Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Chairun Nisa Diberhentikan dari Jabatan Bendahara MUI

Written By RajaBlog on Tuesday, October 8, 2013 | 3:39 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi, Chairun Nisa, resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak hari ini, Selasa (8/10/2013). Ketua MUI Hamidan mengatakan, penonaktifan Chairun Nisa tersebut dilakukan agar MUI tak lagi dipautkan dengan kasus suap yang kini menjadi berita menghebohkan tersebut.

"Mulai Selasa hari ini, Ibu Chairun Nisa resmi dinonaktifkan. Artinya, dia secara de jure bukan lagi Bendahara MUI. Ini supaya tak ada lagi berita terkait suap MK yang menyebutkan Chairun Nisa sebagai Bendahara MUI," kata Hamidan kepada Tribun, Selasa (8/10/2013).

Sebenarnya, lanjut Hamidan, Chairun Nisa sudah sejak lama tak lagi aktif dalam bebagai rapat maupun kegiatan MUI. Sejak tiga tahun ke belakang, persisnya pertengahan 2011, Chairun Nisa tak aktif.

"Dia sebenarnya sudah tiga tahun terakhir tak lagi aktif. Jadi, surat penonaktifan dia yang kami keluarkan Selasa ini, hanya sebagai prosedur keorganisasian saja," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Chairun Nisa tertangkap tangan oleh KPK dan diduga memberikan sejumlah uang kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam kasus sengketa pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Anggota Komisi II DPR dari Partai Golkar ini disebutkan pula menjabat sebagai Bendahara MUI.




Editor : Caroline Damanik


















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Anjing Lebih Diperhatikan Daripada Gejala Kanker





HOUSTON, Kompas.com - Legenda tenis, Martina Navratilova mengatakan para penderita kanker biasanya mengabaikan gejala-gejala yang mereka rasakan.

"Ketika anjing peliharaan kita memperlihatkan gejala rabies, kita langsung melakukan tindakan medis," kata Navratilova. "Tetapi ketika gejala-gejala kanker kita rasakan pada tubuh kita, kita biasanya menunda tindakan medis yang akan kita ambil."

Hal ini diungkap Martina Navratilova saat menjadi pembicara dalam acara penggalangan dana untuk penelitian kanker payudara yang diadakan Nancy Owens Memorial Foundation, Senin (07/10/2013).

Martina Navratilova pernah didiagnosis mengidap kanker payudara pada 2010 lalu. Namun ia dinyatakan bersih setelah menjalani terapi dengan disiplin.

"Saya berusaha  untuk memberi kasadaran kepada para perempuan untuk lebih memperhatikan diri mereka," kata Navratilova. yang merajai dunia tenis puteri pada 1970-1980-an.

Saat ini, Martina yang telah berusia 57 tahun ini sangat bugar. Ia masih melakukan pertandingan tenis eksebisi keliling dunia sekaligus mempromosikan kesadaran akan kesehatan.

Dalam acara Senin malam tersebut, tergalang dana sekitar 100 ribu dolar AS.




Editor : Tjahjo Sasongko















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Julia Perez Rajin Kampanye di Lokasi Hiburan Malam

Written By RajaBlog on Monday, October 7, 2013 | 3:56 PM


Jakarta - Aktris Julia Perez prihatin dengan banyaknya para penderita HIV/AIDS di Tanah Air. Pemain film Pocong Minta Kawin dan Perawan Seberang itu mengajak masyarakat luas turun berperan aktif perangi penyakit menakutkan itu.


"Saya concern dengan ODHA dan yang terjangkit virus HIV. Maka saya pun perlu merasa perlu memberikan penyuluhan akan bahayanya penyakit AIDS," kata sosok yang perempuan yang biasa dipanggil Jupe itu saat ditemui acara Charity Photo Hunting di Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta, akhir pekan lalu.


Diakui oleh kekasih pesepakbola Gaston Castano itu, dirinya punya pengalaman buruk kehilangan temannya akibat penyakit AIDS yang hingga saat ini belum ada obatnya.


Dengan pengalaman pahit itu, Jupe pun merasa perlu memberikan informasi akan bahayanya penyakit AIDS dan berguna bagi yang mengetahuinya.


"Ada teman saya yang akhir hidupnya dihabiskan dengan virus itu. Itu bisa terjadi terhadap siapa saja. Bukan hanya orang yang dekat dengan saya saja, tetapi siapa saja," jelasnya.


Oleh karena itu, pelantun Belah Duren itu mengaku siap jika harus kampanye ke tempat hiburan malam. Ia menilai HIV/AIDS di Indonesia sudah pada tingkat yang diwaspadai.


"Saya mau kampanyekan ke tempat hiburan malam untuk mengajak mereka peduli juga. Saya mau memberikan mereka warning bahayanya HIV/AIDS ini untuk promote use condom," katanya.


Namun, Jupe sendiri tidak mau menghakimi seberapa besar dosa masyarakat dan dirinya juga. Ia hanya mau mengajak kepedulian bersama untuk jangan sampai terkena penyakit mematikan tersebut. Salah satunya tentu dengan menggunakan kondom saat berhubungan seks.


Selain itu, wanita yang pernah dijuluki "bom seks" itu mengajak agar setiap orang tidak berhubungan seks sebelum menikah.


"Saya hanya mau mengajak mereka peduli. Tentunya selain untuk setia sama pasangan itu paling benar dan juga no sex before married. Hal ini demi menjaga dari penyakit AIDS/HIV itu sendiri," tegasnya.


Menurutnya, cara yang paling ampuh untuk memerangi HIV/AIDS adalah setia terhadap pasangan.


"Setelah menikah kita harus setia. Nggak pacaran aja setia, pas nikah juga setia. Sampai menutup mata juga setia," tutupnya.


3:56 PM | 0 komentar | Read More

BPK RI Perwakilan DKI Cium \"Bau Busuk\" di PD Dharma Jaya





JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi DKI menemukan pengeluaran dana yang tak dapat dipertanggungjawabkan di tubuh salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI, PD Dharma Jaya. Hasil audit laporan keuangan itu pun telah disampaikan pada Pemprov DKI.


"Kita menemukan ada masalah serius di tubuh PD Dharma Jaya. Ada transaksi dana dalam jumlah besar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mereka," ujar Blucer W Rajagukguk, Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, di Kantor BPK RI, Jakarta Pusat pada Senin (7/10/2013).


Meski demikian, Blucer mengaku tidak hafal berapa jumlah pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan BUMD yang mengurus peredaran daging sapi di DKI Jakarta tersebut. Laporan itu sendiri telah dikirim secara resmi ke Pemprov DKI Jakarta awal tahun 2013 yang lalu.


"Laporan secara resmi sudah kita sampaikan. Kalau tindak lanjutnya, kita serahkan ke Pemprov DKI. Yang penting sudah kita laporkan," ujarnya.


Sementara, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tampaknya menutup-nutupi temuan tersebut. Ia mengaku belum menerima hasil audit keuangan dari BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta terkait laporan keuangan BUMD yang mendapat suntikan modal Rp 15 miliar dari Pemprov DKI tersebut.


"Ya itu yang nanti kita tunggu (audit keuangan). Nanti dicek lagi," ujar Jokowi.


PD Dharma Jaya adalah salah satu BUMD milik Pemprov DKI yang menyediakan dan menampung ternak potong, mengelola rumah potong hewan dan pemotongan ternak, penyediaan tempat penyimpanan daging, pendistribusian sekaligus pemasaran daging. BUMD yang dibentuk melalui Perda DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 1985 Tanggal 15 Juni 1985 itu bertujuan membantu dan menunjang kebijaksanaan umum Pemda DKI dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya konsumen daging dan petani ternak.


Berdasarkan profil dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI, BUMD yang memiliki satu anak perusahaan itu tak pernah memberikan satu rupiah pun ke dalam pendapatan asli daerah. Oleh sebab itu, pada awal Agustus 2013 silam, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melontarkan wacana untuk menutup BUMD PD Dharma Jaya.


Tak hanya soal nihilnya kontribusi BUMD yang mengklaim menguasai 20 persen peredaran daging sapi di Jakarta itu, tindak korupsi juga diduga kuat terjadi di sana.


Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama saat menerima petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 29 Juli 2013 lalu. "Kita bicara sapi sama KPK. Ada permasalahan dalam suplai dan distribusi daging. Saya belum tahu persis di mana masalahnya dan mengarah ke mana. Tapi KPK punya dugaan kuat soal korupsi," kata Basuki.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Kasum: MA \"Korting\" Hukuman Pollycarpus 6 Tahun






JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung (MA) disebut telah mengambil keputusan penting dalam upaya pengungkapan kasus aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir pada tanggal 2 Oktober lalu. Dalam putusan tersebut, MA melakukan upaya peninjauan kembali terhadap hukuman pembunuh Munir, Pollycarpus Budihariprijanto. Hasilnya, MA memangkas hukuman Pollycarpus dari 20 tahun menjadi 14 tahun penjara.

Demikian disampaikan Sekretaris Eksekutif Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (Kasum) Chairul Anam dalam Jumpa Pers di Kantor Imparsial, Senin (7/10/2013). Putusan tersebut, lanjutnya, tertuang dalam putusan dengan nomor register 133 PK/PID/2011.

"Putusan tersebut tentunya menciderai rasa keadilan kami," kata Chairul.

Menurutnya, alih-alih menyelesaikan kasus Munir secepat-cepatnya, pemerintah justru mengurangi sepertiga masa hukuman Pollycarpus. Padahal, belum genap 3 bulan lalu, Komite HAM PBB telah mengeluarkan rekomendasi kepada pemerintah untuk menyelesaikan kasus Munir dalam waktu 1 tahun.



"Jadi bukannya mengalami kemajuan, kasus ini justru mundur kebelakang," lanjutnya.

Chairul mengaku belum mendapatkan keterangan lebih jauh mengenai pertimbangan yang digunakan MA dalam menjatuhkan PK tersebut. Menurutnya, pihak MA belum dapat dimintai keterangan hingga saat ini.

Informasi mengenai PK dan pemangkasan hukuman itu hanya didapatkannya melalui situs web MA. PK atas PK Permohonan PK yang diajukan Pollycarpus merupakan respons atas putusan PK yang diajukan Kejaksaan Agung. Mahkamah Agung mengabulkan permohonan PK Kejaksaan Agung dan menghukum Pollycarpus 20 tahun penjara.

Sebelumnya, Mahkamah Agung dalam putusan kasasinya menyatakan Pollycarpus tidak terbukti membunuh Munir. Ia hanya dihukum dua tahun penjara karena dianggap terbukti menggunakan surat palsu.

Putusan kasasi itu menganulir putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta yang mengukuhkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menghukum Pollycarpus 14 tahun penjara. Pengajuan PK Pollycarpus dipandang tidak lazim karena merupakan PK atas PK. Menurut tata hukum acara, PK lazimnya diajukan atas putusan kasasi.

Sebelumnya, Pengacara Pollycarpus, Assegaf mengungkapkan, putusan PK atas PK diajukan karena Pollycarpus menganggap putusan PK yang diajukan Kejaksaan Agung cacat hukum. Menurutnya, mekanisme PK jaksa tidak dibenarkan dalam ketentuan hukum acara pidana. Pihak yang berhak mengajukan PK adalah ahli waris atau korban. (Baca juga: MA Kabulkan PK Pollycarpus)




Editor : Caroline Damanik
















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Persiapan PON, Atlet Jabar Berlatih di Korea





BANDUNG, Kompas.com - KONI Jawa Barat memberangkatkan 27 atlet Pelatda ke Korea Selatan untuk berlatih selama tujuh bulan di "Negeri Gingseng" tersebut.

"Pemberangkatan 27 atlet itu dari tiga cabang, yakni senam, taekwondo dan gulat. Saat ini ada juga atlet gulat yang berlatih di sana," kata Sekretaris KONI Jawa Barat Lili Rolina di Bandung, Senin (7/10/2013).

Menurut Lili, atlet yang berangkat itu tujuh dari senam, tujuh dari gulat dan sepuluh atlet taekwondo. Pengiriman atlet itu merupakan bagian dari Pelatda jangka panjang yang digelar KONI Jawa Barat.

Ketiga cabang itu merupakan cabang yang memperebutkan emas cukup banyak di mana cabang-cabang dengan emas banyak akan menjadi prioritas Jabar dalam rangka mengejar target Jurara Umum pada PON XIX/2012.

"Cabang-cabang itu kebetulan ditangani atlet asal Korea dan rata-rata atlet belia dengan target mencapai puncak penampilan pada PON XIX/2013," katanya.

Lili menyebutkan dalam Pelatda Jangka Panjang itu diterapkan sistem promosi dan degradasi, sehingga bisa meningkatkan kompetitif di kalangan atlet.

Artinya, kata Lili, evaluasi dilakukan setiap waktu dan tidak menutup kemungkinan akan digantikan oleh atlet lainnya bila ada yang lebih baik.

"Selain sebelas cabang yang dilatih oleh atlet asal Korea, itu para atletnya tetap memiliki peluang untuk berlatih di luar negeri dengan beberapa tujuan negara, selain ke Korea juga ke China, Jepang atau bahkan ke beberapa negara di Eropa," kata Lili Rolina.

Selain dikirim berlatih di luar negeri, kata dia KONI Jabar juga akan mengirim atlet-atletnya untuk mengikuti sejumlah kejuaraan di luar negeri untuk meningkatkan percaya diri para atlet.

"Program uji tanding di kejuaraan di luar negeri merupakan salah satu cara yang akan dan telah kami lakukan, pengajuan dari cabang dan KONI menindaklanjuti dengan pengiriman mereka berlaga di luar negeri," katanya.




Editor : Tjahjo Sasongko















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Cloudy Sekuel 2, Misi Mematikan Mesin Pembuat Hewan Makanan

Written By RajaBlog on Sunday, October 6, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - "Cloudy With A Chance of Meatballs 2", sekuel dari film animasi dengan judul yang sama di tahun 2009. Film ini kembali menceritakan sang ilmuwan muda jenius yang sering membuat kekacauan, Flint Lockwood.


Di film pertama, Flint dan teman-temannya, Steve si monyet, Sam Sparks reporter cuaca televisi, Brent maskot Baby Brent's Sardines, dan polisi Earl Devereaux menyelamatkan pulau tempat tinggal mereka Swallow Falls dari mesin Flint Lockwood Diatomic Super Mutating Dynamic Food Replicator atau FLDSMDFR, mesin pengubah air menjadi makanan lezat yang hampir meluluh lantakkan pulau mereka.


Setelah Swallow Falls terselamatkan, seluruh penduduk dipaksa untuk meninggalkan pulau sementara waktu oleh Live Corp yang dipimpin oleh ilmuwan jenius Chester V, yang juga idola masa kecil Flint. Live Corp berjanji kepada seluruh penduduk setelah pulau sudah dibersihkan dari tumpukan makanan, maka mereka dapat kembali ke Swallow Falls. Chester V juga mengajak Flint untuk bergabung di Live Corp, yang tentu saja diterima senang hati oleh Flint.


Namun ditengah pembersihan, seluruh tim pembersih Live Corp menghilang, Chester V menemukan bahwa mesin FLDSMDFR masih hidup dan menciptakan foodimals – hewan yang terbentuk dari berbagai makanan, yang mengacaukan tugas tim pembersih Live Corp.


Chester V pun memerintahkan Flint untuk mematikan FLDSMDFR sebelum para foodimals menyebrangi pulau dan menyerang dunia. Flint dan teman-temannya, ditambah ayah Flint – Tim Lockwood, pergi menuju Shallow Falls untuk mematikan mesin FLDSMDFR. Berhasilkah Flint mematikan mesin ciptaannya dan menyelamatkan dunia?


Film ini masih menghadirkan seluruh karakter di film sebelumnya, serta ditambah karakter-karakter baru seperti ilmuwan pemilik Live Corp Chester V dan asistennya orang utan dengan otak manusia, Barb. Berbagai karakter foodimals yang menggemaskan juga mencuri perhatian, seperti Barry si strawberry kecil, Cheespider laba-laba campuran burger dan kentang goreng, Flamangos si burung flamingo dari mangga, dan masih banyak lagi.


Cloudy with a Chance of Meatballs 2 disutradarai oleh Cody Cameron yang juga menyutradarai Open Season 3 dan Kris Pearn yang sebelumnya berada di posisi Head of Story di film pertama. Bintang-bintang pengisi suara Flint dan teman-teman masih sama diantaranya Bill Hader, Anna Faris, James Caan, Will Forte, Andy Samberg, dan Neil Patrick Harris. Film berdurasi 95 menit ini juga dapat dinikmati dalam format 3D.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

Pelaku Penyiraman Air Keras di PPD 213 Sudah Dua Kali Ditangkap Polisi

- RN alias Tompel, pelajar berusia 18 tahun tersangka penyiram air keras di dalam bus PPD 213 jurusan Kampung Melayu-Grogol pada Jumat (4/10/2013) pagi, ternyata sudah dua kali ditangkap polisi. Kasus air keras adalah tindakan kriminalnya yang ketiga.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar M Saleh Minggu (6/10/2013) menjelaskan, Tompel pernah ditahan di Polsek Metro Matraman karena kasus tawuran antar pelajar.

Setelah itu Tompel juga pernah ditahan di Polsek Metro Taman Sari terkait kasus pembajakan sebuah bus bersama teman-temannya.

"Jadi dia (Tompel) ini sudah dua kali ditangkap. Kali ini kasusnya lebih berat," kata Saleh di Mapolres Metro Jakarta Timur, Minggu (6/10/2013).

Saat ini Tompel berada di Mapolres Metro Jakarta Timur untuk diperiksa. Polisi menyita barang bukti berupa botol yang digunakan sebagai wadah untuk menyimpan air keras. 

Ditangkap

Tompel ditangkap di Bekasi pada pukul 02.00, Minggu (6/10/2013), saat tengah menghabiskan akhir pekan bersama temannya. 

Tompel menyiramkan air keras kepada penumpang bus PPD 213 yang sedang berhenti di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Jumat (4/10/2013).

Ia memasuki bus dari pintu belakang, lalu berjalan ke depan dan menyiramkan air keras kepada sejumlah pelajar di bus itu. Ia melarikan diri melewati pintu depan bus.

Air kerasnya mengenai 13 orang di dalam bus, empat di antaranya adalah pelajar. Tiga orang mengalami luka yang cukup serius karena terkena siraman air keras di wajah, leher dan badannya.   

3:52 PM | 0 komentar | Read More

Akil Mochtar Tak Komentar soal Ganja dan Ineks






JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar enggan berkomentar mengenai penemuan ganja dan ineks di ruangan kerjanya di Gedung MK, Jakarta oleh penyidik KPK beberapa waktu lalu. Akil meminta wartawan menanyakan hal itu ke Badan Narkotika Nasional (BNN).

Hal ini diungkapkan Akil seusai pengambil contoh urinnya oleh BNN di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Minggu (6/10/2013). “Tanya BNN ya,” ujar Akil sambil mengacungkan jempol ke arah wartawan.

Selebihnya, dia tidak berkomentar kemudian masuk ke mobil tahanan KPK yang menjemputnya untuk kembali ke Rumah Tahanan KPK. Akil ditahan di Rutan KPK sejak Kamis (3/10/2013) malam. Dia ditahan setelah ditetapkan KPK sebagai tersangka atas dugaan menerima pemberian hadiah atau janji berupa uang terkait kepengurusan sengketa pemilihan kepala derah di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan di Lebak, Banten.

Hari ini, sejumlah petugas BNN menyambangi KPK. Saat memasuki Gedung KPK sekitar pukul 13.00 WIB tadi, Kepala Sub Direktorat Heroin Deputi Bidang Pemberantasan BNN Slamet Pribadi mengungkapkan, kedatangan sejumlah petugas BNN hari ini untuk mengambil contoh urin Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar yang ditahan di Rumah Tahanan KPK.

Sebelumnya, MK meminta BNN untuk menguji ganja dan ineks yang ditemukan tim penyidik KPK saat menggeledah ruang kerja Akil di kantor MK, beberapa waktu lalu. Penyidik KPK menemukan tiga linting ganja utuh, satu di antaranya sudah dipakai, serta dua buah pil berwarna hijau dan ungu.

BNN kemudian melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah barang yang diserahkan oleh MK tersebut. Pengujian laboratorium selesai dilakukan pada Sabtu (5/10/2013). Namun, BNN belum mengungkapkan hasilnya kepada media. Alasannya, hal itu merupakan kewenangan MK.




Editor : Hindra Liauw


















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Jerry Lolowang: Saya Tidak Kaget Ketika Dinyatakan Menderita Kanker





PENANG, KOMPAS.COM - Jauh sebelum kanker testis yang kini tengah menggerogoti tubuhnya, Jerry Lolowang sudah pernah berhadapan dengan tumor. Mantan pebasket Satya Wacana Metro LBC Bandung (dulu Salatiga) ini pernah menjalani pengangkatan tumor pada kaki, ketika berusia 13 tahun.

Sejak itu, pria bernama lengkap Jerry Natanael EB Lolowang ini dinobatkan sebagai Duta Kanker Anak untuk kota Solo, karena termasuk cancer survivor, bahkan bisa berprestasi sebagai atlet.

Tumor yang jauh lebih ganas kini menyerang cowok kelahiran Solo, 17 Desember 1986 tersebut. Tetapi, masih seperti dulu, semangatnya tetap tinggi. Dia bertekad bulat untuk berjuang melawan penyakit ini. Jerry menjalani pengobatan di rumah sakit khusus kanker Mount Miriam di Penang, Malaysia.

"Sebenarnya saya dari dulu sudah tahu dan siap andai kata Tuhan mengijinkan saya menderita kanker. Nenek saya dari garis keturunan Mami saya, adalah penderita kanker. Mereka sembilan bersaudara dan delapan di antaranya menderita kanker," aku Jerry dari Penang, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/10/2013).

"Nenek saya adalah bukti keajaiban Tuhan. Dia bisa sembuh dari kankernya meski tidak menjalani pengobatan ke dokter. Itulah yang menyemangati saya untuk sembuh seperti nenek saya," lanjut penggemar klub sepakbola asal Italia, Juventus ini.

Meski dengan cara yang berbeda, Jerry mengaku sudah merasakan keajaiban Tuhan. Dia tidak menyangka akan banyak sekali mendapat dukungan dari banyak pihak, dalam bentuk apapun. Banyak pemain basket Indonesia yang menyumbangkan bajunya untuk dilelang, demi mendapatkan dana yang akan disumbangkan pada Jerry.




Editor : Pipit Puspita Rini

















3:01 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger