Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Ketika si Cantik "Iri" Kepada Rekannya

Written By RajaBlog on Monday, November 12, 2012 | 3:01 PM




Ketika si Cantik "Iri" Kepada Rekannya





Senin, 12 November 2012 | 14:39 WIB












NEW DELHI, Kompas.com - Pemain ganda putri cantik asal India, Jwala Gutta merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan apa yang diterima para pemain tunggal seperti Saina Nehwal.

Saina Nehwal memang telah menjadi ikon kebangkitan bulu tangkis India setelah mampu merebut medali perunggu di ajang Olimpiade LOndon, Agustus lalu.

Jwala Gutta yang bersama AShwinni Ponappa merebut medali emas pesta olahraga negara persemakmuran serta medali perunggu kejuaraan dunia merasakan perlakuan yang berbeda dari asosiasi bulu atngkis India.

Menurut Gutta, naiknya pamor bulu tangkis di India bukan melulu karena prestasi Saina. Menurutnya, para penonton datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis dan bukan hanya menonton Saina.

"Semua pemain ingin dikenal (publik). Tidak hanya Saina atau Sania Mirza di tenis. Tetapi kami merasakan adanya diskriminasi, terutama karena hanya ada satu atau dua pemain yang mendapat fasilitas perlengkapan dan promosi," kata Gutta.

Kondisi ini menyebabkan para pemain lain harus berjuang sendiri untuk meraih prestasi. "Jika asosiasi tidak peduli dengan kemenangan anda, siapa yang peduli?" lanjut Gutta.

Menurut pemain yang pernah menjadi bintang televisi ini, diskrimasi ini mereka rasakan saat mencatat prestasi bagus di kejuaraan dunia. "Tidak ada yang menjemput kami di bandara.  Kami mencatat pressasi baik juga saat lolos kualifikasi ke olimpiade (London). Belum pernah ada (ganda puteri) yang seperti itu. Tetapi siapa yang peduli?"

Bagi Gutta kondisi ini membuat para pemain di luar pemain tunggal sulit mendapat sponsor. "Jika dari asosiasi saja tidak ada perhatian, bagaimana para produsen itu akan memandang kami? Ini lah yang menyebabkan kami tidak pernah dilirik oleh sponsor."




"Semua pemain ingin dikenal publik. Tidak hanya Saina atau Sania Mirza di tenis. Tetapi kami merasakan adanya diskriminasi, terutama karena hanya ada satu atau dua pemain yang mendapat fasilitas perlengkapan dan promosi,"









Editor :


A. Tjahjo Sasongko















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Deddy Corbuzier: Jakfringe Ajang Pengenalan Talenta Baru

Written By RajaBlog on Sunday, November 11, 2012 | 3:55 PM


Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier (sumber: Beritasatu/ Chairul Fikrie)




Acara semacam ini kalau bisa rutin diadakan setiap tahun agar masyarakat faham tema dari acaranya.Keberadaan Jakarta Internasional Fringe Festival (Jakfringe) 2012 disambut baik oleh Master Magician, Deddy Corbuzier.

Menurut Deddy, Jakfringe adalah acara yang bagus sebagai wadah bagi para seniman untuk menampilkan talentanya.

"Acara ini (Jakfringe) cukup bagi para seniman untuk menampilkan talentanya," kata Deddy, di SPH Kemang Village, Jakarta, Sabtu (10/11).

Keikutsertaan Deddy di Acara Jakfringe karena dirinya merasa sudah sangat akrab dengan komunitas Jakarta Comedy Club.

"Jujur aku sudah lama akrab dengan komunitas Jakarta Comedy Club, jadi ketika diminta tampil aku menyanggupinya. Ya untuk menyemarakkan acara saja," kata magician berkepala plontos itu.

Namun Deddy menyayangkan acara ini kurang ramai karena banyak yang belum mengerti apa Jakfringe itu. Karena itu dia meminta agar acara ini rutin diadakan setiap tahunnya agar masyarakat faham acara ini.

"Kalau melihat acaranya sebenernya bagus, namun sayang animonya kurang banyak dari masyarakat, entah karena promosinya kurang atau bagaimana. Yang jelas acara semacam ini kalau bisa rutin diadakan setiap tahun agar masyarakat faham tema dari acaranya,dan agar masyarakat semakin tahu kebudayaan bangsanya sendiri," kata Deddy.

3:55 PM | 0 komentar | Read More

Gaji Rp 2 Juta Tidak Kena Pajak


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan besaran Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) terbaru menjadi Rp 24,3 juta per tahun yang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi moneter terkini dan berlaku pada 1 Januari 2013.

Hal tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012, ujar Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kismantoro Petrus dalam keterangan pers tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Kismantoro menjelaskan, besaran PTKP senilai Rp 24,3 juta per tahun akan dikenakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dengan tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin senilai Rp 2,025 juta per tahun.

Kemudian ditetapkan PTKP Rp 24,3 juta per tahun dikenakan sebagai tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami dengan tambahan setiap tanggungan (maksimal tiga orang) Rp 2,025 juta per tahun.

Penetapan PTKP tersebut telah disesuaikan dengan perkembangan saat ini dan harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat. Selain itu penyesuaian dilakukan terkait dengan perlunya kebijakan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global yang menurunkan daya beli masyarakat.

Dengan demikian, pemerintah mengharapkan penyesuaian PTKP dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB) nasional, terutama melalui konsumsi maupun peningkatan tabungan.

Sebelumnya, sesuai Pasal 7 Ayat (3) UU Nomor 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, Menteri Keuangan diberikan kewenangan untuk menetapkan PTKP setelah melakukan konsultasi dengan DPR.

Konsultasi Menteri Keuangan dengan DPR telah dilaksanakan pada 30 Mei 2012 dan 15 Oktober 2012 untuk menyepakati penyesuaian PTKP dari sebelumnya Rp 15,8 juta per tahun menjadi Rp 24,3 juta per tahun.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









3:55 PM | 0 komentar | Read More

Rompes Pecut, Bela Diri Betawi yang Hampir Punah


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain.


Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu.


Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat menonton acara berita, yaitu pemuda antarkampung baku hantam akibat hal sepele. Seni bela diri yang ditampilkan kedua pemuda tersebut adalah silat asli Betawi, yakni Rompes.


Rompes adalah salah satu dari belasan jenis seni bela diri asli Betawi. Salah seorang dari tujuh pendekar legenda Betawi bernama (alm) Babeh Sa'aman jadi salah satu tokoh yang menguasai dan mempopulerkan jenis bela diri yang satu ini.


Pria yang dijuluki Bruce Lee Indonesia di dataran Eropa, tempat ia pernah mengajar bela diri kala itu, membuka padepokan bela diri Rompes di tanah Condet. Namun, sepeninggalnya Babeh Sa'aman, membuat padepokan itu tak terurus. Kondisi tersebut tak lantas menghilangkan Rompes dari Condet. Beberapa murid dibantu perangkat kampung membangun kembali sehingga menjadi Perguruan Silat Rompes Pecut.


Fauzi (44) atau yang akrab disapa Bang Oji adalah salah satu mantan murid Babeh Sa'aman yang kini mengajar di Perguruan Silat Rompes Pecut. Saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu di sebuah bale bambu tepi Ciliwung, tempat dia dan puluhan muridnya berlatih, pria yang dituakan dalam perguruan itu pun rela menceritakan seluk-beluk bela diri Rompes.


"Pertama, harus belajar kuda-kuda dan 12 jurus dasar. Kalau itu sudah paham, baru jurus tunggal atau kembangan. Itu jurus kombinasi dengan jurus dasar. Setelah itu baru jurus masal, ada 71 jurus kombinasi jurus dasar, kembangan sama jurus masal itu sendiri," ujar Bang Oji.


Inti dari seni bela diri Rompes adalah kecepatan tangan. Kata 'pecut' ditambahkan karena ciri khas bela diri Rompes adalah melakukan gerakan sentakan seperti memecut ke wilayah vital korbannya sebelum ia melakukan serangan inti.


Ciri khas bela diri Rompes Pecut yang lainnya adalah ketahanan fisik yang mumpuni. Hal itu dapat dilihat dari ketika bertarung, pendekar Rompes Pecut mengutamakan pertarungan jarak dekat dan bersifat ofensif atas lawannya.


"Beda sama bela diri Betawi lain, misalnya aliran silatnya legenda Betawi, Si Pitung. Kalau Pitung tujuannya bukan mematikan, tapi cukup dengan melumpuhkan, kalau Rompes ini mematikan," katanya.


Di Perguruan Silat Rompes Pecut terdapat 100 orang murid yang memiliki variasi umur berbeda, mulai dari di atas 8 tahun hingga belasan tahun. Untuk waktu penguasaan bela diri Rompes, tiap murid memiliki waktu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu tiga bulan seorang murid bisa sampai kepada tingkat jurus massal, namun ada yang memakan waktu hingga satu tahun. Semua tergantung niat serta kemauan murid.


Kini, meski Perguruan Silat Pecut Rompes telah berdidi dan menjadi salah satu perguruan silat yang dikenal di antara dunia persilatan Betawi, tugas Bang Oji dan para murid-muridnya belum selesai. Cita-citanya untuk mengembangkan seni bela diri yang satu ini sehingga bisa naik ke pentas nasional bahkan internasional pun ada di benak seluruh orang di perguruan.


Salah seorang anggota perguruan pun melontarkan pantun menarik. "Buaya mencari makan, melate di waktu pagi. Budaya harus dipertahankan, kalau bukan kite mau siape lagi," ujarnya.






Editor :


Hertanto Soebijoto









3:52 PM | 0 komentar | Read More

Tiga Polisi Malaysia Diduga Perkosa Seorang TKI





Tiga Polisi Malaysia Diduga Perkosa Seorang TKI





Penulis : Imanuel More | Minggu, 11 November 2012 | 14:38 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang TKI perempuan berusia 25 tahun dikabarkan menjadi korban pemerkosaan tiga oknum anggota Kepolisian Diraja Malaysia.

Sebagaimana diberitakan New Straits Times (NST), Sabtu (10/11/2012),  peristiwa tersebut berawal saat TKW itu sedang bepergian dengan kendaraan di Prai, Penang, Malaysia. Kendaraan yang ditumpanginya kemudian dihentikan dua petugas kepolisian.

"Mereka meminta saya menunjukkan kartu identitas, tapi saat itu saya hanya membawa fotokopi paspor. Lalu, petugas meminta saya ikut ke kantor polisi," kata korban.

Wanita itu mengaku sempat disekap di salah satu ruangan. Kemudian, ia digiring ke ruang lainnya. Di situ ia dipaksa untuk melayani nafsu ketiga polisi.

Polisi yang pertama kali melakukan pemaksaan bahkan meminta layanan lebih berupa oral seks. "Saya ketakutan dan saya tidak punya pilihan lain selain berhubungan seksual dengan tiga polisi," jelas korban.

Setelah itu, dua polisi kemudian membawa korban ke Taman Impian di Alma dan melepaskannya di sana. Dari sana, ia melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi pada sekitar pukul 03.00 PM waktu setempat, sekitar satu jam setelah ditinggalkan di Taman Impian.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian mengantar korban ke RS Seberang Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Kepolisian setempat Datuk Abdul Rahim Hanafi menyatakan sedang melakukan investigasi atas laporan tersebut. Penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Ketiga polisi yang terlibat sudah dibebastugaskan selama seminggu.

"Kami akan pastikan bahwa ketiga polisi tidak akan dilindungi jika dugaan itu benar," kata Abdul Rahim sebagaimana dikutip NST.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri














3:39 PM | 0 komentar | Read More

Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal



ATP World Tour Finals


Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal





Minggu, 11 November 2012 | 00:08 WIB













LONDON, Kompas.com - Juan Martin del Potro meraih tiket semifinal turnamen akhir tahun ATP World Tour Finals yang berlangsung di London. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B yang berlangsung di O2 Arena, Sabtu (10/11/2012), Del Potro menang 7-6, 4-6, 6-3 atas pemain nomor dua dunia, Roger Federer.

Petenis jangkung Argentina ini mengamankan satu tiket tersisa dari Grup B dengan rekor kemenangan 2-1, sama seperti yang dimiliki Federer, sang juara bertahan. Federer sudah lebih dulu memastikan diri menuju semifinal berkat kemenangan di dua pertandingan awal turnamen yang menggunakan sistem round-robin ini.

Hari terakhir pertandingan Grup B ini dimulai dengan tujuh skenario. Tetapi kemenangan tiga set ini membawa pemain nomor tujuh dunia tersebut berhasil melewati rintangan untuk melangkah ke semifinal tanpa harus menunggu hasil pertandingan antara David Ferrer vs Janko Tipsarevic.

Meskipun demikian, duel Ferrer dan Tipsarevic sedikit memberikan pengaruh walaupun hanya untuk menentukan peringkat akhir di Grup B. Jika Tipsarevic menang, maka Del Potro akan menjadi juara grup dan bertemu runner-up Grup A, Andy Murray. Tetapi jika sebaliknya, Ferrer yang menang, maka Federer yang menjadi juara grup karena unggul persentase set, sehingga Del Potro akan bertemu juara Grup A, Novak Djokovic.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Lady Gaga Sumbang USD1 Juta untuk Korban Badai Sandy

Written By RajaBlog on Saturday, November 10, 2012 | 3:55 PM


Lady Gaga akan luncurkan album dalam bentuk aplikasi digital

Lady Gaga akan luncurkan album dalam bentuk aplikasi digital (sumber: AFP)




"Sekarang saatnya saya membantu Anda untuk kembali bersemangat."

Lady Gaga menyumbangkan USD1 juta untuk para korban badai Sandy di tempat asalnya, New York atas nama dirinya dan keluarga.

Dalam pesan yang diposting di situsnya, penyanyi eksentrik tersebut menulis kata-kata yang menyentuh hati.

"Jika bukan karena New York, mungkin saya tidak bisa menjadi seperti ini," tulisnya.

"Terimalah ini sebagai hadiah atas nama saya, orangtua, Joe dan Cynthia serta adik saya Natali, untuk New York yang telah membesarkan kami," tulisnya lagi.

"Terima kasih selama ini telah membantu semangat saya. Sekarang saatnya saya membantu Anda untuk kembali bersemangat. Hormat saya, Lady Gaga dan The Germanottas," tulisnya lagi.

Saat ini Lady Gaga masih menjalani turnya di Brazil.

3:55 PM | 0 komentar | Read More

Untuk Pertama Kali, Penjualan McDonalds Anjlok


KOMPAS.com - Salah satu jaringan restoran cepat saji terbesar di dunia McDonalds mengalami penurunan penjualan pada tahun ini. Bahkan, penurunan ini merupakan pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir. Seperti dikutip dari Bloomberg, penjualan makanan cepat saji McDonalds secara bulanan pada Oktober lalu di Amerika Serikat mengalami penurunan 1,8 persen. Penurunan penjualan itu terjadi di cabang atau outlet yang sedikitnya sudah buka minimal 13 bulan. Padahal, penjualan dari McDonalds Amerika Serikat ini berkontribusi sepertiga ke McDonalds Corporation.

Konsensus dari 14 analis memproyeksikan, pada bulan ini juga akan masih terjadi penurunan penjualan, setidaknya hingga 1,1 persen. Sementara, Manager McDonalds Illinois Oak Brook menjelaskan, McDonalds di daerahnya mengalami penurunan hingga 2,2 persen pada Oktober 2012. Para analis juga memproyeksikan penjualan McDonalds di Illinois juga akan turun 1,1 persen.

Analis dari Telsey Advisory Group berbasis di New York, Peter Saleh, menjelaskan penurunan penjualan McDonalds ini karena McDonalds kalah bersaing dengan Burger King maupun Wendy Co.

"Burger King telah membenahi jajaran produknya dan iklan mereka gila-gilaan, makin agresif. Begitu juga dengan Wendy Co," kata Saleh.

Saleh juga memperkirakan, penjualan McDonalds bulan November ini bakal tertekan. Bahkan, diprediksi masih akan tertekan hingga April 2013 mendatang. Tak hanya di Amerika Serikat, penjualan McDonalds juga mengalami penurunan di Eropa 2,2 persen dan 2,4 persen di Asia Pasifik dan kawasan Timur Tengah.

Analis Kaul Advisory Group Wayne yang berbasis di New Jersey juga memperkirakan penjualan McDonalds di dua kawasan itu akan menurun bulan ini, masing-masing 0,7 persen dan 3 persen. Penurunan penjualan juga terjadi di Cina.

Padahal, rencananya, McDonalds di Cina akan menargetkan pembukaan 2.000 outlet baru di sana. Di Jepang juga mengalami penurunan 7,2 persen, Oktober lalu. Saat ini, McDonalds memiliki 34.000 restoran di seluruh dunia. Karena penurunan penjualan tersebut, saham McDonalds anjlok 2 persen menjadi 85,13 dollar AS di bursa New York. Sedangkan tahun ini, saham McDonalds anjlok 15 persen.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









3:55 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi: Warga Miskin Tak Perlu Takut ke Rumah Sakit





Jokowi: Warga Miskin Tak Perlu Takut ke Rumah Sakit





Penulis : Indra Akuntono | Sabtu, 10 November 2012 | 15:22 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui bahwa peluncuran kartu sehat merupakan upaya untuk menghapus stigma buruk tentang rumah sakit di kalangan warga miskin. Pasalnya, dengan kartu ini, warga dijamin berobat dan menjalani rawat inap secara gratis.


"Agar warga miskin tidak takut ke rumah sakit, karena dengan ini (kartu sehat) biayanya bisa tercover semua," kata Jokowi, seusai memberikan kartu sehat di Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara, Sabtu (10/11/2012).


Mantan Walikota Solo ini juga membeberkan mengapa dirinya tetap meluncurkan kartu sehat di tahun ini. Alasannya adalah untuk membangun dan mencoba sistem layanan kesehatan yang nantinya akan digunakan. Menurutnya, hal ini dirasa baik agar DKI memiliki cukup waktu untuk terus mengoptimalkan berjalannya sistem tersebut.


"Ini (kartu sehat) diluncurkan untuk memberikan waktu koreksi dan evaluasi kepada kita. Supaya nanti sistemnya berjalan baik," ucapnya.


Sebelumnya, Jokowi mendatangi Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara, untuk meluncurkan 497 Kartu Jakarta Sehat. Selain di Pademangan, kartu sehat juga diluncurkan di Bukit duri (502 kartu), Marunda (494 kartu), Tanah Tinggi (503 kartu), Tambora (504 kartu), dan Manggarai (505 kartu).


Data penerima kartu sehat disesuaikan dengan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011. Seluruh warga pemilik kartu sehat dapat berobat gratis di puskesmas, atau menjalani rawat ini di 88 rumah sakit (kelas tiga) yang sudah menandatangani MoU dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.


Adapun para warga yang belum mendapatkan kartu ini dapat menggunakan kartu keluarga miskin (gakin) atau jaminan kesehatan daerah (jamkesda) sampai semua kartu selesai dicetak sesuai dengan jumlah penerimanya.

















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Adukan 2.000 Ton Gula, Direktur RNI Cari Muka


JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengadukan Idris Sugeng ke Badan Kehormatan (BK) terkait adanya permintaan gula 2.000 ton. Aksi Ismed ini dinilai hanya mencari muka ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan karena sebenarnya tidak ada upaya pemerasan dalam permintaan gula itu. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno, Sabtu (10/11/2012), dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta.

"Setelah saya teliti, Pak Ismed ini sepertinya hanya ingin cari muka juga ke Pak Dahlan. Karena dia (Ismed) sama sekali tidak punya bukti pemerasan, karena memang hal itu sama sekali tidak ada," kata Hendrawan.

Hendrawan mengungkapkan, berdasarkan penjelasan Sugeng kepadanya, permintaan 2.000 ton gula itu ditujukan untuk tiga hal yakni untuk daerah pemilihan Sugeng di Jawa Tengah, untuk bakti sosial istri para politisi Demokrat di Depok, dan terakhir, dibeli Sugeng untuk rekannya yang berbisnis gula.

"Ketiga hal itu kemudian dirangkum oleh Ismed seakan-akan ini upaya pemerasan. Saya sudah lihat ada bukti-bukti bahwa akhirnya Idris Sugeng itu membeli 5 ton, ada bukti transfer Rp 55 juta. Jadi itu gulanya, akhirnya dia beli sendiri, tidak ada pemerasan," ucap Hendrawan.

Menurutnya, sering ada salah pengertian dari para direksi BUMN terhadap bahasa komunikasi anggota Dewan. Penyebabnya, karena selalu berpikir bahwa anggota DPR suka memeras.

"Para politisi ini memang senang membentak, menggertak sering dengan suara keras dan senyum-senyum. Tapi ini bukan berarti ada deal. Meski memang di DPR, ada oknum yang cari rejeki tambahan saya tidak menutup mata. Tapi harus dipahami itu hanya bagian kecil," katanya.

Ia pun mengingatkan Dahlan agar jangan terjebak pada data-data yang disampaikan bawahannya. Pasalnya, tidak hanya kasus gula itu saja yang dinilai masih kurang bukti. Kasus dugaan pemerasan direksi PT Merpati Nusantara Airlines pun demikian.

Sensasi tanpa esensi

Dalam kasus Merpati, disebutkan politisi PDI-P Sumaryoto dari Komisi XI DPR meminta commitment fee terkait penyertaan modal negara (PMN) Merpati. Dikabarkan, Dirut Merpati yang lama yakni Sardjono Johnny menjanjikan commitment fee kepada Sumaryoto. Hal ini kemudian dibantah Johnny maupun Sumaryoto. Menurut Hendrawan, data yang dimiliki Dahlan Iskan terkait Merpati hanya didapatnya dari Dirut Merpati yang baru yakni Rudy Setyopurnomo.

"Ini kan aneh, yang katanya berjanji dan menerima janji membantah, tiba-tiba Dirut yang baru yang dia dengar-dengar saja langsung dibilang pemerasan," katanya.

Jika Dahlan tidak hati-hati dalam menyusun bukti-bukti keterlibatan anggota Dewan, apa yang disampaikannya tak bermakna apa-apa. "Kalau Pak Dahlan mengelola unsur spekulasi jadi sensasi, maka data yang disampaikan rentan jadi sampah atau fitnah dan tidak ada esensinya karena muatan spekulasi begitu besar," ujarnya.

Baca juga:
Dahlan Iskan Membahayakan BUMN
Masih Ada Direksi BUMN yang "Genit"

Sebagian Besar Direksi BUMN "Pesanan" Parpol
Kalau DPR Minta Jatah, Tak Usah "Diladeni"!

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dahlan Iskan Versus DPR






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









3:39 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger