indrawati Sukadis mengungkapkan, anggaran Konvensi Capres Partai Demokrat ditaksir menghabiskan dana Rp 40 miliar. Sebagian besar dana berasal dari para kader Partai Demokrat.

"Anggarannya sudah ditetapkan sebesar Rp 40 miliar," ujar Indrawati, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/9/2013).

Anggaran itu, kata Indrawati, sebagian besar digunakan untuk mengkampanyekan 11 peserta konvensi melalui beberapa media kampanye seperti debat, wawancara, dan survei.

"Paling besar yaitu pengeluaran media. Airtime-nya saja sudah besar sekali," katanya.

Indrawati mengatakan, masing-masing calon akan mendapatkan kesempatan debat dan wawancara sebanyak 2-3 kali di tiga stasiun televisi yang ditunjuk.

Para peserta konvensi juga akan disurvei oleh tiga lembaga survei. Survei-survei ini akan diawasi oleh sebuah lembaga audit yang dibentuk komite konvensi. Untuk mencukupi kebutuhan dana Rp 40 miliar ini, Indrawati mengatakan, kader-kader Partai Demokrat siap memberikan sumbangannya. Sumbangan dari para kader ini, disebutnya, menjadi pemasukan terbesar untuk konvensi.

"Selain itu, ada sumber yang boleh dikatakan tidak terikat. Di mana-mana kami punya sumber seperti itu," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Sumber dana tidak terikat itu, lanjut Indrawati, paling banyak berasal dari para mantan pengurus dan kader Partai Demokrat. Sementara, dari kalangan pengusaha, ia enggan menyampaikannya.

"Kalau pengusaha, belum terpantau," kata Indrawati.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











3:39 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger