Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Polisi: Tak Ada Data Penting di Komputer yang Dicuri

Written By RajaBlog on Wednesday, April 10, 2013 | 3:52 PM





Polisi: Tak Ada Data Penting di Komputer yang Dicuri





Penulis : Norma Gesita | Rabu, 10 April 2013 | 15:38 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ada data penting di dalam komputer yang hilang dari ruang kerja Kantor Kedutaan Besar Maroko. Pencurian satu set komputer ini terjadi di Jalan Denpasar Raya Blok A-13, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2013).


"Enggak, setelah diperiksa memang enggak ada data penting di dalam komputer yang dicuri," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/4/2013) siang.


Sebelumnya, ada dugaan bahwa kasus pencurian itu dilakukan dengan motif tertentu. Namun, setelah hasil pemeriksaan data selesai dilakukan, tidak ada indikasi lain selain pencurian dalam kasus ini. "Belum ada indikasi lain selain kecurian biasa," tutur Rikwanto.


Aparat Polsektro Setiabudi selaku penyidik masih mencari pelaku pencurian dan terus melanjutkan penelitian di TKP. Barang bukti yang ditemukan berupa gergaji besi, solasi putih, dan bungkus rokok yang diduga milik pelaku masih terus didalami.


Pelaku masuk ke ruang kerja di kantor kedutaan dengan merusak kunci jendela ruang kerja lebih dahulu. Barang yang hilang adalah satu unit komputer, terdiri dari CPU, keyboard, layar monitor, dan scanner. Komputer diketahui raib pada Senin sekitar pukul 08.30. Barang tersebut hilang dari ruang kerja staf diplomat kedutaan, Mustafa Ghanmi. Informasi pencurian satu set komputer tersebut didapatkan dari Ruth, seketaris di kedutaan.






Editor :


Hertanto Soebijoto














3:52 PM | 0 komentar | Read More

Presiden Terima Pimpinan DPD





Presiden Terima Pimpinan DPD





Penulis : Sandro Gatra | Rabu, 10 April 2013 | 15:26 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima pimpinan Dewan Perwakilan Daerah di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (10/4/2013) sore. Dua pimpinan DPD yang hadir, yakni Irman Gusman dan La Ode Ida.


Presiden didampingi Wakil Presiden Boediono, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Sekretaris Negara Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.


Irman mengatakan, pertemuan ini atas inisiatif pihaknya. Tujuannya, ingin membicarakan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi terkait uji materi Undang-Undang Nomor 27/2009 adalah tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.


"Bagaimana mengimplementasikan putusan itu dalam pelaksanaannya. Dalam pembahasan UU kan DPD setara dengan DPR dan Presiden," kata Irman.


Seperti diberitakan, pascaputusan MK, DPD menjadi punya hak dan kewenangan untuk mengusulkan RUU, membahas UU serta menyusun Program Legislasi Nasional (Prolegnas). Sebelumnya, kewenangan itu berada ditangan DPR dan pemerintah.

















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Etape Dua Women Across Borneo Dirasa Berat



Balap Sepeda


Etape Dua Women Across Borneo Dirasa Berat





Penulis : Agustinus Handoko | Rabu, 10 April 2013 | 12:39 WIB











Foto:






PONTIANAK, KOMPAS.com- Tim pesepeda Ekspedisi Women Across Borneo melanjutkan etape ketiga dari Ngabang, Kabupaten Landak, pukul 11.00 WIB menuju Simpang Tanjung, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2013), setelah menyempatkan diri mengunjungi Keraton Kesultanan Ngabang.


Etape kedua yang diselesaikan pada Rabu malam dirasa cukup berat bagi para perempuan peserta ekspedisi. Etape kedua menempuh jarak 130 kilometer dari Peniraman, Kabupaten Pontianak, menuju Ngabang. Jarak 60 kilometer pertama adalah jalan mendatar, tetapi 70 kilometer berikutnya adalah jalanan naik turun yang menguras tenaga.


Menurut bagian operasional tim, Lindawati, di 12 kilometer terakhir, sepeda milik salah seorang peserta, Resti, mengalami sedikit masalah, tetapi perjalanan rombongan masih bisa dilanjutkan walaupun akhirnya baru tiba di Ngabang pukul 20.07 WIB.


Ekspedisi yang diikuti oleh ujuh perempuan pegawai Caldera Sobek Corporation akan menempuh jarak 480 kilomeyer dari Kota Pontianak menuju Kota Kuching, Negara Bagian Sarawak, Malaysia.


Setelah menyelesaikan perjalanan bersepeda, ekspedisi akan dilanjutkan dengan susur goa di Taman Nasional Mulu, Sarawak, dan ditutup dengan pendakian ke Gunung Kinabalu, Negara Bagian Sabah, Malayaia.






Editor :


Marcus Suprihadi















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Rahasia Kecantikan Vivian Chow di Usia 45 Tahun

Written By RajaBlog on Tuesday, April 9, 2013 | 3:55 PM


Waktu sepertinya tidak memiliki efek bagi kecantikan Vivian Chow. Ia kini sudah berusia 45 tahun dan sama sekali belum pernah melakukan operasi plastik atau melakukan sulap kosmetik. Ia hanya menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya.


Pihak manajemen Vivian, JayneStars mengungkapkan, jika artis cantik itu tampil dengan penampilan terbaru saat hadir di ulang tahun ke-35 Sasa, humas manajemen tempat Vivian bernaung.


Ia tampil dengan tubuh indah dan seksi. Namun Vivian bisa tetap menjaga perasaan sang suami, Joe Nieh.


Vivian hadir dengan gaun sifon hitam yang sedikit terbuka.


Berbicara tentang suaminya, Vivian membanah isu yang menyebutkian ia telah meninggalkan sang suami.


"Suami saya tidak merasa ditinggalkan, itu hanya bisa-bisanya media saja," ujarnya seperti dikutip Divaasia.


Dalam kesempatan itu, ia juga membantah akan kembali bekerjasama dengan TVB, bermain dalam sebuah judul serial dan menyanyikan lagu tema dari serial tersebut.


"Terlalu banyak jadwal syuting, sehingga untuk itu (bekerjasama dengan TVB) mungkin belum," ujarnya.


Penampilan Vivian mungkin menjadi impian setiap perempuan Asia. Memiliki kulit putih bercahaya dan terjaga kekencangannya. Vivian pun kemudian berbagi rahasia perawatan kulitnya.


"Paling utama adalah menjaga kesehatan, itu akan berpengaruh kepada kecantikan. Anda juga perlu tahu kebutuhan kulit dan jangan coba-coba dengan produk perawatan kulit yang tidak tepat," ujarnya.


"Di usia tertentu, kita akan menghadapi kenyataan bahwa elastisitas kulit akan berkurang dan itu bisa diatasi dengan menggunakan produk yang memiliki kolagen tinggi," tambah Vivian.


"Satu hal lagi, rahasianya adalah selalu menjaga kebahagiaan. Ingat untuk selalu tersenyum setiap hari," imbuhnya.


Vivian juga mengungkapkan makna dari kebahagiaan dalam hidup.


"Ini tergantung dari sikap Anda dalam hidup. Bagi saya, itu ada hubungannya dengan cinta. Anda harus bisa menjaga hubungan Anda dengan orang lain dan tentu saja pasangan. Aku sudah berada di industri hiburan selama 27 tahun dan masyarakat tidak melupakan saya. Itulah karena kita memberikan cinta," bebernya.


Vivian juga mencoba untuk menyeimbangkan kehidupannya dengan melakukan beragam kegiatan sosial, salah satunya terlibat dalam kegiatan perlindungan hewan.


"Ini diperlukan untuk membangkitkan energio dan misi dalam cinta. Bagi saya, hal ini adalah pelengkap kehidupan dan akan membuat hidup semakin indah," tuturnya.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Menkeu: Waspadai Utang Swasta





Menkeu: Waspadai Utang Swasta





Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 9 April 2013 | 15:40 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan mewaspadai jumlah nilai utang Indonesia kepada luar negeri. Jika berlebihan dan mengalami gagal bayar (default), maka krisis moneter akan kembali terjadi. Utang tersebut terdiri dari utang pemerintah ke luar negeri dan utang swasta ke luar negeri.


Agus menginginkan agar utang swasta ini diwaspadai. "Saya cukup tidak nyaman dengan besarnya pertumbuhan utang swasta selama dua tahun terakhir ini. Dan juga kita amati yang perlu diwaspadai adalah jumlah utang yang jatuh tempo dalam jangka pendek," kata Agus saat ditemui di Musyawarah Nasional ke-9 Apindo di Jakarta, Selasa (9/4/2013).


Agus menilai, bila utang swasta tersebut tidak segera dikendalikan maka akan sangat berisiko bagi pemerintah. Agus juga berpesan kepada pengusaha swasta agar jangan sampai ada potensi default terhadap utang-utang tersebut.


Bila itu terjadi, kata Agus, maka hal tersebut akan mengulang kembali krisis moneter di tahun 1997-1998 dan tahun 2008 silam. Di sisi lain, bila default terjadi, maka kepercayaan asing terhadap Indonesia akan turun.


"Imbasnya mereka akan hengkang dari Indonesia dan pertumbuhan ekonomi akan turun," tambahnya.


Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), total utang luar negeri Indonesia pada kuartal III-2012 mencapai 243,910 miliar dollar AS. Utang tersebut terdiri dari utang luar negeri pemerintah sebesar 115,03 miliar dollar AS dan utang luar negeri swasta yang mencapai 123,27 miliar dollar AS.






Editor :


Erlangga Djumena
















3:55 PM | 0 komentar | Read More

Unjuk Rasa Kalideres, Halangi Perjalanan Kereta Api





Unjuk Rasa Kalideres, Halangi Perjalanan Kereta Api





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Selasa, 9 April 2013 | 15:27 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Kalideres, Jakarta Barat kembali berunjuk rasa di jalur rel kereta api. Mereka meminta supaya bisa bernegosiasi dan berbicara langsung dengan pihak PT Kerata Api Indonesia.


"Kami ingin berbicara dengan pihak PT KAI. Kami di sini enggak mau digusur," kata salah seorang pengunjuk rasa di Stasiun Kalideres, Selasa (9/4/2013).


Unjuk rasa yang dilakukan persis di jalur kereta api membuat perjalanan kereta arah Jakarta Kota-Tangerang mengalami gangguan. Kereta sempat terhenti beberapa lama karena dihadang oleh ratusan warga.


Pengunjuk rasa kembali membuka jalan dan membiarkan kereta melakukan perjalanan dari Stasiun Rawa Buaya menuju Tangerang usai bernegosiasi dengan polisi.


Kapolsektro Kalideres Kompol Danu Wiyata mengungkapkan, penggusuran lapak dan kios di pinggiran Stasiun Kalideres merupakan wewenang PT KAI. Kepolisian hanya memberikan pelayanan untuk menjaga keamanan dan ketertiban unjuk rasa ini.


"Polisi punya kewajiban menjaga lingkungan supaya enggak terjadi konflik. Polisi akan sampaikan pada PT KAI untuk bernegosiasi," kata Danu.


Danu mengatakan, pihak kepolisian hanya bisa menjembatani pertemuan kedua belah pihak antara PKL dan PT KAI. Dengan pertemuan tersebut, diharapkan kedua belah pihak bisa bernegosiasi dan menyelesaikan masalah lahan tersebut.


Pantauan Kompas.com, sampai saat ini, ratusan orang yang terdiri dari ibu-ibu dan bapak-bapak masih berada di jalur kereta api. Mereka masih menuntut untuk bisa bertemu dengan pejabat PT KAI.


Sebelumnya, bentrokan terjadi di Stasiun Kereta Api Kalideres karena adanya penertiban PKL di stasiun tersebut. Dalam aksi bentrok tersebut, terpantau warga dan petugas keamanan saling melempar batu. Bentrokan antarwarga hanya dipisahkan tembok pembatas stasiun dan pasar.


Terdapat 208 kios dan lapak yang berada di pasar belakang Stasiun Kalideres. Pedagang tidak mau ditertibkan karena sudah membayar uang keamanan kepada oknum PT KAI sebesar Rp 25.000 perbulan. Pedagang juga membayar uang keamanan kepada RT, RW, dan petugas keamanan.






Editor :


Hertanto Soebijoto















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Gus Choi dan Hermawi Taslim Gabung ke Nasdem


JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Effendi Choirie alias Gus Choi akhirnya melabuhkan pilihan politiknya ke Partai Nasdem. Gus Choi, yang dipecat PKB beberapa waktu lalu, merasa Nasdem sesuai dengan semangat perubahan yang dicita-citakannya.

"Selama 20 hari ini, sejak saya pamitan di sini, saya merenung. Saya ini aktivis dan politisi, perjuangan harus dilanjutkan. Sampailah saya pada kesimpulan, bahwa ini momentumnya saya masuk Partai Nasdem," ujar Gus Choi dalam jumpa pers di Kompleks Parlemen, Selasa (9/4/2013).

Menurutnya, ada sembilan alasan yang melatarbelakangi dirinya masuk ke Partai Nasdem. Namun, yang paling utama adalah slogan Partai Nasdem yang menyuarakan semangat restorasi.

"Ada semangat yang cocok di situ, restorasi dan perubahan. Sesuai karakter saya, saya cocok untuk ikut melakukan perubahan," katanya.

Selain itu, Gus Choi juga mengaku memiliki kedekatan historis dengan Partai Nasdem. Di Jawa Timur, mantan anggota Komisi I DPR itu merupakan salah satu deklarator pendirian ormas Nasdem. Kepindahan Gus Choi ke Partai Nasdem ini pun sekaligus menepis kabar yang menyebutkan dia bergabung ke Partai Demokrat.

"Kalau saya pindah ke Partai Demokrat, tidak benar. Alhamdullilah otak saya masih normal, bagaimana mungkin saya masuk Demokrat padahal saya dipecat PKB yang merupakan buah konspirasi Muhaimin, SBY, dan Marzuki Alie," ujar Gus Choi.

Tak hanya Gus Choi, eks politisi PKB Hermawi Taslim yang juga aktivis PMKRI mengambil langkah serupa. Hermawi menilai semangat perubahan yang dibawa Partai Nasdem sama dengan semangat perubahan yang diajarkan Gus Dur.

"Saya ingat Gus Dur pernah sampaikan tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan dan saya rasa semangat itu sama dengan yang ada di Partai Nasdem," kata Hermawi.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









3:39 PM | 0 komentar | Read More

Tim Selesaikan Etape Pontianak-Anjongan



Women Across Borneo


Tim Selesaikan Etape Pontianak-Anjongan





Penulis : Agustinus Handoko | Senin, 8 April 2013 | 21:54 WIB












PONTIANAK, KOMPAS.com - Tim sepeda ekspedisi Women Across Borneo dari Caldera Sobek Corporation menyelesaikan etape pertama dari Kota Pontianak menuju Pusat Perbenihan, Anjongan, Kabupaten Pontianak, Senin (8/4/2013). Sebanyak tujuh perempuan terlibat dalam ekspedisi menempuh jarak sepanjan 480 kilometer hingga ke Kota Kuching, Negara Bagian Sarawak, Malaysia.     


Dari Kuching, ekspedisi akan dilanjutkan dengan susur goa di Mulu National Park, Sarawak selama beberapa hari. Lalu, ekspedisi ditutup dengan pendakian ke puncak Gunung Kinabalu, Negara Bagian Sabah, Malaysia.     


Ketujuh perempuan yang terlibat ekspedisi, adalah para pekerja di Caldera dan Sobek, penyedia jasa wisata alam di Jawa Barat dan Bali. Mereka mengklaim diri bukan atlet dan merupakan perempuan biasa yang punya tekad untuk mewujudkan impian yang lebih besar.     


Salah seorang peserta, Linda menjelaskan, mereka ingin mengenal lingkungan Kalimantan dan Sarawak, terutama terkait kondisi lingkungannya. Ekspedisi ini digelar untuk menyongsong Hari Kartini dan dalam rangka Hari Bumi.     


Selasa esok, tim akan melanjutkan perjalanan ke etape kedua menuju Kabupaten Landak. Di Landak, mereka akan mengunjungi sejumlah tempat sebelum melanjutkan perjalanan. Targetnya, mereka akan sampai di Kuching dalam waktu 4,5 hari. 



















3:01 PM | 0 komentar | Read More

DPR Desak Pemerintah Konfirmasi Penjualan Blitz Megaplex

Written By RajaBlog on Monday, April 8, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak pemerintah untuk mengkonfirmasi dugaan penjualan Blitz Megaplex ke perusahaan asal Korea, CJ CGV. Sebab, bioskop merupakan sektor usaha yang tidak boleh dimasuki modal asing sesuai Daftar Negatif Investasi (DNI) yang berlaku saat ini.


"Kalau terbukti, maka harus ada sanksi tegas, karena bioskop masih masuk dalam DNI," ujar Anggota Komisi X DPR RI, Deddy Gumelar di Jakarta, Senin (8/4).


Sebagaimana diketahui, pekan lalu beredar kabar jika Blitz Megaplex disinyalir telah dijual ke konglomerat hiburan asal Korea Selatan, CJ CGV. Hal itu tampak dari adanya perombakan direksi Blitz.


Saat ini mayoritas kursi direksi, termasuk COO dan CFO, diisi ekspatriat asal Korea. Bahkan CEO Blitz yang baru adalah mantan Chief Representative di CJ CGV Greater China. Selain itu, sejak akhir 2012, sudah masuk sembilan orang Korea ke manajemen Blitz.


Deddy menyampaikan, pemerintah tidak pernah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 36/ 2010, sehingga belum mengeluarkan bioskop dari DNI.


"Berarti, pemerintah tidak melepas gedung bioskop, yang merupakan rumah budaya, kepada investor asing. Kalau benar Blitz dijual kepada investor Korea, itu jelas pelanggaran. Mestinya pembelian tersebut harus seizin Mendag, BKPM dan Kemenparekraf," tegas politisi yang akrab disapa Miing tersebut.


Menurutnya, dari awal DPR sudah memberikan peringatan kepada Kemenparekraf, BKPM, dan lembaga terkait agar tidak mengluarkan izin bagi masuknya modal asing di wilayah bioskop dan kebudayaan. Sebab, bioskop merupakan rumah budaya dan sektor yang unik, karena itu perlakuannya pun berbeda dengan sektor lainnya, dan tidak boleh dimasuki pemodal asing.


"Artinya, jika Blitz telah menjual bioskopnya kepada CJ CGV, maka film Korea dipastikan menguasai pangsa pasar Indonesia dan film Indonesia akan tersisihkan di rumahnya sendiri. Bagaimana menolong Hanung Bramantyo dan sineas lainnya?" ujar politisi PDIP tersebut.


Selain itu, lanjut Deddy, yang paling berbahaya adalah efek film tersebut yang bisa mendoktrin remaja sehingga bisa meniru budaya negeri gingseng dan meninggalkan budaya Indonesia.


Saat ini saja, menurut dia, fenomena Gangnam Style dan film Korea menimbulkan trend dan budaya baru bagi remaja Indonesia. "Sedihnya, para remaja kita lebih bangga mengekspresikan budaya Korea daripada budaya sendiri," kata Deddy.


Ditegaskannya, membeli Blitz tidak memberikan keuntungan signifikan bagi Korea. Namun, menurut Deddy, itu bukanlah tujuan utama.


"Tujuannya adalah invasi budaya, sehingga berbagai produk, budaya, dan segala hal yang berbau Korea laku di negeri ini. Sebenarnya berapa sih marjin keuntungan Korea sehinggga membeli Blitz? Tidak seberapa untungnya. Tapi ini menguntungkan bagi Korea dan merugikan Indonesia. Korea tahu Indonesia tidak punya strategi kebudayaan, sehingga Korea masuk," pungkasnya.


Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Hakam Naja mengatakan, penegakan aturan harus menjadi dilakukan. "Aturan harus ditegakkan, karena masuk daftar DNI, BKPM harus ambil tindakan dan tegas menegakkan aturan. Kalau langgar aturan, itu tidak bisa," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.


Menurutnya, penanaman modal asing harus mendapat persetujuan dari BKPM, yang sampai saat ini belum mengeluarkan bioskop dari DNI. Dia membenarkan, sudah lama Blitz mengalami kesulitan dana untuk mengembangkan usaha perbioskopan tanah air.


Blitz sudah menawarkan kepada sejumlah perusahaan di dalam negeri, tapi tidak ada yang mau mengakuisisi. "Tapi kalau sekarang menabrak aturan, itu tidak bisa ditolerir," katanya.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

BRI: Singapura Mulai Melunak





BRI: Singapura Mulai Melunak





Senin, 8 April 2013 | 15:36 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) untuk membuka cabang penuh di Singapura sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun, pemerintah Singapura belum juga memberikan izin mengenai hal tersebut.


Rupanya, upaya keras BRI mulai membuahkan hasil. Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan, pihak Otoritas Moneter Singapura (MAS) sudah mulai melunak. "Katanya sudah ada pelunakan. Kami akan mendiskusikan hal ini," ucapnya, Senin, (8/4/2013).

Bila jadi membuka cabang di Singapura, BRI bisa menyasar banyak pasar seperti Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan pengusaha Indonesia yang berada di sana. "Kalau kami membuka cabang di sana, hal ini akan menjadi potensi besar buat kami," sebut Sofyan.


Ia mengatakan bahwa BRI sudah berkali-kali datang ke Singapura karena ada kebijakan yang belum jelas dari MAS. Selain itu, BRI juga meminta dukungan dari Bank Indonesia (BI) untuk mendukung rencana mereka dengan menekankan azas resiprokal.

Disebutnya, bank Singapura bisa mengakses 240 juta penduduk Indonesia. Lalu perbankan Indonesia juga harusnya bisa masuk ke penduduk Singapura yang hanya 2 juta.

"Kenapa mereka boleh punya akses di sini. Sedangkan kita tidak boleh punya akses di sana?" ujarnya. (Annisa Aninditya Wibawa/Kontan)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Erlangga Djumena
















3:55 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger