Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Kurang Waktu Untuk Keluarga dan Anak, Mi'ing Minta Maaf

Written By RajaBlog on Monday, August 12, 2013 | 3:56 PM


Jakarta - Hari raya Idul Fitri menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Begitu pula yang dilakukan oleh Dedi Suwendi Gumelar alias Mi'ing. Menurut mantan anggota grup lawak Bagito yang kini berprofesi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, Mi'ing merasa kesibukannya sebagai anggota legislatif begitu menyita waktunya bersama keluarga.


"Buat saya masalah waktu bertemu keluarga bukan lagi masalah kuantitas, tapi masalah kualitas. Karena disela-sela kesibukan, saya masih sempatkan diri saya untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan disitu saya selalu sempatkan berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak saya agar saya tahu keluhan mereka," ujar Mi'ing.


Dilanjutkan kakak pelawak Didin Bagito itu, kesibukannya menjadi anggota DPR RI mengharuskan dirinya untuk terus fokus mengurusi masalah yang terjadi di masyarakat. Sehingga dia selalu berbagi tugas dengan sang istri untuk mengurusi urusan keluarga.


"Saya selalu berbagi tugas dengan istri, agar keharmonisan keluarga masih tetap terjalin. Dan karena kerelaan saya menghabiskan waktu dengan konstituen saya, sehingga dengan intensitas keluarga berkurang, itu sebuah konsekuensi," kata Mi'ing.


"Makanya saya setiap hari meminta maaf sama keluarga saya karena banyak yang waktu yang kurang bagi keluarga," lanjut Miing.


Miing sendiri bersyukur meski banyak waktu yang tersita untuk keluarganya, namun keluarganya tetap mendukung aktivitasnya.


"Saya bersyukur keluarga paham aktifitas saya. Karena sebelum saya jadi politisi, aktivitas saya sebagai pelawakpun sudah jarang di rumah, apalagi sekarang jadi anggota DPR. Mereka juga paham bahwa saya ini adalah cowok panggilan. Dan dukungan keluarga itulah yang saya jadikan suporting power buat saya untuk terus berusaha membahagiakan keluarga dan masyarakat," pungkasnya.


3:56 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













3:55 PM | 0 komentar | Read More

Basuki Tak Mau Anak Kuliah Ditangkap Karena Tak Ber-KTP DKI





JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak ingin Operasi Yustisi Kependudukan atau OYK digunakan untuk memperalat warga di Jakarta. Ia mengatakan, OYK hanya berlaku bagi warga yang melanggar peraturan daerah.


Mulai tahun ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan merazia warga pendatang dengan melakukan OYK. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggantinya dengan operasi bina kependudukan. Warga pendatang yang tak memiliki ketrampilan kerja dan belum bekerja akan diminta untuk pulang ke daerah asalnya.


Basuki mengatakan, belum tentu semua kaum urban mendatangkan masalah bagi Jakarta. Tak sedikit dari pendatang itu, kata dia, justru mendatangkan pendapatan bagi pemerintah, misalnya turis dan wisatawan asing.


"Jangan lagi operasi yustisi seperti zaman saya kuliah dulu. Anak kuliah tidak punya KTP (Jakarta) ditangkap, kan jadi permainan. Kalau orang bisa bayar kos mahal, bisa di hotel, ada enggak operasi yustisi yang berani menangkap turis?" kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).


Ia mengatakan, Jokowi tidak melarang warga dari luar Jakarta untuk mencari nafkah di Ibu Kota. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI akan memberikan KTP bagi para pendatang yang sudah menetap lama di Jakarta.


Basuki menyebutkan, operasi yustisi hanya diarahkan untuk orang yang melanggar peraturan daerah. "Misalnya, berdagang di jalan, menduduki trotoar," kata Basuki. Kepala Disdukcapil DKI Purba Hutapea mengatakan akan menggelar operasi yustisi bagi pedagang kaki lima (PKL) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Operasi yustisi PKL dan PMKS ini untuk menegakkan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum serta Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil. Penertiban ini akan dilakukan pada H+21 Lebaran karena masih memberikan waktu kepada para pendatang untuk berlibur di Jakarta.


"Sebagai gantinya OYK, kami melakukan penertiban atau razia terhadap PKL ilegal dan PMKS, seperti gelandangan, pengemis, dan tukang palak mobil," kata Purba.


Apabila dalam penertiban tersebut ada warga yang tidak mempunyai KTP DKI, maka akan langsung diserahkan ke pengadilan wilayah setempat untuk mengikuti sidang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun PMKS yang terjaring dalam razia itu akan dibawa ke Panti Sosial Dinas Sosial DKI.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















3:52 PM | 0 komentar | Read More

Sidang Setyabudi, Pintu Masuk Jerat Hakim Lain






JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi akan menjadikan fakta persidangan kasus dugaan suap kepada hakim Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono sebagai pintu masuk dalam mengusut keterlibatan hakim lain. Persidangan kasus Setyabudi ini dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung pada 15 Agustus mendatang.

"Sekarang fokusnya, kita akan memeriksa ke pengadilan, hakim Setya. Mudah-mudahan dari Pak Setya itu bisa lebih jauh lagi, itu nanti bisa jadi pintu masuk (mengusut) penegak hukum lainnya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Senin (12/8/2013).

Persidangan kasus ini akan dipimpin majelis hakim yang diketuai Nur Hakim dengan anggota majelis yang terdiri dari Barita Lumban Gaol dan Basyari Budi Pradianto. Ada empat tersangka yang akan menjalani persidangan sebagai terdakwa. Keempatnya adalah Setyabudi, Ketua Gasibu Padjajaran Toto Hutagalung, pejabat Pemkot Bandung Herry Nurhayat, serta pria bernama Asep Triana yang diduga sebagai orang suruhan Toto.

Mereka diduga terlibat suap terkait kepengurusan perkara korupsi bantuan sosial Pemkot Bandung yang ditangani Pengadilan Negeri Bandung. Di PN Bandung, kasus bansos ini ditangani Setyabudi dan dua hakim lainnya, yakni Ramlan Comel serta Jojo Johari.

Dugaan keterlibatan hakim lain dalam perkara suap terkait penanganan kasus bansos ini tampak dari proses rekonstruksi yang dilakukan KPK di Bandung beberapa waktu lalu. KPK melakukan rekonstruksi di sejumlah tempat, salah satunya di ruangan kerja Sareh Wiyono ketika dia masih menjabat Ketua PT Jabar, di kantor Pengadilan Tinggi Jawa Barat.

Sareh kini telah pensiun dan beberapa kali menjalani pemeriksaan di KPK. Adegan yang dilakukan berdasarkan pemeriksaan terhadap Setyabudi mengungkapkan adanya dugaan Setyabudi memberikan uang Rp 250 juta kepada Sareh. Uang tersebut diduga sebagai pelicin agar putusan kasus korupsi bansos yang masuk ke PT Jabar bisa mendukung putusan PN Bandung.

Dalam putusan persidangan yang dipimpin Setyabudhi, seluruh terdakwa mendapat vonis sama, yaitu hukuman penjara 1 tahun. Namun, reka ulang pemberian uang Rp 250 juta ini dibantah Sareh. Selain di ruangan Sareh, rekonstruksi digelar di rumah pribadi Sareh di Jalan Supratman No. 100 (samping Hotel Mitra).

Di rumah tersebut, ada adegan pertemuan antara Sareh dengan Setyabudi. Diduga, dalam pertemuan tersebut, ada pembahasan yang merupakan kelanjutan dari pembicaraan di ruangan kerja Sareh. Dalam pertemuan itu, Sareh diduga bersedia membantu Setyabudi asalkan disediakan uang Rp 1,5 miliar.

Sama seperti sebelumnya, Sareh juga membantah adegan mengenai kesepakatan pemberian uang Rp 1,5 miliar tersebut. Rekonstruksi juga digelar di Vila Jodam milik tersangka dugaan penyuapan, Toto Hutagalung. Diduga, ada pertemuan antara Toto, Setyabudi, Wali Kota Dada Rosada, dan mantan Sekretaris Daerah Edi Siswadi di vila tersebut. Pertemuan ini juga melibatkan hakim Ramlan.

Seusai pertemuan, mereka pergi ke rumah karaoke Venetian tanpa dihadiri Dada. Rekonstruksi pun berlanjut ke rumah karaoke tersebut. Saat rekonstruksi berlangsung, hakim Ramlan diwakili oleh orang lain karena berhalangan hadir. Kini, Dada dan Edi sudah berstatus tersangka dengan dugaan menyuap hakim Setyabudi.




Editor : Hindra Liauw


















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Pebulu Tangkis Cantik Tewas Kecelakaan





MANILA, KOMPAS.com — Saat berlangsungnya World Championships di Guangzhou, China, dunia bulu tangkis bersedih karena kehilangan Karyn Velez, tunggal putri AS keturunan Filipina.

Karyn Velez yang juga dikenal dengan nama "Chibbie" meninggal dunia karena kecelakaan mobil saat tengah "mudik" ke tanah moyangnya di Manila, Filipina.  

Karyn berkunjung ke Filipina usai bertanding di turnamen Kanada GP pada akhir Juli lalu. Ia tersingkir di babak pertama saat menghadapi pemain Jepang Ayumi Mine 15-21, 10-21. Sementara di nomor ganda, berpasangan dengan Laura Choinet dari Perancis, Karyn disingkirkan ganda China, Yu Xiaohan/Huang Yaqiong 7-21, 7-21.

Pebulu tangkis kelahiran 5 Maret 1990 ini merupakan pemain peringkat dua AS di bawah Jamie Subandhi. Sebagai pemain tunggal, ia mencapai peringkat tertinggi di peringkat 67. Saat ini, ia menempati peringkat 193 untuk tunggal dan 521 untuk ganda.

Karyn Velez dilahirkan di Philadelphia, AS. Namun, keluarganya kemudian memutuskan kembali ke Filipina. Di sinilah, ia mulai mengenal bulu tangkis dan bahkan menjadi pemain peringkat satu di negara tersebut. "Saya pernah menempati peringkat satu di Filipina. Namun, di sini, politik sangat berpengaruh sampai di dunia olahraga dan saya memutuskan meninggalkan hal ini."

Ia kemudian bergabung dengan  Kuala Lumpur Rackets Club (KLRC) Malaysia pada 2009. Saat itu juga ia memutuskan untuk memperkuat tim Amerika Serikat.




Editor : Tjahjo Sasongko















3:02 PM | 0 komentar | Read More

Kurang Waktu Untuk Keluarga dan Anak, Mi'ing Minta Maaf

Written By RajaBlog on Sunday, August 11, 2013 | 3:55 PM


Jakarta - Hari raya Idul Fitri menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Begitu pula yang dilakukan oleh Dedi Suwendi Gumelar alias Mi'ing. Menurut mantan anggota grup lawak Bagito yang kini berprofesi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, Mi'ing merasa kesibukannya sebagai anggota legislatif begitu menyita waktunya bersama keluarga.


"Buat saya masalah waktu bertemu keluarga bukan lagi masalah kuantitas, tapi masalah kualitas. Karena disela-sela kesibukan, saya masih sempatkan diri saya untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan disitu saya selalu sempatkan berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak saya agar saya tahu keluhan mereka," ujar Mi'ing.


Dilanjutkan kakak pelawak Didin Bagito itu, kesibukannya menjadi anggota DPR RI mengharuskan dirinya untuk terus fokus mengurusi masalah yang terjadi di masyarakat. Sehingga dia selalu berbagi tugas dengan sang istri untuk mengurusi urusan keluarga.


"Saya selalu berbagi tugas dengan istri, agar keharmonisan keluarga masih tetap terjalin. Dan karena kerelaan saya menghabiskan waktu dengan konstituen saya, sehingga dengan intensitas keluarga berkurang, itu sebuah konsekuensi," kata Mi'ing.


"Makanya saya setiap hari meminta maaf sama keluarga saya karena banyak yang waktu yang kurang bagi keluarga," lanjut Miing.


Miing sendiri bersyukur meski banyak waktu yang tersita untuk keluarganya, namun keluarganya tetap mendukung aktivitasnya.


"Saya bersyukur keluarga paham aktifitas saya. Karena sebelum saya jadi politisi, aktivitas saya sebagai pelawakpun sudah jarang di rumah, apalagi sekarang jadi anggota DPR. Mereka juga paham bahwa saya ini adalah cowok panggilan. Dan dukungan keluarga itulah yang saya jadikan suporting power buat saya untuk terus berusaha membahagiakan keluarga dan masyarakat," pungkasnya.


3:55 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













3:55 PM | 0 komentar | Read More

Lulung Juga Dukung Jokowi Pindahkan Rumah Jagal Tanah Abang




Koordinator Rumah Potong Hewan (RPH) Pasar Blok G Tanah Abang Ali Djawas (putih, membelakangi kamera) bersama tokoh masyarakat Tanah Abang, Muhammad Yusuf Muhi atau Bang Ucu (tengah, berjaket coklat dan berpeci hitam) menunggu Satpol PP menertibkan RPH Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013). | KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI








JAKARTA, KOMPAS.com - Selain mendukung relokasi pedagang kaki lima Tanah Abang, Jakarta Pusat, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana juga mendukung pemindahan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Pasar Blok G Tanah Abang. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta Pemerintah Provinsi DKI dan tukang potong hewan berdiskusi menentukan tempat relokasi.


"Kemarin saya dengar, teman-teman pemotong daging hewan pada ke DPRD, tapi saya tidak berada di tempat karena umrah. Tapi, kita mendukung untuk relokasi," kata pria yang kerap disapa Lulung itu, Minggu (11/8/2013) siang.


Mengenai lokasi pemindahan RPH itu, Lulung menyerahkannya kepada para tukang jagal dan Pemerintah Provinsi DKI untuk menentukan lokasi yang tepat. Ia menyarankan agar Pemprov DKI berkomunikasi dengan para pedagang menentukan tempat relokasi. Apabila para pedagang menginginkan tempat relokasi di dekat Tanah Abang, ia menyarankan kepada pemerintah untuk menuruti permintaan mereka dengan mencarikan lahan di dekat Tanah Abang. "Tapi intinya, saya serahkan ke pedagang saja, mereka mau pindah ke mana," kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta itu.


Secara terpisah, Koordinator RPH Pasar Blok G Tanah Abang Ali Djawas menyesalkan pembongkaran rumah jagal hari ini. Menurutnya, Pasar Kambing Tanah Abang sudah identik dengan kawasan tersebut. Ia tidak rela jika tempat pemotongan kambing dipindahkan ke luar Pasar Tanah Abang. Selain itu, Ali juga menyesalkan pembongkaran yang belum disertai dengan kesiapan tempat relokasi.


"Relokasi kita belum ada. Pak Wali (Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah) janjiin dua bulan pembangunan. Selama dua bulan kalau kami enggak motong, dia mau kasih dispensasi?" ujar Ali, Minggu.


Dinas Kebersihan DKI Jakarta menggunakan satu traktor untuk meratakan bangunan rumah jagal tersebut. Proses pembongkaran berlangsung sekitar pukul 11.15 hingga 11.45 WIB. Rumah Jagal Tanah Abang memiliki luas sekitar 600 meter persegi. Rumah jagal ini menjagal rata-rata 50 ekor kambing setiap hari.





Editor : Laksono Hari Wiwoho







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











3:52 PM | 0 komentar | Read More

Gita Wirjawan Menyemangati Ahsan/Hendra dan Tontowi/Lilyana





GUANGZHOU, KOMPAS.com - Gita Wirjawan memberi dukungan penuh pada dua wakil Indonesia yang akan bertarung di babak final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Ketua Umum PB PBSI ini bertemu dengan Tontowi/Liliyana dan Ahsan/Hendra di hall pemanasan Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Minggu (11/8/2013), sebelum pertandingan. Pada kesempatan ini, Gita menyemangati para atlet dan memberikan wejangan-wejangan.

"Kita harus yakin di lapangan. Kalau sudah berusaha yang terbaik, kita pasti bisa," ucap Gita.

"Kemarin saya menonton di televisi, Tontowi kelihatan sempat grogi. Jangan terbebani dan lepas saja. Mungkin di lapangan Tontowi tegang, tapi kami yang menonton lebih tegang lagi. Pokoknya maju terus dan fight!" ujar Gita kepada Tontowi.

Gita memutuskan berangkat ke Guangzhou untuk mendukung langsung dua wakil Indonesia ini. Dia berangkat Minggu dini hari, naik pesawat ke Hongkong, dan lanjut dengan perjalanan darat menuju Guangzhou.

Gita berharap Indonesia dapat mengulang kejayaan pada 2007, ketika dua gelar berhasil dibawa pulang oleh Markis Kido/Hendra dan Nova Widianto/Liliyana.




Editor : Pipit Puspita Rini

















3:39 PM | 0 komentar | Read More

Ratchanok Intanon, Juara Dunia Baru dari Thailand




Tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, mengepalkan tangan dan berteriak setelah berhasil mencetak angka atas tunggal India, PV Sindhu, pada babak semifinal BWF World Championships 2013, di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013). | badmintonphoto.com








GUANGZHOU, KOMPAS.com - Ratchanok Intanon keluar sebagai juara dunia baru, setelah berhasil menumbangkan tunggal putri nomor satu dunia, Lie Xuerui, 22-20, 18-21, 21-14, di final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, Minggu (11/8/2013).

Li yang datang sebagai unggulan pertama, dijagokan bisa memenangi laga ini. Tapi pertandingan di lapangan tak selalu semudah hitungan di atas kertas.

Li yang mendominasi pertandingan hingga sempat unggul 19-12 lalu 20-16 di game pertama, akhirnya harus mengakui kehebatan lawannya yang berusia empat tahun lebih muda, dengan 20-22.

Di game kedua, Li kembali memimpin di awal. Tapi Intanon tak pernah menyerah. Dengan ekspresi dan senyum polosnya, tunggal terbaik Thailand ini mampu mengejar dan menjaga poin tetap ketat.

Li sempat memimpin hingga 13-10, tapi Intanon mengejar bahkan berbalik unggul 15-14.

Li kembali menjauh dengan meraih empat angka berturut-turut yang membawanya unggul 18-15, hingga akhirnya menutup game kedua dengan 21-18.

Dua pemain turun dengan kondisi fisik terkuras di game ketiga. Berbeda dengan dua game sebelumnya, kali ini Intanon yang langsung tancap gas, hingga unggul 11-7.

Li berusaha mengejar dan berhasil mendekat hingga 12-14. Tapi Intanon sedang dalam performa terbaik. Pebulu tangkis 18 tahun ini akhirnya menyudahi laga selama 65 menit ini dengan kemenangan 21-14 di game ketiga.

Intanon pun mencatat sejarah, menjadi petenis Thailand pertama yang menjadi juara dunia. Dia juga berhasil memutus dominansi tunggal putri China di World Championships yang meraih kemenangan beruntun dalam delapan penyelenggaraan terakhir.




Editor : Pipit Puspita Rini

















3:01 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger