Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Mobil Korban Penembakan Cidodol Sudah Dikuntit

Written By RajaBlog on Wednesday, October 24, 2012 | 3:52 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Liong Lenny Ernawati menjadi korban penembakan yang terjadi di Jalan Cidodol Raya, Kebayoran Lama, Selasa (23/10/12) malam. Perempuan berusia 44 tahun ini tewas akibat tembakan di leher dan di punggung.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, pihak Polsektro Kebayoran Lama dan Polrestro Jakarta Selatan telah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi, termasuk Sin Raharjo, suami Lenny.

"Pedagang buah yang juga berada di lokasi sudah diperiksa," jelas Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (24/10/12).

Berdasarkan keterangan sementara, diketahui bahwa dua sepeda motor sudah mengikuti dan menunggu mobil korban melintas.

"Ketika mobil tersebut melintas, kedua motor tersebut melakukan pengejaran. Satu motor berhenti di depan mobil untuk menghambat laju kendaraan," terang Rikwanto.

Sementara itu, motor lainnya memposisikan diri di samping mobil lalu memecahkan kaca dengan senjata tajam. Sin yang menangkap gelagat bahaya pun segera memacu mobilnya.

"Namun mereka berhasil tersusul, lalu korban ditembak," ujarnya.

Dijelaskan Rikwanto, pihak rumah sakit masih berusaha mengambil peluru dari tubuh Lenny. Sementara, pihak kepolisian berusaha menggali motif dari peristiwa ini. Namun Rikwanto masih belum bisa memastikan apakah penembakan ini didasari oleh motif tertentu seperti pembalasan dendam.

"Yang jelas, dari keterangan sementara, tidak ada barang yang hilang dari mobil tersebut," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, bahwa sebelum kejadian semalam, Sin dan Lenny sempat pergi ke bank untuk menyetorkan uang. Untuk pendalaman motif inilah polisi akan mencoba menggali keterangan lebih lanjut dari Sin sebagai saksi utama.

"Namun untuk saat ini suami korban masih diberi waktu untuk mengurus jenazah korban, serta menenangkan diri karena masih trauma," pungkas Rikwanto.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









3:52 PM | 0 komentar | Read More

Saatnya Pemerintah Dorong Transparansi Obat Halal


JAKARTA, KOMPAS.com- Anggota Komisi IX DPR Zuber Safawi mendesak pemerintah mendorong pertumbuhan produk obat halal di pasaran dalam negeri. "Alasan utamanya adalah karena masyarakat muslim harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, di samping untuk menjemput peluang pasar yang luar biasa besar," kata Zuber, Rabu (24/10/2012).


Selaku anggota Komisi di DPR yang membidangi kesehatan, Zuber menuturkan, Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, seharusnya sudah mampu menyediakan produk-produk farmasi yang terjamin kehalalannya. "Produk halal yang beredar sangat sedikit, padahal seorang muslim diwajibkan menjaga kehalalan setiap yang dikonsumsi," tambah politisi PKS ini.


Mengutip data Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia, Zuber menjelaskan, baru satu persen jumlah produk halal dari total produk konsumsi yang beredar di Indonesia. "Hal ini jelas bertentangan dengan konstitusi, dalam hal kebebasan menjalankan keyakinan dan semangat Undang-Undang perlindungan konsumen," katanya.


Pemerintah, lanjut dia, seharusnya lebih mendorong pertumbuhan produksi farmasi berlabel halal. "Setidaknya jumlah produk farmasi halal seimbang dengan yang konvensional. Ini bisa dimulai dengan merintis lewat BUMN produsen farmasi," ujarnya.


Selain itu, bila pemerintah jeli, peluang pasar produk farmasi halal sangat besar, terutama di negara-negara mayoritas muslim, termasuk Timur Tengah, bahkan Eropa. Komisi Codex Alimentarius, yakni sebuah komisi gabungan FAO dan WHO di PBB yang mengurusi standar keamanan pangan dunia telah mengakui definisi halal dalam nomenklaturnya. "Hal ini berarti bicara peluang pasar sebesar satu setengah miliar populasi muslim dunia," kata Zuber.


Dengan demikian, label halal pada produk konsumsi, termasuk obat, justru menaikkan nilai produk tersebut. Selain itu, Zuber menyayangkan minimnya informasi mengenai kandungan isi dalam produk-produk farmasi yang beredar, sehingga berpotensi merugikan masyarakat luas. Sebagai contoh, kulit kapsul yang terbuat dari gelatin hewan (bisa sapi atau babi), beberapa jenis insulin (sejenis hormon untuk penderita diabetes) diproduksi dari babi, heparin (obat anti penggumpalan darah) juga banyak diproduksi dari babi, proses pembuatan vaksin yang menggunakan media hewan babi, serta alkohol yang banyak digunakan sebagai campuran dalam sirup obat batuk.


Kandungan produk farmasi memang diwajibkan tercantum dalam kemasan, namun seringkali informasinya kurang dapat dipahami masyarakat awam. "Entah disengaja atau tidak, banyak informasi pada kemasan mencantumkan istilah yang sulit dipahami, bahkan berupa kode," keluhnya. Karena itu, Zuber menilai label halal pada produk farmasi akan lebih memudahkan masyarakat dalam memilih sesuai dengan keyakinannya.












3:39 PM | 0 komentar | Read More

Vettel: Sirkuit Buddh seperti "Roller Coaster"


NEW DELHI, KOMPAS.com - Dua pebalap Formula 1 yang paling berpeluang menjadi juara dunia musim ini, Sebastian Vettel dan Fernando Alonso, sama-sama optimistis bisa menjuarai GP India, yang digelar di Sirkuit Internasional Buddh, Minggu (28/10/2012).

Kemenangan Vettel di GP Korea -yang merupakan kemenangan ketiga beruturut-turut- menjadikan pebalap Red Bull itu memuncaki klasemen pebalap yang awalnya dikuasai Fernando Alonso dari Ferrari.

Sebelum kemenangan beruntun itu, Vettel tertinggal 40 angka dari Alonso. Sehingga, dalam sisa empat balapan (termasuk India), kedua pebalap ini pasti akan bersaing super ketat memperebutkan titel juara dunia.

Sirkuit Buddh - yang berjarak satu jam dari New Delhi - memiliki karakteristik yang sama dengan sirkuit Korea, yaitu memiliki trek lurus di bagian awal diikuti bagian yang lebih rumit.

Sirkuit Buddh memiliki bagian cepat, tikungan landai yang sangat cocok untuk Red Bull. Sehingga, Vettel sangat ingin mengulangi kemenangannya tahun lalu di India.

"Saya sangat menyukai sirkuit, tapi bukan hanya karena saya memenangkan laga tahun lalu," ujar Vettel.

"Sirkuit ini adalah yang tercepat kedua setelah Monza. Memang ada perubahan ketinggian di beberapa bagian, namun perubahan itu justru membuat sirkuit ini menarik, seperti roller coaster," tambah pebalap Jerman itu.

"Sirkuit India telah menjadi salah satu sirkuit paling menantang," puji Vettel.

Sementara itu, Ferrari yakin telah menyelesaikan problem terowongan anginnya. Masalah ini telah membuat mobil Ferrari menjadi kurang kompetitif. Sehingga dengan berakhirnya masalah ini, diharapkan Ferrari bisa mengejar Red Bull di sisa empat balapan ini.

Apakah, Sebastian Vettel bisa meraih kemenangan keempatnya di sirkuit yang disukainya ini? Atau justru Ferrari dan Fernando Alonso menjadi yang tercepat? Saksikan siaran langsung GP India di Kompas TV, Minggu (28/10/2012), pukul 16.00 WIB.













3:01 PM | 0 komentar | Read More

MICE Bersinar, Permintaan Sarana Juga Meningkat

Written By RajaBlog on Tuesday, October 23, 2012 | 3:55 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu mengatakan, permintaan dalam negeri meningkat terhadap sarana dan prasarana di daerah tujuan wisata. Hal ini salah satunya disebabkan oleh tren peningkatan meeting, incentive, conference, and exhibition atau MICE. Hal itu disampaikan Menparekraf dalam jumpa pers Indonesia Tourism Investment Day (ITID) 2012 di Hotel JW Marriot, Jakarta, Senin (22/10/2012).


Menurut Menparekraf, peningkatan permintaan sarana tersebut diantaranya terhadap fasilitas tempat tinggal, tempat makan, air bersih, dan listrik. Terutama di beberapa tempat wisata yang masih sulit terjangkau dengan infrastruktur tersebut.


Selain itu, lanjut Mari, peningkatan permintaan juga terjadi pada hal-hal yang terkait dengan gaya hidup disebabkan oleh naiknya jumlah kelas menengah pada masyarakat. Hal ini mulai terlihat dengan banyaknya bermunculan taman hiburan di beberapa daerah seperti Jawa Timur yang memiliki Jatim Park.


Dalam ITID 2012, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng para penanam modal, asing maupun lokal serta pemerintah daerah untuk berinvestasi dan bersama-sama membangun daerah tujuan wisata.


"Hingga triwulan ketiga 2012 Penanaman Modal Asing di sektor pariwisata mencapai Rp 6,9 triliun atau naik 3 kali lipat pada triwulan yang sama 2011 dengan nilai Rp 2,4 triliun," kata Chatib Basri, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).


Chatib menyebutkan, Penanaman Modal Dalam Negeri untuk waktu yang sama tahun 2012 nilainya mencapai Rp 860 miliar dibanding tahun lalu senilai Rp 394,2 miliar.


Sementara Menparekraf memaparkan pembangunan daerah wisata akan difokuskan pada 16 wilayah. Ke-16 wilayah tersebut merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang menjadi prioritas pembagunan wisata 3-5 tahun mendatang.


"Kawasan Strategis Pariwisata Nasional itu tersebar dari Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua," katanya.


Proyek pembangunan daerah wisata juga meliputi pembangunan bandar udara dan jalan tol. Dalam kegiatan ITID 2012 beberapa investor asing melirik pembangunan bandara di tiga lokasi yakni Majalengka (Jawa Barat), Panimbang (Banten), serta Bali Utara.


Menparekraf menambahkan investasi di bidang pariwisata sangat potensial dikembangkan beberapa tahun ke depan. "Ini investasi yang buat orang bahagia, untuk meningkatkan kualitas hidup," kata Mari.












3:55 PM | 0 komentar | Read More

AAUI Minta Penundaan Penerapan IFRS




AAUI Minta Penundaan Penerapan IFRS





Penulis : Didik Purwanto | Selasa, 23 Oktober 2012 | 15:50 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memutuskan untuk mengajukan permohonan penundaan Penerapan Standar Akuntansi dan Keuangan (PSAK) 62 atau International Financial Reporting Standard (IFRS). Padahal aturan tersebut sudah dipersyaratkan oleh regulator per Januari 2012.


Ketua AAUI Kornelius Simanjuntak menjelaskan aturan PSAK 62 ini sebenarnya bertujuan agar laporan keuangan perusahaan di Indonesia diharapkan dapat memiliki daya saing yang setara dengan perusahaan yang menerapkan standar akuntansi internasional. "Tapi kami memahami bahwa industri asuransi umum ini akan memiliki konvergensi dan implementasi IFRS yang juga akan membawa dampak ekonomis yang cukup signifikan terhadap kelangsungan usaha perusahaan umum secara keseluruhan," kata Kornelius di kantor AAUI Jakarta, Selasa (23/10/2012).


Menurut Kornelius, pertimbangan asosiasi yang menginginkan permohonan penundaan adalah PSAK 62 belum sepenuhnya dipahami khususnya terkait perhitungan cadangan teknis dengan metode gross premium valuation. Selain itu, buletin teknis sebagai petunjuk teknis penerapan PSAK 62 belum resmi diterbitkan.


Selain itu, pedoman teknis untuk perhitungan kewajiban pemegang polis dengan metode gross premium reserve atas kontrak asuransi jangka panjang memerlukan keseragaman asumsi yang wajar, sementara pedoman teknis ini belum ada. Kornelius juga menambahkan bahwa belum ada pedoman teknis yang mengatur perhitungan aset reasuransi secara bruto. Selain itu, penyusunan pedoman teknis membutuhkan waktu sehuingga tidak akan selesai tahun ini.


"Apalagi industri asuransi umum juga terbatas dalam SDM, modal, sistem informasi teknologi di masing-masing perusahaan yang dapat menggerus ekuitasnya," tambahnya.


Jika menggerus ekuitas, kata Kornelius, maka hal tersebut juga akan berdampak seperti pembatasan kegiatan usaha.


Penundaan ini juga disebabkan karena tidak tersedianya data untuk risk profile baik untuk claim frecuency dan severity. "Kita tidak menentukan waktu penundaan. Tapi itu akan relatif tergantung bisnis di masing-masing perusahaan asuransi. Kalau sudah siap, industri harus menerapkan," tambahnya.


Ikuti liputan khusus Cerdas Berasuransi






Editor :


Erlangga Djumena















3:55 PM | 0 komentar | Read More

Tertib Lalu Lintas, Selamatkan Anak di Jalan




Konferensi Anak Indonesia 2012


Tertib Lalu Lintas, Selamatkan Anak di Jalan





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Selasa, 23 Oktober 2012 | 15:30 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menjaga keselamatan anak di jalan agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas, Majalah Bobo menyelanggarakan Konferensi Anak Indonesia 2012 untuk mengurangi korban jiwa dari golongan anak-anak. Maraknya korban jiwa dari usia 16 tahun ke bawah karena kecelakaan, membuat Konferensi Anak Indonesia fokus kepada tema keselamatan anak di jalan.


"Dari hasil pendataan tahun 2011, anak di bawah 16 tahun yang meninggal dunia di jalan mencapai 19.309 jiwa. Sedangkan tahun 2010 mencapai sekitar 16.000 anak di seluruh Indonesia," kata Pudji Hartanto, Kepala Korlantas Polri di Hotel Santika, Jakarta, Selasa (23/10/2012).


Pudji mengatakan, setiap tahunnya jumlah kecelakaan terus meningkat. Polri sendiri sudah menjalankan program-program yang bersinggungan dengan anak seperti memasukkan pelajaran program lalu lintas, program ekstra kulikuler dengan Polisi Sahabat Anak, dan mengenalkan rambu-rambu lalu lintas.


Widi Krastawan dari Majalah Bobo mengatakan, permasalahan keselamatan anak diangkat karena melihat jumlah anak yang sering menjadi korban kecelakaan. Dengan mencari Duta Keselamatan Anak yang akan dilaksanakan pada 4-9 November 2012 diharapkan mampu menekan jumlah korban jiwa untuk anak di jalan.


Program dengan tema "Keselamatanku di Jalan" yang di prakarsai Majalan Bobo untuk event Koonferensi Anak Indonesia ini diharapkan mampu menjadi wadah anak-anak untuk menyampaikan pikiran dan pendapatnya tentang permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan mereka. Anak akan diminta membuat sebuah karya tulis yang bertema keselamatan anak di jalan.


Bagi anak yang terpilih menjadi delegasi akan diajak mengidentifikasi permasalahan yang mereka hadapi. Delegasi yang akan menjadi duta keselamatan anak akan mewakili 28 provinsi di Indonesia. Pada puncak acara Konferensi Anak Indonesia 2012, delegasi dari berbagai provinsi akan dinobatkan menjadi Duta Keselamatan Anak oleh Menteri Perhubungan RI.


Selain itu, bagi para Duta Keselamatan Anak juga akan mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan Presiden RI dan disematkan sebuah pin Duta Keselamatan dan Pelopor Keselamatan. Para duta ini akan mengemban tugas selama tiga tahun untuk mengajak teman dan masyarakat di sekitarnya memperbaiki perilaku berlalulintas.






Editor :


Hertanto Soebijoto














3:52 PM | 0 komentar | Read More

Kabareskrim: Sekarang, Terserah KPK


JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman menegaskan, penyidik Bareskrim tidak lagi melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM di Korlantas Polri. Menurutnya, kasus tersebut kini telah menjadi kewenangan dan tanggung jawab penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanganinya. Pada Senin (22/10/2012) kemarin, Polri menyatakan tidak lagi melanjutkan penyidikan kasus tersebut.

"Pokoknya kita sudah melimpahkan ke KPK. Silakan KPK mau menindaklanjuti seperti apa. Sepenuhnya kita limpahkan," terang Sutarman di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2012).

Untuk berkas perkara, barang bukti, hingga para tersangka, akan dibicarakan dalam teknis pelimpahan selanjutnya antara penyidik KPK dan Polri. Sementara itu, terkait masalah dua tersangka yang tidak menjadi tersangka di KPK sebelumnya, Sutarman menekankan, hal itu tak lagi menjadi kewenangan Polri. Kedua tersangka itu adalah AKBP Teddy Rusmawan dan Kompol Legimo. Sutarman menyerahkan segala keputusan kepada KPK.

"Jadi, sudah diserahkan semuanya. Silakan ditindaklanjuti penyidikannya oleh KPK. KPK akan menetapkan berapa tersangkanya, silakan. Itu sepenuhnya jadi tanggung jawab KPK setelah kita bersurat kemarin," tegas Sutarman.

Terkait status penahanan para tersangka, Sutarman juga menyerahkan kepada KPK. 

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian RI menyatakan telah memutuskan untuk tak lagi melakukan penyidikan lanjutan atas kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri. Sikap ini diambil sebagai jawaban atas surat dari KPK yang diterima Polri pada Kamis (18/10 2012). Surat tersebut meminta Polri menghentikan penyidikan kasus simulator.

"Polri tidak akan lagi melakukan penyidikan lanjutan dan sepenuhnya akan menyerahkan kepada penyidik KPK untuk menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/10/2012).

Boy menekankan, dalam kasus ini, Polri tidak menerbitkan Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3) atau penghentian penyidikan, tetapi tidak lagi menyidik kasus tersebut.

"Untuk SP3, kita tidak melakukan itu. Pasal 109, Polri tidak melakukan penghentian, tetapi Polri menyampaikan pada KPK bahwa Polri tidak lagi menangani kasus. Ini selanjutnya diserahkan kepada KPK," tambah Boy.

Kelima tersangka yang sudah ditahan terlebih dulu sepenuhnya akan diserahkan kepada KPK, yakni Wakil Kepala Korlantas Brigjen (Pol) Didik Purnomo sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, pihak pemenang tender Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA) Budi Susanto, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia (PT ITI) Sukotjo S Bambang sebagai pihak subkontraktor, Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, dan Bendahara Korlantas Polri Komisaris Legimo. Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan dan Komisaris Legimo tidak menjadi tersangka dalam penyidikan yang dilakukan KPK. Polri belum menjelaskan secara pasti bagaimana mekanisme pelimpahan kedua tersangka ini.

Selain para tersangka ini, KPK pada Juli 2012 lalu juga menetapkan mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo sebagai tersangka.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dugaan Korupsi Korlantas Polri
Polisi vs KPK






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









3:39 PM | 0 komentar | Read More

Christian: Peluang Indonesia Berat



Kejuaraan Dunia Yunior 2012


Christian: Peluang Indonesia Berat





Selasa, 23 Oktober 2012 | 11:37 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator pelatih ganda pelatnas Cipayung, Christian Hadinata, berharap para pebulu tangkis yang berlaga di World Junior Championships 2012 dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik.


Pengurus Besar (PB) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sudah menyiapkan 21 atletnya untuk mengikuti kejuaraan yang disebut sebagai Kejuaraan Dunia Junior U-19. Kejuaraan itu dilangsungkan di Chiba, Jepang, 25 Oktober-3 November 2012.


"Di nomor beregu peluang berat, tetapi kita harus memperbaiki pencapaian tahun lalu. Tiga nomor yang diharapkan dapat mencuri poin adalah ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran. Jika kita kecolongan dari nomor ini, peluangnya semakin berat,” tutur pria yang saat ini menjabat sebagai Kasubid Pelatnas PB PBSI itu saat dihubungi pada Selasa (23/10/2012).


Pada nomor beregu campuran World Junior Championships 2012 yang akan dilangsungkan lebih dulu pada tanggal 25-28 Oktober 2012, Indonesia berada satu grup dengan Malaysia yang merupakan juara bertahan. Indonesia berada di Grup Y2 bersama Belanda, Irlandia, dan Kanada. Adapun Malaysia, Perancis, Vietnam, dan Ukraina berada di Grup Y1.


Sebanyak 30 negara akan dibagi ke dalam delapan grup dan hanya dua negara terbaik dalam tiap grup yang berhak melaju ke babak perempat final. Dua negara terbaik ini akan diadu lagi untuk memperebutkan tiket ke empat besar.


Sebagai catatan, pada World Junior Championships 2011, Indonesia berhasil meraih satu gelar di nomor ganda campuran melalui pasangan Alfian Eko Prasetya/Gloria Emanuelle Widjaja.


















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Perang Tarif Hotel Mulai Terjadi di Bandung

Written By RajaBlog on Monday, October 22, 2012 | 3:55 PM


BANDUNG, KOMPAS.com - Pertumbuhan hotel di Jawa Barat, terutama Bandung, memberi dampak pada persaingan tarif hotel yang tidak sehat. Hal tersebut sudah mulai terjadi di Bandung. Demikian diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar pada acara seminar "Bandung Tourism Outlook 2013" di GH Universal Hotel, Bandung, Senin (22/10/2012).


"Saya salut dengan satu hotel di Bandung, saya kirim tamu ke hotel bintang tiga ini, dia nggak mau kasih harga turun. Tetapi ada hotel-hotel bintang empat dan lima malah di weekdays kasih tarif di bawah 500 ribu rupiah," tutur Herman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat.


Ia menambahkan kondisi bintang empat dan lima yang menurunkan harga membuat hotel-hotel bintang dua ke bawah protes dan kebingungan untuk memasang tarif.


Sebagai gambaran, ungkap Herman, terdapat 168 hotel di Jawa Barat. "Total okupansi 35 sampai 40 persen. Ini seluruh Jawa Barat. Di Bandung memang bisa tinggi, tetapi di daerah lain, kita lihat di Pangandaran okupansi 29 persen. Pelabuhan Ratu yang merupakan daerah tujuan wisata, tak lebih dari 30 persen," jelasnya.


Herman memperkirakan saat ini jumlah kamar di Bandung mencapai lebih dari 15 ribu kamar. Namun, lanjutnya, tingkat okupansi hotel di Bandung di kisaran 55 sampai 60 persen. "Memang ada hotel yang tingkat okupansinya 90 persen, ada yang sampai 200 persen. Tetapi ada juga yang masih 40 persen," ujarnya.


Dalam waktu dekat akan bermunculan hotel-hotel baru yang saat ini tengah dalam proses pembangunan. Ia memberi contoh daerah Jalan Cihampelas. "Dulu cuma ada tiga. Sekarang kalau semua sudah selesai, jadi ada 13 hotel. Itu baru di Cihampelas saja," katanya.


Oleh karena itu, menurut Herman, perlu promosi yang tepat dan terarah untuk masing-masing hotel. Ia menyebutkan jika lokasi hotel, fasilitas, dan pelayanan bagus ditunjang promosi yang terarah, tak menutup kemungkinan minimal 70 persen tingkat okupansi hotel bisa tercapai.


Selain itu, perlu adanya kerja sama dengan segala pihak, baik antara hotel, hotel dengan biro perjalanan wisata, serta industri pariwisata dengan pemerintah daerah. Ia berharap pemerintah daerah dapat mendorong dan membenahi destinasi wisata untuk menarik kunjungan ke Jawa Barat.


"Seperti Gunung Tangkuban Perahu, Maribaya, dan Ciwedey. Maribaya sekarang sangat kotor, tapi saya dengar sekarang sedang ada perbaikan." katanya.


Hal lain yang disoroti Herman adalah mengenai klasifikasi hotel di Jawa Barat. Ia berharap hotel di Jawa Barat melakukan klasifikasi hotel sesuai standar internasional. "Di Jawa Barat, baru ada 49 hotel yang melakukan standardisasi hotel. Bandingkan di Jawa Timur yang setiap tahunnya ada 25 hotel," katanya.


Salah satu kendala untuk urusan klasifikasi hotel adalah hotel-hotel di Jawa Barat seringkali menghadapi pungutan liar dari oknum-oknum di Dinas Pariwisata Jawa Barat. "Ada hotel yang diminta pungutan liar 5 juta sampai 8 juta. Ternyata ada pungutan-pungutan dari oknum-oknum di Dinas Pariwisata," ujarnya.


Namun, tambah Herman, saat ini oknum-oknum tersebut telah dipindahkan, sehingga hotel-hotel di Jawa Barat bisa tenang mengajukan klasifikasi hotel ke Dinas Pariwisata Jawa Barat.












3:55 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Bisnis Keuangan

KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comPresiden: UMKM Tanggulangi Kemiskinan dan PengangguranBahas Kilang di Balongan, Investor Kuwait Bertemu PertaminaAudit BPK ke PLN Salah AlamatKuartal III, PLN Raup Pendapatan Rp 93,92 TriliunPresiden Terima Pengakuan UMKM InternasionalAsosiasi Usulkan Road Map Rumput Laut NasionalDahlan Iskan Absen, Rapat Temuan BPK BatalKenapa Ada Ekstra PremiLaba Bersih Bank BNI Tumbuh 24,5 PersenInvestasi Triwulan III-2012 Capai Rp 81,8 TriliunSiswanto Prawiroatmodjo, Bekerja dalam DiamRugi Kurs, Laba Bersih MNC Sky Vision AnjlokIHSG Rawan TerkoreksiEropa dan Permintaan Importir Membuat Rupiah MelemahMenjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 22 Oct 2012 15:40:01 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran Mon , 22 Oct 2012 15:33:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1232552t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong kerja sama global yang melibatkan pemangku kepentingan untuk mengembangkan usaha UMKM. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina Mon , 22 Oct 2012 15:19:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1848213t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menjelaskan investor Kuwait dijadwalkan akan bertemu dengan PT Pertamina Persero hari ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat Mon , 22 Oct 2012 14:57:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/25/1823223t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Badan Pemeriksa Keuangan BPK menemukan dugaan PT Perusahaan Listrik Negara PLN merugikan keuangan negara sebesar Rp 37 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun Mon , 22 Oct 2012 14:31:40 UTC+0700PT Perusahaan Listrik Negara Persero PLN mencatatkan kenaikan pendapatan hingga kuartal III-2012 sebesar 10,2 persen. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional Mon , 22 Oct 2012 13:59:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1232552t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden SBY menerima pengakuan internasional di bidang pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dari Global Microcredit Summit Campaign. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional Mon , 22 Oct 2012 13:56:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/23/1733118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal Mon , 22 Oct 2012 13:21:26 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/26/1204507t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Jero Wacik tidak hadir dalam rapat kerja dengan Komisi VII soal temuan BPK. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi Mon , 22 Oct 2012 12:14:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/03/1922262t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Widagdo 35 terkejut ketika mengetahui harus membayar premi asuransi jiwanya dua kali lipat dari perkiraan semula. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen Mon , 22 Oct 2012 12:11:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/29/1604324t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk pada kuartal ketiga tahun 2012 tumbuh sekitar 24,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III.2012.Capai.Rp.81.8.Triliun. Mon , 22 Oct 2012 12:04:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/27/0855189t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Realisasi investasi triwulan III-2012 yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal mencapai Rp 81,8 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III.2012.Capai.Rp.81.8.Triliun.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III2012.Capai.Rp.81.8.Triliun. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam Mon , 22 Oct 2012 11:39:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1136203t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Orang yang bekerja dalam diam. Itulah pandangan umum yang muncul terhadap Chief Executive Officer PT Astra Otoparts Tbk Siswanto Prawiroatmodjo. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok Mon , 22 Oct 2012 10:40:50 UTC+0700PT MNC Sky Vision Tbk MSKY mencatatkan laba bersih hingga kuartal III-2012 sebesar Rp 26 miliar, anjlok dibanding periode yang sama tahun lalu. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi Mon , 22 Oct 2012 10:35:33 UTC+0700Setelah reli sepanjang pekan lalu, IHSG pagi ini rawan terkoreksi. Riset Mega Capital Indonesia memprediksi indeks kembeli melemah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah Mon , 22 Oct 2012 10:30:28 UTC+0700Kondisi Eropa yang tidak menentu dan permintaan importir atas dollar AS membuat rupiah terus merosot. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia. Mon , 22 Oct 2012 10:27:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1026037t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sejak tahun 2004 ekonomi Indonesia sudah dapat tumbuh di atas 5 lagi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia.


KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comPresiden: UMKM Tanggulangi Kemiskinan dan PengangguranBahas Kilang di Balongan, Investor Kuwait Bertemu PertaminaAudit BPK ke PLN Salah AlamatKuartal III, PLN Raup Pendapatan Rp 93,92 TriliunPresiden Terima Pengakuan UMKM InternasionalAsosiasi Usulkan Road Map Rumput Laut NasionalDahlan Iskan Absen, Rapat Temuan BPK BatalKenapa Ada Ekstra PremiLaba Bersih Bank BNI Tumbuh 24,5 PersenInvestasi Triwulan III-2012 Capai Rp 81,8 TriliunSiswanto Prawiroatmodjo, Bekerja dalam DiamRugi Kurs, Laba Bersih MNC Sky Vision AnjlokIHSG Rawan TerkoreksiEropa dan Permintaan Importir Membuat Rupiah MelemahMenjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 22 Oct 2012 15:40:01 +0000 id 2012 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran Mon , 22 Oct 2012 15:33:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1232552t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong kerja sama global yang melibatkan pemangku kepentingan untuk mengembangkan usaha UMKM. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/15335453/Presiden.UMKM.Tanggulangi.Kemiskinan.dan.Pengangguran http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina Mon , 22 Oct 2012 15:19:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/19/1848213t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menjelaskan investor Kuwait dijadwalkan akan bertemu dengan PT Pertamina Persero hari ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1519135/Bahas.Kilang.di.Balongan..Investor.Kuwait.Bertemu.Pertamina http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat Mon , 22 Oct 2012 14:57:52 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/25/1823223t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Badan Pemeriksa Keuangan BPK menemukan dugaan PT Perusahaan Listrik Negara PLN merugikan keuangan negara sebesar Rp 37 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14575256/Audit.BPK.ke.PLN.Salah.Alamat http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun Mon , 22 Oct 2012 14:31:40 UTC+0700PT Perusahaan Listrik Negara Persero PLN mencatatkan kenaikan pendapatan hingga kuartal III-2012 sebesar 10,2 persen. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/14314059/Kuartal.III..PLN.Raup.Pendapatan.Rp.93.92.Triliun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional Mon , 22 Oct 2012 13:59:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/20/1232552t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Presiden SBY menerima pengakuan internasional di bidang pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dari Global Microcredit Summit Campaign. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13595959/Presiden.Terima.Pengakuan.UMKM.Internasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional Mon , 22 Oct 2012 13:56:51 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/23/1733118t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90"> <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/13565164/Asosiasi.Usulkan.Road.Map.Rumput.Laut.Nasional http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal Mon , 22 Oct 2012 13:21:26 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/26/1204507t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral Jero Wacik tidak hadir dalam rapat kerja dengan Komisi VII soal temuan BPK. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1321264/Dahlan.Iskan.Absen..Rapat.Temuan.BPK.Batal http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi Mon , 22 Oct 2012 12:14:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/09/03/1922262t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Widagdo 35 terkejut ketika mengetahui harus membayar premi asuransi jiwanya dua kali lipat dari perkiraan semula. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12141029/Kenapa.Ada.Ekstra.Premi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen Mon , 22 Oct 2012 12:11:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/29/1604324t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Laba bersih PT Bank Negara Indonesia Tbk pada kuartal ketiga tahun 2012 tumbuh sekitar 24,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/1211075/Laba.Bersih.Bank.BNI.Tumbuh.24.5.Persen http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III.2012.Capai.Rp.81.8.Triliun. Mon , 22 Oct 2012 12:04:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/27/0855189t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Realisasi investasi triwulan III-2012 yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal mencapai Rp 81,8 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III.2012.Capai.Rp.81.8.Triliun.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/12040056/Investasi.Triwulan.III2012.Capai.Rp.81.8.Triliun. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam Mon , 22 Oct 2012 11:39:36 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1136203t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Orang yang bekerja dalam diam. Itulah pandangan umum yang muncul terhadap Chief Executive Officer PT Astra Otoparts Tbk Siswanto Prawiroatmodjo. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/11393651/Siswanto.Prawiroatmodjo..Bekerja.dalam.Diam http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok Mon , 22 Oct 2012 10:40:50 UTC+0700PT MNC Sky Vision Tbk MSKY mencatatkan laba bersih hingga kuartal III-2012 sebesar Rp 26 miliar, anjlok dibanding periode yang sama tahun lalu. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10405011/Rugi.Kurs..Laba.Bersih.MNC.Sky.Vision.Anjlok http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi Mon , 22 Oct 2012 10:35:33 UTC+0700Setelah reli sepanjang pekan lalu, IHSG pagi ini rawan terkoreksi. Riset Mega Capital Indonesia memprediksi indeks kembeli melemah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10353337/IHSG.Rawan.Terkoreksi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah Mon , 22 Oct 2012 10:30:28 UTC+0700Kondisi Eropa yang tidak menentu dan permintaan importir atas dollar AS membuat rupiah terus merosot. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10302887/Eropa.dan.Permintaan.Importir.Membuat.Rupiah.Melemah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia. Mon , 22 Oct 2012 10:27:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/22/1026037t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sejak tahun 2004 ekonomi Indonesia sudah dapat tumbuh di atas 5 lagi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2012/10/22/10272525/Menjaga.Momentum.Pertumbuhan.Ekonomi.Indonesia.


3:55 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger