Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Bill Bailey Tampil Maksimal di Hari Terakhir JakFringe 2012

Written By RajaBlog on Monday, November 12, 2012 | 3:55 PM


Bill Bailey saat jumpa pers penampilannya di JakFringe

Bill Bailey saat jumpa pers penampilannya di JakFringe (sumber: Beritasatu.com/Yanuar Rahman)




Materi lawakan kemudian dilanjutkan dengan sindiran terhadap artis-artis dari Amerika Serikat karena kebodohan mereka.

Hadir untuk kedua kalinya di pentas JakFringe 2012, komedian asal Inggris, Bill Bailey berhasil mengundang riuh tawa para penonton yang hadir di Sekolah Pelita Harapan Theater, Kemang, Minggu (11/11).

Bailey memulai aksinya lewat lelucon tentang aksen khas Inggris yang menurutnya terkadang orang-orang di negaranya berbicara lewat aksen yang berlebihan.

Ia lalu melanjutkannya dengan bercerita tentang pengalamannya ketika berada di Yogyakarta, lalu menyempatkan diri untuk berkomentar tentang kemenangan Barack Obama atas Mitt Romney di ajang pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu silam.

Bailey yang akrab dengan lingkungan dan budaya Indonesia karena kerap singgah ke tanah air menceritakan pengalamannya ketika ia sedang berusaha mempelajari bahasa Indonesia supaya bisa berteman dengan orang-orang di sekitarnya.

"Akhirnya saya membeli sebuah buku yang isinya tentang frase-frase dalam sebuah percakapan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Tapi apa yang saya temui? Di dalam buku itu ada contoh frase seperti ini:
'What is microphone?' Dan jawabannya adalah 'microphone is an instrument that make the soundwave into an electrical wave'. Saya pikir orang yang membuat buku ini belum pernah bercakap-cakap di bus, bar atau tempat lainnya. Bagaimana saya bisa mengajak orang untuk berbicara dengan menggunakan materi obrolan tersebut?," cetusnya yang kemudian disambut oleh tawa para penonton.

Materi lawakan kemudian dilanjutkan dengan sindiran terhadap artis-artis khususnya yang berasal dari Amerika Serikat karena kebodohan mereka. Bailey mengungkapkan bahwa banyak artis yang sebenarnya tak pantas menjadi figur publik tapi wajah mereka ternyata menghiasi layar kaca dimana-mana.

Lalu ada juga materi lawakan tentang pekerjaan, mulai dari pembuat suara bel, sebagai personel band jazz, hingga tentang lagu kebangsaan. Semuanya itu dibawakan Bailey dengan memasukkan unsur musikal lewat kebolehannya memainkan keyboard.

Sebelum Bailey menutup penampilannya di sesi pertama, ia sempat membahas tentang penggunaan akronim yang semakin menggila. Menurutnya, hal ini adalah dampak dari kemajuan teknologi digital yang kemudian dibarengi dengan penggunaan macam-macam akronim di social media seperti LOL (Laugh Out Loud), OMG (Oh My God), atau FYI (For Your Information).

"Tapi apa FYI itu kepanjangannya For Your Information? Sebenarnya akronim ini bisa digunakan ketika band Queen sedang manggung dan mereka lupa lirik dalam sebuah verse mereka di lagu berjudul Bohemian Rhapsody. Ketika mereka menyanyikan 'scaramouche scaramouche...' Dan mereka tak bisa melanjutkannya, maka kita bisa meneriakkan 'Fandango You Idiot' (FYI)," kata Bailey bersemangat.

Di sesi kedua, Bailey banyak menampilkan materi lawakannya dengan instrumen-instrumen seperti gitar folk, gitar listrik, dan alat musik ala Timur Tengah yang menyerupai Sitar.

Bailey juga memamerkan kebolehannya dalam membawakan potongan-potongan komposisi jazz dan klasik. Ia juga menyempatkan diri membawakan lagu-lagu populer seperti Stairway To Heaven (Led Zeppelin), Twist And Shout (The Beatles), dan Smack That (Akon).

"Yang saya bingung dari lagu Smack That milik Akon adalah ketika ia menulis lirik 'jump up to my Lamborghini Gallardo' kita tahu bahwa pintu Lamborghini Gallardo pendek dan tidak perlu untuk melompatinya. Memangnya siapa sih yang dia ajak? Hobbit?," ucap Bailey.

Tampil di SPH Theater, setelah sehari sebelumnya juga menyampaikan materi-materi lawakannya di tempat yang sama, Bailey nampak tak kehilangan antusiasme.

Semua materi ia bawakan dengan apik dan jenaka. Layaknya comic lain, Bailey juga memiliki materi jagoan yang selalu ia bawakan di tiap kesempatannya tampil. Meski membawakan materi yang tidak baru dan nampak dari beberapa penonton sudah ada yang menyadari dan menebak apa yang selanjutnya akan terjadi, namun para penonton tersebut dan penonton lainnya tetap tertawa terpingkal-pingkal oleh lawakannya itu.

Bill Bailey adalah satu-satunya penampil yang menyajikan pertunjukan di hari terakhir gelaran JakFringe 2012. Selebihnya sudah memamerkan kebolehannya di hari Jumat (9/11) dan Sabtu (10/11) di lokasi Lippo Mall Kemang dan sekitarnya.

3:55 PM | 0 komentar | Read More

Menakertrans Lakukan Evaluasi


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar telah menerima laporan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia soal seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. Pihaknya akan segera menyelesaikan masalah tersebut.


"Pelakunya sudah ditangkap, lalu korbannya juga sudah diberikan pendampingan khususnya psikologi dan pengacara," kata Muhaimin saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Senin (12/11/2012).


Menurut Muhaimin, pihaknya telah melakukan protes keras kepada pihak Malaysia. Protes tersebut dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia ke Kementerian Luar Negeri Malaysia.


Ia juga mengaku sudah melakukan evaluasi khususnya dengan pihak joint task force (satuan tugas Indonesia-Malaysia soal tenaga kerja) baik di Jakarta dan Kuala Lumpur.


"Namun kalau soal hukuman ke pelaku, itu urusan kepolisian Malaysia," tambahnya.


Sekadar catatan, seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengadu kepada biro pengaduan masyarakat partai Persatuan China Malaysia bahwa dia diperkosa tiga polisi di kantor polisi Bukit Mertajam, Malaysia.


Pejabat Konsulat Jenderal RI langsung mengevakuasi korban. Minister Counsellor KBRI Kuala Lumpur Suryana Sastradiredja di Kuala Lumpur yang dihubungi melalui telepon dari Jakarta, Minggu (11/11), mengatakan, ketiga polisi yang diduga memerkosa telah ditahan sementara. Pemerintah Malaysia telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah ini.


"Biasanya mereka ditahan 14 hari untuk investigasi. Kami minta Pemerintah Malaysia untuk mengusut dan menindak sesuai hukum yang berlaku," kata Suryana.


Korban, SM (25), sudah dievakuasi ke penampungan KJRI untuk perlindungan dan menyiapkan pengacara hukum Malaysia menjadi negara tujuan penempatan TKI terbesar karena faktor geografis dan kemiripan bahasa. Ada 2,5 juta TKI menjadi pekerja rumah tangga, buruh konstruksi, perkebunan, dan pekerja pabrik di sana.






Editor :


Erlangga Djumena









3:55 PM | 0 komentar | Read More

Ini Kronologi Rusuh di Pinang Ranti


JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusuhan terjadi antara dua kelompok pemuda di Jalan Nirbaya, RT 10 RW 02, Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur, Minggu (11/11/2012) malam. Salah satu kelompok yang melakukan aksi pemalakan pada salah satu warga di permukiman tersebut diduga menjadi pemicu kerusuhan menjadi meluas.


Salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial KS, mengungkapkan, kerusuhan itu bermula Minggu petang sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, mobil Daihatsu Espass milik seorang warga berbeda RT, mogok di Jalan Asem Nirbaya. Dua orang pemuda pun membantu mendorong mobil tersebut agar tidak mengganggu jalan.


"Mereka sebenarnya tamu di kelompok yang ngontrak di RT 10. Mungkin karena dia merasa sudah mendorong, minta duit. Dikasih Rp 20.000, tapi mereka nggak terima. Yang punya mobil ini dipukuli," ujarnya kepada Kompas.com Senin (12/11/2012) dini hari pasca kerusuhan.


Tidak terima diperas dan dipukuli, pemilik mobil tersebut pulang dan mengadukan insiden yang dialaminya ke tetangga lain, yang kebetulan salah satu anggota organisasi masyarakat. Mereka pun datang ke sebuah kontrakan tempat kelompok itu tinggal untuk menanyakan perihal mengapa rekannya itu diperas dan dipukuli.


Bukannya mendapat penjelasan, malah aksi penganiayaan yang terjadi. Mereka yang bermaksud menanyakan insiden sebelumnya lari karena dikejar menggunakan senjata tajam. Dua orang menderita luka akibat peristiwa itu. Satu orang menderita luka memar akibat benturan benda tumpul, seorang warga lainnya atas nama Situmorang dibacok di bagian lengan dan kepala.


"Peristiwa kejar-kejaran itu terjadi jam 19.00 WIB. Orang-orang itu dikejar pakai pedang, golok, kayu, apa saja dikeluarkan. Mulai dari situ lah keadaan memanas. Mereka yang dikejar nggak terima," ujarnya.


KS mengatakan, sesaat setelah kejar-kejaran hingga jatuh korban, situasi wilayah permukiman tersebut sempat kondusif. Ketua RT, Kapolsektro Makasar serta pemuka agama setempat datang untuk menenangkan emosi kelompok warga.


Sekitar pukul 22.00 WIB malam, rupanya emosi warga kian tak terbentung. Dengan menggunakan senjata mulai dari batu, kayu, botol, pedang, celurit, golok dan lainnya, kelompok yang jatuh korban kembali mendatangi rumah tempat tinggal kelompok pemuda yang pembuat onar. Warga melampiaskan kekesalannya dengan melempar batu sambil melontarkan kata-kata cacian.


Untuk diketahui, dua kelompok yang berseteru tersebut berada terpisah jalan. Kelompok penyerang, berada di Jalan Nirbaya, sementara kelompok yang diserang berada di sebuah rumah di Gang Agape, jalan kecil yang berada di Jalan Nirbaya.


Pukul 22.45 WIB, dua truk polisi dari Satuan Sabhara serta 25 orang pasukan bermotor Pengendalian Masyarakat Brimob Mapolrestro Jakarta Timur, turun ke lokasi. Turut hadir dalam upaya menenangkan massa, Kapolrestro Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalin; Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKBP M Soleh; Kapolsek Makasar, Kompol Edi Surasa serta jajarannya.


Senin dini hari, sekitar Pukul 00.30 WIB, polisi mengevakuasi sembilan orang yang menjadi pemicu kerusuhan. Suasana mencekam sempat mengiringi evakuasi itu karena kelompok warga berada tak jauh dari truk evakuasi. Saat truk berjalan, warga sempat melempar batu ke arah truk yang telah dilindungi tameng Polisi.


Kapolres Jakarta Timur, Kombes Saidal Mursalin mengatakan, pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka. Pasalnya, polisi baru memeriksa sembilan orang yang diduga menjadi biang rusuh.


Tak hanya itu, polisi juga memeriksa beberapa orang saksi termasuk tiga orang korban yang sebelumnya mendapatkan aksi penganiayaan. "Pertama, kami akan selesaikan secara hukum, di samping itu saya minta masyarakat melalui RT, tokoh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibnas yang sudah kondusif supaya tak ada korban lagi," katanya.






Editor :


Hertanto Soebijoto









3:52 PM | 0 komentar | Read More

Rhoma Irama Diusulkan Jadi Capres, PAN Kaget


JAKARTA, KOMPAS.com - Raja dangdut Rhoma Irama diusungkan sejumlah elemen masyarakat untuk maju sebagai calon Presiden 2014. Salah satu organisasi masyarakat yakni Dewan Pimpinan Pusat Wali Umat bahkan sudah mulai bergerilya partai-partai bernafaskan Islami seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).


Terkait pengusungan Rhoma sebagai capres, Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno pun mengaku terkejut. "Saya agak kaget, kami belum ada dukungan. Ini dunia selebritis makin banyak berusaha masuk ke dunia politik," ujar Teguh, Senin (12/11/2012), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.


Kendati terkejut dengan pengusungan Rhoma, Teguh tidak menampik tingkat popularitas Rhoma Irama yang luar biasa bagi para penggemar dangdut. "Kami belum pernah tahu kegemaran masyarakat dengan pedangdut bisa beralih ke capres. Ini tantangan bang Rhoma layak tidak dari raja dangdut menjadi capres," ujar Teguh.


Hingga kini, Teguh mengaku PAN belum membahas soal capres. Hatta Rajasa, sosok kuat yang diusung PAN maju sebagai capres pun belum menyatakan kesanggupannya. "Bang Hatta belum menyanggupi. Rakernas bulan Oktober lalu belum menjawabnya. Kami bertekad bang Hatta untuk capres," ujar Teguh.


Saat ditanyakan kemungkinan menduetkan Hatta dengan Rhoma, Teguh menjelaskan bahwa calon wakil presiden sepenuhnya akan dipilih oleh capres terpilih. "Soal wakil, percayakan kepada bang Hatta, siapa yang terbaik, cocok, secara banyak aspek, kebutuhan misalnya berdampingan dengan orang jawa, dengan orang populer berpengalaman," ucap Teguh.


Sebelumnya, para ulama yang tergabung dalam Wasilah Silaturahim Asatidz Tokoh dan Ulama (Wasiat Ulama) mendaulat Rhoma Irama sebagai calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2014. Dukungan tersebut diklaim merupakan hasil kesepakatan satu juta anggota Wasiat Ulama di seluruh Indonesia.


"Wasiat Ulama melihat sosok Rhoma Irama pantas dicalonkan menjadi RI-1 periode 2014-2019. Kami menyatakan dukungan sepenuhnya kepada beliau," kata Ketua Umum DPP Wasiat Ulama Fachrurozy Ishaq dalam acara pendeklarasian dukungan di Kantor Sekretariat Wasiat Ulama, Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2012).


Menurut Fachrurozy, sosialisasi mendukung "Raja Dangdut" menjadi calon presiden (capres) tersebut telah dilakukan selama satu bulan terakhir. Sosialisasi itu diberikan kepada sekitar satu juta anggota Wasiat Ulama di Indonesia. Ia mengatakan, salah satu bentuk sosialisasi yang dilakukan kepada anggotanya adalah menggunakan metode ceramah. Menurutnya, sosialisasi itu telah mendapatkan respons positif dari para anggota.


"Kita ceramah di mana-mana keliling Indonesia. Kita selipkan itu, bagaimana kondisi Indonesia dan bagaimana kondisi umat Muslim, dan mereka setuju," katanya. Dalam acara yang dihadiri struktur organisasi Wasiat Ulama seluruh Indonesia itu, Fachrurozy menegaskan bahwa Wasiat Ulama memiliki cita-cita akan terbentuknya negara yang adil dan makmur. Cita-cita itu dianggap hanya bisa terwujud apabila Indonesia dipimpin oleh sosok yang beriman kepada Allah, berakhlak, berwawasan luas, dan memunyai keinginan kuat menyempurnakan Indonesia.


Ia mencontohkan beberapa tokoh nasional yang memperjuangkan negara, umat Islam pada khususnya, yaitu Imam Bonjol, Teuku Umar, Soekarno, dan Bung Tomo. "Semua itu bukti bahwa umat Islam Indonesia sangat cinta terhadap NKRI dan mencanangkan negara adil-makmur," ujarnya.


Sebelum acara deklarasi yang berlangsung sekitar satu jam itu, Wasiat Ulama telah memberitahukan kepada Rhoma mengenai dukungan tersebut. Menurut Fachrurozy, pemimpin grup musik Soneta Grup itu tidak keberatan atas deklarasi dukungan terhadap dirinya untuk maju dalam bursa capres RI 2014.


Berita selengkapnya dapat dibaca di topik pilihan "GELIAT POLITIK JELANG 2014"













3:39 PM | 0 komentar | Read More

Ketika si Cantik "Iri" Kepada Rekannya




Ketika si Cantik "Iri" Kepada Rekannya





Senin, 12 November 2012 | 14:39 WIB












NEW DELHI, Kompas.com - Pemain ganda putri cantik asal India, Jwala Gutta merasa diperlakukan tidak adil dibandingkan apa yang diterima para pemain tunggal seperti Saina Nehwal.

Saina Nehwal memang telah menjadi ikon kebangkitan bulu tangkis India setelah mampu merebut medali perunggu di ajang Olimpiade LOndon, Agustus lalu.

Jwala Gutta yang bersama AShwinni Ponappa merebut medali emas pesta olahraga negara persemakmuran serta medali perunggu kejuaraan dunia merasakan perlakuan yang berbeda dari asosiasi bulu atngkis India.

Menurut Gutta, naiknya pamor bulu tangkis di India bukan melulu karena prestasi Saina. Menurutnya, para penonton datang ke stadion untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis dan bukan hanya menonton Saina.

"Semua pemain ingin dikenal (publik). Tidak hanya Saina atau Sania Mirza di tenis. Tetapi kami merasakan adanya diskriminasi, terutama karena hanya ada satu atau dua pemain yang mendapat fasilitas perlengkapan dan promosi," kata Gutta.

Kondisi ini menyebabkan para pemain lain harus berjuang sendiri untuk meraih prestasi. "Jika asosiasi tidak peduli dengan kemenangan anda, siapa yang peduli?" lanjut Gutta.

Menurut pemain yang pernah menjadi bintang televisi ini, diskrimasi ini mereka rasakan saat mencatat prestasi bagus di kejuaraan dunia. "Tidak ada yang menjemput kami di bandara.  Kami mencatat pressasi baik juga saat lolos kualifikasi ke olimpiade (London). Belum pernah ada (ganda puteri) yang seperti itu. Tetapi siapa yang peduli?"

Bagi Gutta kondisi ini membuat para pemain di luar pemain tunggal sulit mendapat sponsor. "Jika dari asosiasi saja tidak ada perhatian, bagaimana para produsen itu akan memandang kami? Ini lah yang menyebabkan kami tidak pernah dilirik oleh sponsor."




"Semua pemain ingin dikenal publik. Tidak hanya Saina atau Sania Mirza di tenis. Tetapi kami merasakan adanya diskriminasi, terutama karena hanya ada satu atau dua pemain yang mendapat fasilitas perlengkapan dan promosi,"









Editor :


A. Tjahjo Sasongko















3:01 PM | 0 komentar | Read More

Deddy Corbuzier: Jakfringe Ajang Pengenalan Talenta Baru

Written By RajaBlog on Sunday, November 11, 2012 | 3:55 PM


Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier (sumber: Beritasatu/ Chairul Fikrie)




Acara semacam ini kalau bisa rutin diadakan setiap tahun agar masyarakat faham tema dari acaranya.Keberadaan Jakarta Internasional Fringe Festival (Jakfringe) 2012 disambut baik oleh Master Magician, Deddy Corbuzier.

Menurut Deddy, Jakfringe adalah acara yang bagus sebagai wadah bagi para seniman untuk menampilkan talentanya.

"Acara ini (Jakfringe) cukup bagi para seniman untuk menampilkan talentanya," kata Deddy, di SPH Kemang Village, Jakarta, Sabtu (10/11).

Keikutsertaan Deddy di Acara Jakfringe karena dirinya merasa sudah sangat akrab dengan komunitas Jakarta Comedy Club.

"Jujur aku sudah lama akrab dengan komunitas Jakarta Comedy Club, jadi ketika diminta tampil aku menyanggupinya. Ya untuk menyemarakkan acara saja," kata magician berkepala plontos itu.

Namun Deddy menyayangkan acara ini kurang ramai karena banyak yang belum mengerti apa Jakfringe itu. Karena itu dia meminta agar acara ini rutin diadakan setiap tahunnya agar masyarakat faham acara ini.

"Kalau melihat acaranya sebenernya bagus, namun sayang animonya kurang banyak dari masyarakat, entah karena promosinya kurang atau bagaimana. Yang jelas acara semacam ini kalau bisa rutin diadakan setiap tahun agar masyarakat faham tema dari acaranya,dan agar masyarakat semakin tahu kebudayaan bangsanya sendiri," kata Deddy.

3:55 PM | 0 komentar | Read More

Gaji Rp 2 Juta Tidak Kena Pajak


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menetapkan besaran Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) terbaru menjadi Rp 24,3 juta per tahun yang disesuaikan dengan perkembangan ekonomi moneter terkini dan berlaku pada 1 Januari 2013.

Hal tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 162/PMK.011/2012, ujar Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kismantoro Petrus dalam keterangan pers tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Kismantoro menjelaskan, besaran PTKP senilai Rp 24,3 juta per tahun akan dikenakan kepada Wajib Pajak Orang Pribadi dengan tambahan untuk Wajib Pajak yang kawin senilai Rp 2,025 juta per tahun.

Kemudian ditetapkan PTKP Rp 24,3 juta per tahun dikenakan sebagai tambahan untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami dengan tambahan setiap tanggungan (maksimal tiga orang) Rp 2,025 juta per tahun.

Penetapan PTKP tersebut telah disesuaikan dengan perkembangan saat ini dan harga kebutuhan pokok yang semakin meningkat. Selain itu penyesuaian dilakukan terkait dengan perlunya kebijakan untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi global yang menurunkan daya beli masyarakat.

Dengan demikian, pemerintah mengharapkan penyesuaian PTKP dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga berdampak pada peningkatan produk domestik bruto (PDB) nasional, terutama melalui konsumsi maupun peningkatan tabungan.

Sebelumnya, sesuai Pasal 7 Ayat (3) UU Nomor 36 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas UU Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, Menteri Keuangan diberikan kewenangan untuk menetapkan PTKP setelah melakukan konsultasi dengan DPR.

Konsultasi Menteri Keuangan dengan DPR telah dilaksanakan pada 30 Mei 2012 dan 15 Oktober 2012 untuk menyepakati penyesuaian PTKP dari sebelumnya Rp 15,8 juta per tahun menjadi Rp 24,3 juta per tahun.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri









3:55 PM | 0 komentar | Read More

Rompes Pecut, Bela Diri Betawi yang Hampir Punah


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pemuda terlibat perkelahian seru di RT 01 RW 04, Balekambang, tepatnya di sebidang lahan tepi Kali Ciliwung, Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Menggunakan jurus silat, keduanya berusaha saling melumpuhkan dengan pukulan dan tendangan yang dilancarkan satu sama lain.


Setelah saling serang sekitar 10 menit, seorang pemuda di antaranya berhasil dikalahkan hingga terjatuh. Sadar telah muncul pemenang, dua pemuda itu pun kembali berdiri tegak di posisi masing-masing dan membungkuk, tanda salam kepada orang yang menonton adu jotos itu.


Pertarungan itu bukanlah perkelahian pemuda seperti yang kerap menghiasi layar televisi saat menonton acara berita, yaitu pemuda antarkampung baku hantam akibat hal sepele. Seni bela diri yang ditampilkan kedua pemuda tersebut adalah silat asli Betawi, yakni Rompes.


Rompes adalah salah satu dari belasan jenis seni bela diri asli Betawi. Salah seorang dari tujuh pendekar legenda Betawi bernama (alm) Babeh Sa'aman jadi salah satu tokoh yang menguasai dan mempopulerkan jenis bela diri yang satu ini.


Pria yang dijuluki Bruce Lee Indonesia di dataran Eropa, tempat ia pernah mengajar bela diri kala itu, membuka padepokan bela diri Rompes di tanah Condet. Namun, sepeninggalnya Babeh Sa'aman, membuat padepokan itu tak terurus. Kondisi tersebut tak lantas menghilangkan Rompes dari Condet. Beberapa murid dibantu perangkat kampung membangun kembali sehingga menjadi Perguruan Silat Rompes Pecut.


Fauzi (44) atau yang akrab disapa Bang Oji adalah salah satu mantan murid Babeh Sa'aman yang kini mengajar di Perguruan Silat Rompes Pecut. Saat ditemui Kompas.com beberapa waktu lalu di sebuah bale bambu tepi Ciliwung, tempat dia dan puluhan muridnya berlatih, pria yang dituakan dalam perguruan itu pun rela menceritakan seluk-beluk bela diri Rompes.


"Pertama, harus belajar kuda-kuda dan 12 jurus dasar. Kalau itu sudah paham, baru jurus tunggal atau kembangan. Itu jurus kombinasi dengan jurus dasar. Setelah itu baru jurus masal, ada 71 jurus kombinasi jurus dasar, kembangan sama jurus masal itu sendiri," ujar Bang Oji.


Inti dari seni bela diri Rompes adalah kecepatan tangan. Kata 'pecut' ditambahkan karena ciri khas bela diri Rompes adalah melakukan gerakan sentakan seperti memecut ke wilayah vital korbannya sebelum ia melakukan serangan inti.


Ciri khas bela diri Rompes Pecut yang lainnya adalah ketahanan fisik yang mumpuni. Hal itu dapat dilihat dari ketika bertarung, pendekar Rompes Pecut mengutamakan pertarungan jarak dekat dan bersifat ofensif atas lawannya.


"Beda sama bela diri Betawi lain, misalnya aliran silatnya legenda Betawi, Si Pitung. Kalau Pitung tujuannya bukan mematikan, tapi cukup dengan melumpuhkan, kalau Rompes ini mematikan," katanya.


Di Perguruan Silat Rompes Pecut terdapat 100 orang murid yang memiliki variasi umur berbeda, mulai dari di atas 8 tahun hingga belasan tahun. Untuk waktu penguasaan bela diri Rompes, tiap murid memiliki waktu berbeda-beda. Ada yang dalam waktu tiga bulan seorang murid bisa sampai kepada tingkat jurus massal, namun ada yang memakan waktu hingga satu tahun. Semua tergantung niat serta kemauan murid.


Kini, meski Perguruan Silat Pecut Rompes telah berdidi dan menjadi salah satu perguruan silat yang dikenal di antara dunia persilatan Betawi, tugas Bang Oji dan para murid-muridnya belum selesai. Cita-citanya untuk mengembangkan seni bela diri yang satu ini sehingga bisa naik ke pentas nasional bahkan internasional pun ada di benak seluruh orang di perguruan.


Salah seorang anggota perguruan pun melontarkan pantun menarik. "Buaya mencari makan, melate di waktu pagi. Budaya harus dipertahankan, kalau bukan kite mau siape lagi," ujarnya.






Editor :


Hertanto Soebijoto









3:52 PM | 0 komentar | Read More

Tiga Polisi Malaysia Diduga Perkosa Seorang TKI





Tiga Polisi Malaysia Diduga Perkosa Seorang TKI





Penulis : Imanuel More | Minggu, 11 November 2012 | 14:38 WIB











JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang TKI perempuan berusia 25 tahun dikabarkan menjadi korban pemerkosaan tiga oknum anggota Kepolisian Diraja Malaysia.

Sebagaimana diberitakan New Straits Times (NST), Sabtu (10/11/2012),  peristiwa tersebut berawal saat TKW itu sedang bepergian dengan kendaraan di Prai, Penang, Malaysia. Kendaraan yang ditumpanginya kemudian dihentikan dua petugas kepolisian.

"Mereka meminta saya menunjukkan kartu identitas, tapi saat itu saya hanya membawa fotokopi paspor. Lalu, petugas meminta saya ikut ke kantor polisi," kata korban.

Wanita itu mengaku sempat disekap di salah satu ruangan. Kemudian, ia digiring ke ruang lainnya. Di situ ia dipaksa untuk melayani nafsu ketiga polisi.

Polisi yang pertama kali melakukan pemaksaan bahkan meminta layanan lebih berupa oral seks. "Saya ketakutan dan saya tidak punya pilihan lain selain berhubungan seksual dengan tiga polisi," jelas korban.

Setelah itu, dua polisi kemudian membawa korban ke Taman Impian di Alma dan melepaskannya di sana. Dari sana, ia melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi pada sekitar pukul 03.00 PM waktu setempat, sekitar satu jam setelah ditinggalkan di Taman Impian.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian kemudian mengantar korban ke RS Seberang Jaya untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kepala Kepolisian setempat Datuk Abdul Rahim Hanafi menyatakan sedang melakukan investigasi atas laporan tersebut. Penyelidikan saat ini sedang berlangsung. Ketiga polisi yang terlibat sudah dibebastugaskan selama seminggu.

"Kami akan pastikan bahwa ketiga polisi tidak akan dilindungi jika dugaan itu benar," kata Abdul Rahim sebagaimana dikutip NST.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri














3:39 PM | 0 komentar | Read More

Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal



ATP World Tour Finals


Kalahkan Federer, Del Potro Raih Tiket Terakhir ke Semifinal





Minggu, 11 November 2012 | 00:08 WIB













LONDON, Kompas.com - Juan Martin del Potro meraih tiket semifinal turnamen akhir tahun ATP World Tour Finals yang berlangsung di London. Pada pertandingan terakhir penyisihan Grup B yang berlangsung di O2 Arena, Sabtu (10/11/2012), Del Potro menang 7-6, 4-6, 6-3 atas pemain nomor dua dunia, Roger Federer.

Petenis jangkung Argentina ini mengamankan satu tiket tersisa dari Grup B dengan rekor kemenangan 2-1, sama seperti yang dimiliki Federer, sang juara bertahan. Federer sudah lebih dulu memastikan diri menuju semifinal berkat kemenangan di dua pertandingan awal turnamen yang menggunakan sistem round-robin ini.

Hari terakhir pertandingan Grup B ini dimulai dengan tujuh skenario. Tetapi kemenangan tiga set ini membawa pemain nomor tujuh dunia tersebut berhasil melewati rintangan untuk melangkah ke semifinal tanpa harus menunggu hasil pertandingan antara David Ferrer vs Janko Tipsarevic.

Meskipun demikian, duel Ferrer dan Tipsarevic sedikit memberikan pengaruh walaupun hanya untuk menentukan peringkat akhir di Grup B. Jika Tipsarevic menang, maka Del Potro akan menjadi juara grup dan bertemu runner-up Grup A, Andy Murray. Tetapi jika sebaliknya, Ferrer yang menang, maka Federer yang menjadi juara grup karena unggul persentase set, sehingga Del Potro akan bertemu juara Grup A, Novak Djokovic.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo















3:01 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger