Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Galeri Apik Pamerkan Kolaborasi Lukisan dan Miniatur Otomotif

Written By RajaBlog on Wednesday, December 10, 2014 | 3:55 PM


Jakarta - Sebuah terobosan, baru saja dilakukan pemilik Galeri Apik Jakarta, Rahmat. Jika biasanya pameran bersama menampilkan karya seni lukis atau patung saja, kali ini Rahmat mencoba kolaborasi karya seni yang berbeda. Tepatnya sejak Rabu (10/12) hingga pertengahan Januari 2015, Galeri Apik Jakarta memamerkan ratusan koleksi miniatur otomotif serta puluhan seni lukis milik pelukis terkenal.


Ada alasan spesifik mengapa akhirnya Rahmat menggabungkan dua koleksi dalam satu pameran. Padahal kalau mau disandingkan, jelas harga koleksi miniatur otomotif tidak sebanding dengan karya lukis. Faktanya, harga jual lukisan milik pelukis terkenal jauh diatas harga miniatur mobil. Tapi di mata Rahmat, dua karya seni tersebut memiliki benang merah yang patut diperhitungkan, yakni sama-sama hasil karya manusia dengan estetika dan keindahan.


“Saya ingin memberikan sesuatu yang unik dan baru kepada para kolektor seni. Dalam satu ruang pameran ada dua karya seni yang bisa dinikmati. Lagipula saya ingin mengangkat karya seni miniatur otomotif agar bergaung di Indonesia. Sebab komunitas miniatur mobil di Indonesia sudah banyak, dan mereka harus punya tempat pameran sebagai wadah memamerkan koleksi,” ungkap Rahmat saat ditemui SP di sela-sela persiapan “Joint Visual Exhibition dan Die Cast Classic Cars” di Galeri Apik Jakarta, Selasa (10/12).


Pada jajaran seni lukis, Galeri Apik menampilkan sejumlah koleksi lawas seniman terkenal. Sebut saja lukisan milik Affandi, Heri Dono, I Gusti Agung Mangu Putra, Adrien Jean Le Mayeur De Merpres, Sudjana Kerton, dan Agus Suwage. Sementara untuk koleksi miniatur, Rahmat menyebut ada ratusan die cast yang akan dipamerkan. Mulai dari merek mobil BMW, Mercedes Benz, Datsun, dan sejumlah merek mobil yang tidak lagi diproduksi. Untuk ukuran, khusus koleksi miniatur otomotif di Galeri Apik hadir dalam ukuran 1:67, 1:43, 1:18, dan 1:12.


“Biasanya semakin kecil ukuran, semakin detail. Bila ingin menjadi kolektor miniatur otomotif, harus diperhatikan juga detail dan pembuatnya. Biasanya miniatur mobil dari Singapura atau Tiongkok lebih detail bentuknya,” lontar pendiri Toy and Model Colector Indonesia (Tomoci).


Ditegaskan pula, selama pameran tidak akan ada transaksi jual beli miniatur otomotif. Ratusan koleksi mobil mini di Galeri Apik murni hanya boleh dipandang, tanpa dijual dan disentuh.


Kecewa
Terkait dengan penggabungan dua benda seni dalam satu pameran, Rahmat sebenarnya memiliki misi khusus. Kekecewaannya pada balai lelang menjadi dasar ia melakukan kolaborasi pameran seni lukis dan miniatur otomotif. Ia mengatakan, keberadaan balai lelang justru tidak membantu para seniman. Kebanyakan barang seni yang ada di balai lelang dijual murah, dan terkesan tidak up to date.


“Balai lelang memberikan aturan yang ketat kepada pemilik barang seni. Karena itu, saya dan teman-teman seniman serta kolektor mengambil langkah sendiri. Harapan kami dengan pameran gabungan bisa menempatkan dua karya seni pada level yang sama. Sehingga, bukan harga yang dilihat, melainkan keindahan dari karya itu sendiri,” tegasnya.


Sementara dalam hal pameran seni, Galeri Apik sudah beberapa kali mengadakan acara. Sebut saja pameran Beber Seni di Yogyakarta (2009), Jogja Jaming Biennale X (2009-2010), Seven Lights (2009), Bazaar Art Jakarta (2010), dan masih banyak lagi.


Suara Pembaruan


Penulis: A-23/YS


Sumber:Suara Pembaruan


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Perang Topat, Simbol Perdamaian di Lombok Barat

Written By RajaBlog on Tuesday, December 9, 2014 | 3:56 PM


Perang selama ini identik dengan kekerasan serta jatuhnya korban. Namun perang di Pura Lingsar, Lombok Barat, berbeda. Sebuah tradisi, di mana perang justru merupakan lambang dan simbol perdamaian yakni perang topat.



Official Website: http://beritasatu.tv


Penulis: BeritaSatu TV/MLM


Sumber:BeritaSatu TV


3:56 PM | 0 komentar | Read More

Tari Tradisional, Produk Budaya yang Rawan Termakan Zaman

Written By RajaBlog on Monday, December 8, 2014 | 3:56 PM


Jakarta - Menurut dosen tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) Julianti Parani, tari tradisional merupakan salah satu produk budaya sebagai warisan tak benda yang merupakan bentuk perangkat lunak masyarakat masa lampau yang paling rawan menjadi korban karena termakan zaman.


Dalam seminar "Telisik Tari DKJ (Dewan Kesenian Jakarta): Tari Betawi 'Topeng & Cokek", Julianti menyayangkan tarian Cokek dari Betawi yang berasal dari budaya Tiongkok, saat ini hanya menonjolkan pelesiran (hiburan) saja. Padahal menurutnya, tarian Cokek merupakan tarian agung yang biasa dibawakan saat acara-acara khusus di Klenteng ataupun saat pernikahan.


"Tarian Cokek merupakan bentuk proses regenerasi. Namun, yang diambil masyarakat hanya nilai negatifnya saja. Padahal Cokek yang berasal dari tarian Sipatmo sangat kental dengan nilai tradisi dan budaya," ujarnya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Senin (8/12).


Dilanjutkannya, hal itu tidak hanya terjadi di Tarian Cokek. Banyak seni yang bergeser makna dari masa lampau karena termakan zaman.


"Pergeseran tersebut terjadi karena tidak ada yang mengurus. Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah harus bisa mengurus dan menjaga budaya dan tradisi agar peradaban kita lebih dikenal dengan nilai-nilai positifnya," imbuh Julianti.


Menurutnya, bila pergeseran ini dimaklumi saja, maka generasi ke depan akan melihat peradaban saat ini sebagai peradaban yang jauh dari nilai tradisi. Ia mengkritisi saat ini masyarakat malah lebih dekat dengan lagu-lagu dan kebudayaan dari Korea ketimbang dari negaranya sendiri.


"Kita tahu pemerintah saat ini sudah berbuat banyak untuk kebudayaan Betawi. Namun, ada yang terlupakan, seperti Cokek ini. Sebaiknya jangan hanya mengangkat Cokek dari nilai pelesirannya saja," kata Julianti.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


3:56 PM | 0 komentar | Read More

Bernuansa Budaya Pesisir, "Banyuwangi Beach Jazz Festival" Berlangsung Meriah

Written By RajaBlog on Sunday, December 7, 2014 | 3:55 PM


Banyuwangi - Ribuan penonton antusias menyaksikan gelaran tahunan "Britama Banyuwangi Beach Jazz Festival", Sabtu (6/12) malam, di Pantai Boom, Banyuwangi. Guyonan cerdas duet pembawa acara, Cak Lontong dan Akbar, ikut menyegarkan suasana panggung yang diletakkan tepat di bibir pantai, sehingga pandangan penonton bisa langsung menghadap ke laut yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali tersebut.


Kolaborasi Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto, dan seni kuntulan Banyuwangi, tampil membuka acara. 70 pelaku seni tradisi kuntulan, sebuah kesenian khas Banyuwangi yang banyak menggunakan alat musik non-nada atau perkusi berhasil memikat penonton yang menyemut di depan panggung.


Tohpati and Friends kemudian muncul menghipnotis para penonton dengan menghadirkan sejumlah lagu andalannya, seperti Country, Gembala, No 1, It's a Beautiful Day, dan Mahabarata. Gitaris jazz terkemuka di Indonesia itu, juga aktif berkomunikasi dengan penonton. "Ini pertama kali saya ke Banyuwangi. Luar biasa," tutur musisi kelahiran 25 Juli 1971 tersebut di Banyuwangi, Sabtu (6/12).


Setelah Tohpati, Kua Etnika kemudin tampil kembali di panggung. Kali ini, mereka berkolaborasi dengan penyanyi Trie Utami lewat sajian sejumlah lagu, termasuk "Kupu Tarung" yang terinspirasi dari seni musik Banyuwangi.


Pentolan Kua Etnika, Djaduk Ferianto mengatakan, perhelatan "Britama Banyuwangi Beach Jazz Festival" patut diapresiasi. Mengambil tema pantai, kata dia, acara ini ingin mengangkat budaya pesisir yang yang mencerminkan kejujuran identitas, hal yang juga selaras dengan budaya Jazz, di mana unsur-unsur keterbukaan, kejujuran berekspresi dan keberagaman selalu menjadi gairah baru bagi para musisi.


"Keselarasan itulah yang menjadi latar belakang penampilan kami di ajang ini," kata Djaduk.


Sebagai pemuncak, grup legendaris, Kahitna, tampil menghibur penonton. Kelompok musik yang dimotori pianis dan pencipta lagu Yovie Widianto ini, menghadirkan sejumlah lagu andalan, seperti Tentang Diriku, Cerita Cinta, Katakan Saja, Andai Dia Tahu, Mantan Terindah, dan Cantik


"Kami sungguh merasa bangga bisa main di festival ini," ujar Yovie sambil mengapresiasi kemajuan pariwisata Banyuwangi yang sudah banyak didengarnya dari berbagai kalangan.


Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menjelaskan, "Britama Banyuwangi Beach Jazz Festival" merupakan contoh konsep penyelenggaraan pariwisata event (event tourism) dengan skema kerja sama dunia usaha. Event musik berbalut promosi wisata tersebut, disponsori oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebagai sponsor utama dan didukung PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN), PT Bank Panin Tbk, Grup Bosowa, dan Java Banana.


"Dengan pariwisata event (event tourism) seperti Jazz Pantai ini, kami membagi kebudayaan dan potensi lokal kepada pengunjung luar daerah. Wisatawan mendapatkan pengalaman yang unik karena event tourism tentu tidak digelar tiap hari. Sekali terpikat di event tersebut, wisatawan bisa penasaran mengunjungi destinasi wisata alam dan wisata budaya yang lainnya," jelas Anas.


Kolaborasi antara musik jazz dan etnik Banyuwangi, lanjut Anas, diharapkan bisa menjadi jembatan untuk menggali kearifan lokal.


"Britama Banyuwangi Beach Jazz Festival memperlihatkan bagaimana budaya lokal dan musik jazz dapat digabungkan menjadi sebuah perhelatan acara, yang tidak hanya meningkatkan pariwisata Banyuwangi, tetapi juga memajukan usaha warga lokal," pungkas Anas.


Dalam kesempatan yang sama, Executive Vice President PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), Firman Taufick mengatakan, BRI melihat ajang musik dan pariwisata sebagai kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan daerah. "Kami memahami betapa pentingnya eksistensi sebuah kebudayaan yang menjadi identitas suatu daerah," ujar dia.


Selain menikmati musik, pengunjung juga bisa membeli berbagai produk industri kreatif dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Banyuwangi yang disiapkan stan di sekitar lokasi acara. Terdapat berbagai stan pilihan yang menjajakan kuliner, batik, kaus, aksesoris, lukisan, dan kerajinan tangan setempat.


Penulis: Feriawan Hidayat/FER


Sumber: PR


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Daftar Nomine Grammy Awards 2015

Written By RajaBlog on Saturday, December 6, 2014 | 3:56 PM


Amerika Serikat - Pada hari Jumat (5/12) waktu setempat, lembaga The Recording Academy mengumumkan sebagian daftar nomine ajang penghargaan tertinggi insan permusikan, 57th Grammy Awards. Hari ini, Sabtu (6/12) daftar tersebut dilengkapi dengan diumumkannya nomine-nomine kategori paling ditunggu, yakni Album of the Year. Berikut ini sebagian daftar nomine ajang tersebut:


Album of the Year
"Morning Phase" by Beck
"Beyoncé" by Beyoncé
"x" by Ed Sheeran
"In the Lonely Hour" by Sam Smith
"Girl" by Pharrell Williams


Record of the Year
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" (Darkchild Version) by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"All About That Bass" by Meghan Trainor


Song of the Year
"All About That Bass" by Meghan Trainor
"Chandelier" by Sia
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Stay With Me" (Darkchild version) by Sam Smith
"Take Me To Church" by Hozier


Best Country Album
"Riser" by Dierks Bentley
"The Outsiders" by Eric Church
"12 Stories" by Brandy Clark
"Platinum" by Miranda Lambert
"The Way I'm Livin'" by Lee Ann Womack


Best Pop Vocal Album
"Ghost Stories" by Coldplay
"Bangerz" by Miley Cyrus
"My Everything" by Ariana Grande
"Prism" by Katy Perry
"X" by Ed Sheeran
"In The Lonely Hour" by Sam Smith


Best Urban Contemporary Album
"Sail Out" by Jhené Aiko
"Beyonce" by Beyonce
"X" by Chris Brown
"Mali Is" by Mali Music
"Girl" by Pharrell Williams


Best Pop Solo Performance
"All of Me" by John Legend
"Chandelier" by Sia
"Stay With Me" by Sam Smith
"Shake It Off" by Taylor Swift
"Happy" by Pharrell Williams


Best Rock Song
"Ain't it Fun" by Paramore
"Blue Moon" by Beck
"Fever" by The Black Keys
"Gimme Something Good" by Ryan Adams
"Lazareto" by Jack White


Best Rock Album
"Ryan Adams" by Ryan Adams
"Morning Phase" by Beck
"Turn Blue" by the Black Keys
"Hypnotic Eye" by Tom Petty and the Heartbreakers
"Songs of Innocence" by U2


Best New Artist
Iggy Azalea
Bastille
Brandy Clark
Haim
Sam Smith


Best Country Song
"American Kids" by Kenny Chesney
"Automatic" by Miranda Lambert
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"I'm Not Going To Miss You" by Glen Campbell
"Meanwhile Back At Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill


Best Traditional Pop Vocal Album
"Cheek to Cheek" by Tony Bennett and Lady Gaga
"Nostalgia" by Annie Lennox
"Night Songs" by Barry Manilow
"Sending You A Little Christmas" by Johnny Mathis
"Partners by Barbra Streisand" with Various Artists


Best Rap Performance
"3005" by Childish Gambino
"0-100" by Drake
"Rap God" by Eminem
"i" by Kendrick Lamar
"All I Need Is You" by Lecrae


Best Rap Song
"Anaconda" by Nicki Minaj
"Bound 2" by Kanye West
"i" by Kendrick Lamar
"We Dem Boyz" by Wiz Khalifa
"0-100" by Drake


Best Alternative Music Album
"This Is All Yours" by Alt-J
"Reflektor" by Arcade Fire
"Melophobia" by Cage The Elephant
"St. Vincent" by St. Vincent
"Lazaretto" by Jack White


Best Rap Album
"The Marshall Mathers LP 2" by Eminem
"The New Classic" by Iggy Azalea
"Because The Internet" by Childish Gambino
"Nobody's Smiling" by Common
"Oxymoron" by Schoolboy Q
"Black Hollywood" by Wiz Khalifa


Best Country Solo Performance
"Give Me Back My Hometown" by Eric Church
"Invisible" by Hunter Hayes
"Automatic" by Miranda Lambert
"Something In The Water" by Carrie Underwood
"Cop Car" by Keith Urban


Best Pop Duo/Group Performance
"Fancy" by Iggy Azalea ft. Charli XCX
"A Sky Full of Stars" by Coldplay
"Say Something" by A Great Big World ft. Christina Aguilera
"Bang Bang" by Jessie J, Ariana Grande and Nicki Minaj
"Dark Horse" by Katy Perry ft. Juicy J


Best Music Video
"We Exist" by Arcade Fire
"Turn Down For What" by DJ Snake and Lil Jon
"Chandelier" by Sia
"Happy" by Pharrell Williams
"The Golden Age" by Woodkid ft. Max Richter


Best Spoken Word Album
"Diary of A Mad Diva" by Joan Rivers
"Actors Anonymous" by James Franco
"A Call To Action" by Jimmy Carter
"Carsick: John Waters Hitchhikes Across America" by John Waters
"A Fighting Chance" by Elizabeth Warren
"We Will Survive: True Stories of Encouragement, Inspiration and the Power of Song" by Gloria Gaynor


Best Dance Recording
"Never Say Never" by The Basement Jaxx
"Rather Be" by Clean Bandit ft. Jess Glynne
"F For You" by Disclosure ft. Mary J. Blije
"I Got U" by Duke Dumont ft. Jax Jones
"Faded" by Zhu


Best Country Duo/ Group Performance
"Gentle On My Mind" by The Band Perry
"Somethin' Bad" by Miranda Lambert and Carrie Underwood
"Day Drinking" by Little Big Town
"Meanwhile Back at Mama's" by Tim McGraw ft. Faith Hill
"Raise 'Em Up" by Keith Urban ft. Eric Church


Best Music Film
"Beyonce & Jay Z: On The Run Tour" by Beyonce and Jay Z
"Ghost Stories" by Coldplay
"20 Feet From Stardom" by Darlene Love, Merry Clayton, Lisa Fischer and Judith Hill
"Metallica Through The Never" by Metallica
"The Truth About Love Tour: Live From Melbourne" by Pink


Best Song Written For Visual Media
"Everything Is Awesome!!" from "The Lego Movie" by Tegan and Sara ft. The Lonely Island
"I See Fire" from "The Hobbit" by Ed Sheeran
"I'm Not Gonna Miss You" from "Glen Campbell, I'll Be Me" by Glen Campbell and Julian Raymond
"Let It Go" from "Frozen" performed by Kristen Anderson-Lopez, Robert Lopez
"The Moon Song" from "Her" by Spike Jonze and Karen O


Best Score Soundtrack for Visual Media
"Frozen"
"Gone Girl"
"The Grand Budapest Hotel"
"Gravity"
"Saving Mr. Banks"


Best Comedy Album
"Mandatory Fun" by Weird Al Yankovic
"Obsessed" by Jim Gaffigan
"Oh My God" by Louis C.K.
"Tragedy Plus Comedy Equals Time" by Patton Oswalt
"We Are Miracles" by Sarah Silverman


Best R&B Song
"Drunk In Love" by Beyonce ft. Jay Z
"Good Kisser" by Usher
"New Flame" by Chris Brown ft. Usher and Rick Ross
"Options (Wolfjames Version)" by Luke James ft. Rick Ross
"The Worst" by Jhené Aiko


Pembacaan pemenang The Grammy Awards akan dilangsungkan pada tanggal 8 Februari 2015.


Penulis: Nadia Felicia/NAD


Sumber:Huffington Post


3:56 PM | 0 komentar | Read More

Industri Musik yang Berubah Dorong Sita Nursanti Atur Strategi Baru

Written By RajaBlog on Friday, December 5, 2014 | 3:55 PM


Jakarta - Sita Nursanti, mantan personel grup vokal RSD (Rida Sita Dewi) yang namanya sempat populer di tahun 1990-an kembali mencoba peruntungan di dunia tarik suara. Setelah absen tidak mengeluarkan single ataupun album selama beberapa tahun, Sita pada akhir Agustus kemarin akhirnya kembali merilis single berjudul Terbaik ciptaan Numata Band dan diaransemen oleh Andi Rianto di bawah label independen, Unlimited.


"Walaupun beberapa tahun belakangan saya sibuk di dunia seni pertunjukan, namun sebenarnya saya pop banget orangnya," canda Sita saat ditemui Beritasatu.com beberapa waktu lalu.


Sita mengaku tetap berusaha eksis di dunia tarik suara walaupun ia harus memutar otak untuk mempromosikan dan mendistribusikan single terbarunya tersebut. Ia belum merencanakan akan syuting video klip dalam waktu dekat karena masih ada beberapa pekerjaan lain.


"Perkembangan teknologi membuat semua industri berubah, termasuk industri musik. Dulu semua jelas jalurnya melalui label dan sebagainya. Sekarang dengan sistem unduh dan unggah membuat siapapun bisa menekan biaya produksi dan memilih jalur distribusinya sendiri," pungkasnya.


Sita akhirnya mengandalkan kekuatan radio dan jejaring sosial dalam mempromosikan dan mendistribusikan single-nya. Ia juga memanfaatkan profesinya sebagai penyiar radio di salah satu stasiun radio di Jakarta.


"Sekarang yang saya usahakan memperdengarkan lagu saya di radio-radio. Saat ini sepertinya belum terlalu ampuh strateginya," imbuh Sita.


Walaupun begitu, Sita mengaku optimistis bisa kembali eksis di dunia musik. Karena ia percaya radio masih memiliki kekuatan yang besar dan efektif untuk dijadikan media promosi.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Presiden Dijadwalkan Hadiri FFI di Palembang

Written By RajaBlog on Thursday, December 4, 2014 | 3:56 PM


Palembang - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara penganugerahan karya terbaik Festival Film Indonesia (FFI) di Palembang Sumatera Selatan, pada 4-6 Desember 2014.


Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin usai meninjau persiapan FFI di Palembang Sport Convention Center, mengatakan presiden langsung akan menghadiri malam penganugerahan karya terbaik seniman film tersebut.


"Hal ini karena FFI merupakan kegiatan seni dalam meningkatkan perfilman nasional," ujarnya, Kamis (4/12).


Dia mengatakan, penyelenggaraan FFI ini banyak mendapatkan keuntungan bagi Sumatera Selatan  terutama kehadiran artis-artis akan meningkatkan perekonomian rakyat dan perhotelan.


Sehubungan itu FFI harus dimanfaatkan sebaik-baiknya supaya bermakna bagi semua pihak.


Sementara Ketua Panitia FFI 2014 Kemala Atmojo mengatakan, FFI ini merupakan sejarah baru karena dihadiri Presiden.


Bahkan, lanjut dia, hari ini artis mulai berdatangan dan ini kesempatan bagi masyarakat Sumatera Selatan membuktikan bahwa FFI lebih baik.



Penulis: /LIS


Sumber:Antara


3:56 PM | 0 komentar | Read More

Petualangan "The Librarian" Tayang di Seluruh Asia

Written By RajaBlog on Wednesday, December 3, 2014 | 3:56 PM


Jakarta - Universal Networks International (UNI), divisi saluran internasional dari NBCUniversal, telah mengumumkan bahwa Electric Entertainment memproduksi serial TV The Librarians yang ditayangkan di Universal Channel – rumah dengan "100 persen Karakter". Serial ini akan ditayangkan di seluruh Asia dalam waktu 24 jam setelah tayang di jaringan TNT di AS mulai Desember 2014


Penonton Universal Channel di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, Thailand, Taiwan, Hong Kong dan banyak lagi, semua akan dapat menyaksikan Noah Wyle (Falling Skies, ER) mengulangi perannya dari trilogi film The Librarians. Ini adalah serial baru yang dibintangi Rebecca Romijn (X-Men) – waktu yang sama dengan tayang perdana di AS.


Romijn bergabung dengan Christian Kane (Leverage), Lindy Booth (Dawn of the Dead) dan John Kim (The Pacific) sebagai pelindung harta mistis di dunia bersama pemenang penghargaan Emmy, John Larroquette (Night Court, Deception), memerankan pengasuh mereka. Pemenang Emmy, Bob Newhart (The Big Bang Theory, The Bob Newhart Show) dan Jane Curtin (Kate & Allie 3rd Rock from the Sun) mengulangi karakter mereka dari trilogi film itu, pada awal seri. Matt Frewer (Max Headroom, Falling Skies) juga dipasang untuk memainkan peran berulang.


"Sebuah drama pertualangan aksi yang didorong oleh sekelompok karakter berani dan unik, The Librarians adalah tambahan yang menarik untuk jajaran pemrograman Universal Channel di seluruh dunia," komentar Steve Patscheck, Wakil Presiden Eksekutif Pemrograman Universal Networks International dalam siaran persnya di Jakarta, baru-baru ini. "Kami sangat senang menjadi bagian dari seri baru yang akan tayang dalam waktu 24 jam setelah debut di AS, yang memberikan pemirsa internasional kemudahan agar segera melihat akting para pemainnya."


"Dengan The Librarians, kami tahu telah memiliki serial besar di tangan kami. Dan sekarang bersama Universal Networks International sebagai mitra, kami sangat gembira bahwa kita akan memiliki jangkauan global dan publisitas yang layak," kata Kepala Distribusi International Electric, Sonia Mehandjiyska.


The Librarians berpusat pada sebuah organisasi kuno tersembunyi di bawah Perpustakaan Umum Metropolitan di New York yang didedikasikan untuk melindungi dunia dari ketidaktahuan akan rahasia, realitas magis yang tersembunyi di sekitar. Kelompok yang beranggota berbagai karakter menarik ini memecahkan misteri-misteri yang mustahil, melawan berbagai ancaman supranatural dan menemukan kembali artefak-artefak berpengaruh dari seluruh dunia. Di antara artefak yang terdapat di perpustakaan adalah Tabut Perjanjian, Tombak Takdir, Piala & Pedang Yudas. Hanya orang dengan keahlian khusus yang bisa bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan melindungi semua artefak ini. Dan yang lebih penting, untuk mencegahnya jatuh ke tangan yang salah.


Film franchise The Librarians dimulai pada 2004 dengan sekuel pada 2006 dan 2008. Bagian pertama dinilai sebagai film nomor satu kabel dasar di film tahunan AS, sedangkan bagian kedua masuk dalam lima besar film kabel dasar yang disiarkan televisi pada tahun itu dan menjadi sekuel film kabel asli nomor satu. The Librarians ditangani oleh produser eksekutif Wyle, Dean Devlin, John Rogers, dan Marc Roskin.


Penulis: NAN/FER


Sumber: Investor Daily


3:56 PM | 0 komentar | Read More

Pasha "Ungu" Mantap Calonkan Diri Jadi Wali Kota Palu

Written By RajaBlog on Tuesday, December 2, 2014 | 3:55 PM


Jakarta - Vokalis band Ungu, Sigit Purnomo, atau lebih dikenal Pasha mantap menjajaki dunia politik dengan maju sebagai calon wali kota Palu, Sulawesi Tengah.


"Yang pasti keluarga dan teman-teman di Ungu mendukung aku untuk maju jadi calon wali kota Palu. Mohon doa restunya saja," kata Pasha saat ditemui di Studio RCTI Kebon Jeruk, Jakarta Barat, belum lama ini.


Dunia politik memang bukan dunia yang baru bagi suami Adelia Wilhelmina ini, pasalnya beberapa keluarganya juga sudah lama terjun ke dunia politik.


"Ada beberapa keluarga yang memang sudah lama terjun ke dunia politik, jadi buat saya dunia politik bukan dunia baru," ujarnya.


Pasha sendiri punya misi membawa Palu menjadi kota yang maju seperti kota-kota yang berada di Pulau Jawa.


"Saya ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa ini dan saya ingin memajukan daerah kelahiran saya seperti daerah - daerah yang ada di Pulau Jawa. Makanya, saya yakin bisa bila didukung oleh semua lapisan masyarakat dan keluarga," katanya


Meski sudah ada beberapa partai yang akan mendukungnya, namun Pasha masih enggan bercerita.


"Saya belum bisa bilang partai yang mendukung itu apa, yang jelas saya minta doanya agar bisa memberikan sumbangsih bagi daerah kelahiran saya," ujarnya.


Penulis: Chairul Fikri/FIR


3:55 PM | 0 komentar | Read More

"Running Man" Kembali Sapa Singapura

Written By RajaBlog on Monday, December 1, 2014 | 3:55 PM


Singapura - Para anggota Running Man, Ji Suk-jin, Kim Jong-kook, Song Ji-hyo, Lee Kwang-soo, dan HaHa mengatakan, senang bisa kembali di Singapura, saat konferensi pers, Jumat (28/11), menjelang temu dan sapa penggemar, Sabtu (29/11) di The Star Performing Arts Centre.


Ini akan menjadi peristiwa kedua bagi fans mereka di sini. "Makanan besar. Singapura adalah negara yang indah dan saya sangat senang berada di sini lagi!", kata HaHa.


Kim menyetujui pendapat rekannya dengan menggambarkan Singapura sebagai "kota yang indah" di mana "orang-orangnya benar-benar menyenangkan", dan di mana "cuaca baik".


Song mengatakan, dia cukup beruntung untuk tiba lebih awal dan mendapat kesempatan untuk melakukan sedikit tamasya.


"Aku benar-benar bersenang-senang. Ada banyak hal untuk dilihat. Aku pergi ke akuarium dan itu benar-benar menarik!" kata aktris itu sambil menyeringai.


Running Man, sebuah variety show permainan yang melihat kontestan yang mencoba untuk bermain lebih bagus dan mengecoh satu sama lain dalam berbagai tantangan, telah terus menjadi salah satu acara yang paling populer di Asia sejak debutnya pada 2010, berkat pemeran yang menarik serta terus-menerus dalam format dan jajaran bintang tamu yang berkembang.


Ditanyakan episode mereka yang paling berkesan, Kim mengatakan, itu tidak mungkin untuk memilih karena "setiap episode itu sangat berarti".


Sementara, HaHa mengatakan, episode pertama dari Running Man tetap hidup dalam pikirannya karena merupakan langkah yang sangat besar bagi para pemain, yang juga termasuk Yoo Jae-suk dan Gary Kang, yang akan absen dari pertemuan penggemar mereka di Singapura.


Kwintet ini akan menghadiri acara tanda tangan di Suntec City pada Sabtu (29/11) sore, sebelum bermain game dengan penggemar dan tampil untuk mereka di satu acara dua jam di malam hari.


Ini akan menjadi pemberhentian terakhir dari tur temu penggemar Race Start Season 2 mereka.


Penulis: /EPR


Sumber:Antara/CNA/AFP


3:55 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger